Ooppss.... ada item2 yang haram bin bathil nih dari sarannya Irvan.... walau maksudnya baik sich...
Anyway, Itu kan semua pilihan.... Pilihlah yang terbaik, sesuai dengan nurani anda... Salam, Morry Infra +966-533214840 2008/10/13 Irvan_FEUI <[EMAIL PROTECTED]> > Hahahaha......... > > Kayaknya bukan begitu deh maksud utama Bang Komar. Intinya tuh, kalo mau > survive dan ga terlalu terpengaruh dengan krisis global yah emang bagusnya > bergerak di sektor riil. Terutama yang bisnis ritel semacam tukang bakso, > dkk. Soalnya, tukang bakso ga bakal kena biaya bunga yang tinggi karena > sedikit sekali tukang bakso yang ambil kredit di bank. > > Mengenai krisis keuangan sekarang ini sih sebenarnya tidak perlu > dikhawatirkan, hal ini karena peran media saja yang terlalu menebar sentimen > negatif sehingga iklimnya jadi tidak kondusif. Cuma, ada beberapa hal yang > harus diwaspadai: > > 1. Untuk sementara waktu jangan mengambil kredit terlebih dahulu (termasuk > penggunaan kartu kredit). Tahan dulu pengeluaran besar yang harus dilakukan > dengan kredit untuk sementara waktu. Justru sekarang ini lebih baik > memasukkan dana di instrumen investasi yang risk-free seperti deposito > karena tingkat pengembaliannya sedang tinggi. > > 2. Bagi yang bermain di Pasar Modal sebaiknya tidak usah panik atau > melakukan aksi ikut-ikutan. Kalo Anda memang investor sejati, tidak > semestinya Anda panik, wait and see aja dulu. Kecuali jika Anda bermain di > Pasar Modal sebagai seorang spekulan. Yah itu sih tergantung hati nurani > Anda saja, tapi SBY kan bilang: "Spekulan adalah Pengkhianat Rakyat". > > 3. Tidak usah ikut-ikutan beli dollar lah, selain Anda merugikan negara > Anda sendiri, toh kenaikan harga dollar itu sebenarnya kenaikan yang semu. > Logikanya, Amerika tuh sedang resesi, secara fundamental ekonomi kondisinya > sedang carut marut. Jadi, kenaikan dollar itu murni karena permainan di > Pasar Valas. Karena BEI tutup, para spekulan mengalihkan dananya ke Valas > yang akibatnya menaikkan nilai dollar karena permintaan terhadap dollar > besar. Nanti, kalau pasar keuangan sudah kembali beroperasi dengan normal > lagi (BEI ga ditutup), normalnya nilai dollar bakalan melemah. > > 4. Sebaiknya hindari konsumsi, atau lebih tepatnya kurangi dan > mengalihkannya ke saving (tabungan). Kondisi semacam ini biasanya > menimbulkan kepanikan sehingga banyak orang yang menarik dananya dari > tabungan untuk motif berjaga-jaga. Itu hal yang wajar karena kondisi pasar > menjadi unpredictable. Hanya saja, jika kita mau sedikit "berpuasa" (toh > masih belom lama kita meninggalkan bulan puasa, jadi mestinya masih kuat > lah...) itu akan lebih menguntungkan. Pertama kita bisa menghemat uang, dan > berharap kondisi lebih baik di masa mendatang. Kedua, secara perekonomian > makro kalo semua orang mau nahan uangnya di tabungan, itu bisa menekan angka > inflasi. > > Mungkin itu dulu....Tapi bagi para analis ekonomi dan keuangan yang lain > jika ingin menambahkan, yah silakan, monggo.... > > 5. .... > 6. ..... > 7. .... > > -Irvan Hermala, SE- > Department Management, Faculty of Economics, University of Indonesia > > --- On *Mon, 10/13/08, kurniawan iswanto <[EMAIL PROTECTED]>*wrote: > > From: kurniawan iswanto <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [sma1bks] SUbprime morgagge, (2) > To: [email protected] > Date: Monday, October 13, 2008, 10:59 AM > > jangan ngejelek2in karyawan atau pegawai, setiap orang punya posisi > masing2. kalo mau jadi tukang bakso ya monggo. > > ga kebayang kalo tiba2 semua karyawan telkom berhenti dari telkom buat buka > usaha masing2, bisa2 ga bisa nelpon deh. pas nelpon call centernya, suara > rekaman menyambut dengan ucapan "maaf, saat ini tidak ada cutomer service > yang bisa melayani anda". > > atau tiba2 pegawai bank berhenti semua, repot kan kalo mau ngurus kredit > atau KPR. > > menjadi besar bukan berarti merendahkan yang kecil > > 2008/10/13 komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com<[EMAIL PROTECTED]> > > > >> friends, >> Met kerja dan kembali aktif lagi....(dah seminggu...kali) >> >> kembali soal Subprime morgage, >> Kalao baca dan mendengar banyak analisa, kayaknya kita boleh lebih >> optimis. Bahwa krisis saat ini jauuuuh lebih baik dari yang lalu. >> Lihat saja kompas hal pertama. Misalnya NPL (kredit bermasalah) th 98 itu >> 60 persen, sekarang 2persen. >> KRisis ini baru terbatas di pasar saham. Dan, orang indonesia hanya 1 >> juta. Bandingin dengan 230juta yang lain. >> >> Dan, hikmah yang laen. Bisnis retail emang lebih menjanjikan ya? >> Di Indopos beberapa waktu yang lalu di halaman muka diulas. DI atas krisis >> amrik, dihal bawahnya profil tukang bakso dengan omset 22 milyar...TOP! >> >> gue mikir, aih...mendingan jadi tukang bakso ieeeuy..... >> jadi karyawan, status doang neh yang keren...duitnya mah letoooy.... >> mendingan jadi tukang bakso..... >> >> di wisma asri kabarnya ada yang punya 6 warteg...... ia hidup mapan... >> top pisan >> >> Ya seriusnya gini, kayaknya kita mesti ngelirik bisnis kecil2an yang gak >> keitung deh. Persoalannya emang di ritel itu gak se-megah kerja dikantoran.. >> ... >> >> he..he..he.. ...kalau gue masih mikir. Mungkin ada yang mau share >> gitu..... >> pengalaman jadi tukang bakso.....? >> atau, temanya gini Asyiknya Jadi Tukang Mie.... >> >> ............ ......... ....... >> >> > > > > -- > Kurniawan > http://www.ptc- vaganza.info <http://www.ptc-vaganza.info/> > > > >
