Terima Kasih Bang Taufik atas pencerahannya. Skeptipisme saya didasarkan pada kebijakan yang akan diambil oleh usa dalam hal ini obama dan teamnya dalam penanganan isue isue luar negeri, sedikit banyak akan berpengaruh terhadap negara tercinta INDONESIA.
Terlebih lagi pada masalah penanganan perdamaian di ranah Palestine yang nota bene kota suci bagi umat tiga agama di bumi ini. Berulang kali dia menekankan bahwa Israel adalah teman amerika, sekutu penting kita dsb.dsb.Jelas nampaknya isue perdamaian di ranah ini sepertinya tidak akan mengalami kemajuan yang berarti. Kita akan menyaksikan standar ganda yang selama ini diterapkan oleh paman sam akan tetap dijalankan pemerintahan di bawah kendalinya. (mudah-mudahan saya salah). Belum lagi arogansi sang paman juga akan tetap mengemuka dalam penanganan isue proyek nuklirnya Iran, sementara di satu sisi israel dibiarkan merajalela mengembangkan program yang serupa. Jadi kesetaraan yang didengang dengungkan tidak bisa diharapkan banyak. Khusus di INDONESIA, arogansi sang paman dapat memaksa kita dengan serta merta merubah status Blok Cepu yang notabene milik kita, diminta berbagi dengan exxon. Belum lagi perpanjangan kontrak karya Freepot yang katanya mengambil tembaga di Tembaga pura sana --padahal jelas-jelas lebih banyak emas konsentratnya- dan masih banyak lagi, mudah-mudahan tidak bertambah. Maaf kalau suara saya agak sumbang. Berita baiknya ternyata tidak hanya di Indonesia, di usa sana juga pengaruh jawa sangat kuat, dimana obama pernah merasakan didikan sang ayah tirinya yang orang Jawa!!! lho??? .... jadi ngelantur dah. Tabik MIK Sent: Friday, November 7, 2008 9:36:03 AM Subject: Re: [sma1bks] Obama menang? So...? Buat Mohamad Insan Kamil, Sorry, e-mailnya baru sempat saya respons. Saya agak kesusahan membaca e-mail anda secara utuh, soalnya kepotong disebelah kanan. Setelah copy-paste dan masuk ke MS word barulah kebaca utuh. Jelas banyak keberuntungan memang berpihak pada Obama yang menghantarkannya pada kemenangan, salah satunya adalah kondisi ekonomi Amerika yang sangat buruk saat ini. Kondisi ini tentu merusak citra partai Republik yang mengusung McCain. Masyarakat menginginkan perubahan. Tetapi sangat jelas pula, bukan hal yang mudah bagi Obama untuk memenangkan pertarungan melawan Hillary dan kemudian melawan McCain bagi seorang kulit hitam yang belum banyak pengalamannya ini. Obama berhasil meng-artikulasi "the Change we need" dengan baik. Kampanyenya yang dilakukannya luar biasa, dan itu tentu menghabiskan jutaan dolar. Obama dan timnya berhasil meyakinkan para penyandang dana untuk mendanai kampanyenya. Saya sendiri ketika pilkada Bdg kemarin merasakan betapa beratnya pekerjaan mencari dana ini :( Tanpa menunggu apa yang akan diperbuat lebih lanjut oleh Obama setelah dia menjabat sebagai Presiden USA nanti, sampai pada titik inipun, saya kira semua analis politik yang jujur angkat topi, mengakui kehebatan Obama dan Timnya yang berhasil mendapatkan kemenangan landslide dengan bayang-bayang rasialisme anti kulit hitam dan anti Islam (Obama "dituduh" sebagai seorang muslim, dan muslim artinya teroris...). Obama memang belum "sehebat" Nelson Mandela dalam perjuangan dan pengorbannya melawan apharteid, tetapi yakin dia sangat cerdas, smart, bagaimana memenangkan pertarungan merebut "White house" tanpa pengorbanan sepanjang Mandella,tanpa genangan darah (at least hingga saat ini), sehingga Obama menjadi Presiden USA pertama yang berkulit hitam. Tak bisa dipungkiri bahwa Obama telah membuat sejarah besar bagi Amerika, dan ini disambut suka cita oleh masyarakat dia berbagai penjuru dunia. Salam, TfR http://taufikurahman.wordpress.com --- On Wed, 11/5/08, Mohamad Insan Kamil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
