Walau ini salah satu brand pingpong, tapi kali ini aku tidak membahas masalah pingpong sama sekali. Ini mengenai 2 kebahagiaan yang saya dapat pada hari senin sore (8/12/08) kemarin.
Ceritanya, ketika mau pulang dari Jambi, bos pesen untuk bawa oleh-oleh dukuh. Sebetulnya aku mau memang niat bawa oleh-oleh dari sini, tapi bingung mau bawa oleh-oleh apa? Disuruh bawa dukuh 5 kilo? Gak deh bos... selain ribet, nanti hancur juga kalo masuk bagasi pesawat. Dan lagi kalo aku pulang dari jambi hari kamis dan baru masuk hari selasa, bisa busuk tuh.. (atau keburu habis ). Makanya aku bilang ke bos, nanti aku cariin aja di Bekasi. Tetap gratis, pake uangku deh. Nah hari senin sore itu aku izin berangkat mau cari dukuh ke istri. Tentunya sambil ngegoes si beureum, istriku pesen agar dibeliin jeruk untuk anak-anakku. Oke deh... cabut mangggg. Mendung sudah menggantung sejak jam 4, makanya jam 5 itu... si beureum aku pacu agak cepat. Tapi baru sampe pasar rawa kalong hujan sudah mulai turun. Aku menepi sebentar... Dalam hati aku ngebatin...hujan seperti ini bakalan awet dan aku tidak takut hujan. Aku cinta HUJAN. Maka dengan merapal bismillah, aku terabas sang hujan... lewat sebuah gang, aku sampai juga di jalan nusantara. Hmmm... enak juga naik sepeda pas hujan. Selain dapat gembira dari bersepeda, dapat juga kegembiraan dari tetes air yang menyentuh wajah, tubuh dan hatiku... cieee. Dan enaknya lagi, gak banyak motor yang bersliweran... karena takut hujan. Aku susuri jalan nusantara perumnas tiga bekasi dengan santai, sambil ngelirik kiri-kanan.. tukang buah yang jualan dukuh mana ya? Yang agak banyak jual buahnya aku dekati, siapa tahu ada dukuh... gak ada man! Sampe akhir pertigaan nusantara gak ada juga, ya udah aku balik lagi. Eh... ada tuh, tapi sudah mulai menghitam. Gak deh. Di tempat yang rame tadi aku beli jeruk baby. Dukuh coba aku cari di jalan dekat desa setiamekar sekalian nyari bubur ayam di indomaret. Ternyata di Indomaret, tukang buburnya lagi gak jualan. Lebaran haji kali yee. Ada tukang buah dan ada dukuh, sekali lagi sudah mulai membusuk. Jadi punya utang janji deh sama boss. Aku pun pulang hanya dengan membawa dua kebahagiaan itu. Seharusnya bisa jadi tiga kalo dapet dukuh dan empat jika makan bubur. Sesampai di rumah aku mandiin sepeda kesayanganku (he he dari beli belum pernah dicuci ). Anak-anakku yang melihat aku nyuci sepeda, ikutan minta dicuciin sekalian sepeda mereka. Yo wiss sini... Biar 2 anakku juga mendapat kebahagiaan karena sepedanya jadi kinclong lagi.. . Untukmu boss... janji itu tetap hutang, akan kucari dukuh itu biar lunas... nas... Have a nice dream. CONFIDENTIALITY NOTICE The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.
<<image004.gif>>
<<image005.jpg>>
<<image006.gif>>
<<image007.gif>>
