_________________________________
Andito (Adit)
+628129642333
[email protected]
www.maulanusantara.wordpress.com
www.anditoaja.wordpress.com
_________________________________



----- Forwarded Message ----
From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Tuesday, February 3, 2009 2:34:10 PM
Subject: [karisma] Fwd: Pejuang Al-Qassam, 2 Pekan Meninggal, Darah Masih 
Mengalir:  Laporan Perjalanan

Berikut ini mungkin adalah tanda-tanda kesyahidan. Insya Allah.

Wallahu a'lam,
Wassalam,
Andri

On Tue, Feb 3, 2009 at 2:13 PM, y111p <> wrote:
> BismiLlahirRahmaanirRahiim
> Assalaamu'alaikum wr. wb.
>
> Berikut berita dari www.hidayatullah.com berkenaan dengan seorang
> mujahid yang syahid di Gazza, di mana selama 2 pekan darah beliau
> (yang telah wafat tsb) tidak berhenti mengalir, selain tidak adanya
> kerusakan sedikitpun pada jasad beliau (sebagaimana mayat yang biasa
> jika telah lebih dari 3 hari akan mulai menggembung, membusuk dan
> lain2). Semoga dapat diambil hikmahnya, Insya Allah.
>
> "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi
> orang-orang yang mempunyai akal…" (Q. S. Yusuf (12) : 111)
>
> Pejuang Al-Qassam, Dua Pekan Meninggal, Darah Masih Mengalir
>
> Friday, 30 January 2009 09:39
>
> Keajaiban Gaza, jasad pejuang HAMAS mirip orang tertidur, para khatib
> Jumat mengisahkannya dalam khutbah-khutbah mereka
>
> Hidayatullah.com--Yasir Ali Ukasyah, sengaja pergi ke Gaza, dalam
> rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang HAMAS, Brigade Izzuddin
> Al Qassam. Ia meninggalkan Mesir, setelah gerbang Rafah, yang
> menghubungkan Mesir-Gaza terbuka beberapa bulan lalu.
>
> Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal Al-Quran ini sempat mengikuti
> wisuda huffadz (menghafal) Al-Quran di Gaza, hingga ia bergabung
> dengan para mujahidin dan memperoleh palatihan militer.
>
> Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya
> di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan dalam
> melawan Israel.
>
> Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih. Di bumi jihad
> Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid
> dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian
> Jabaliyah.
>
> Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan
> wafatnya di medan pertempuran yang populer berjuluk "pertempuran Al
> Furqan" tersebut.
>
> Walau sudah lama meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan
> evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu
> masih mengalir, dan fisiknya tidak rusak, sehingga kondisinya mirip
> seperti orang yang sedang tertidur.
>
> Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk
> menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. "Saya
> meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar
> dari itu," jawabnya.
>
> Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah
> ini banyak tersebar di forum-forum internet di Palestina, bahkan para
> khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas
> tanda-tanda keajaiban perang Gaza.
> [tho/multaqalqasami/hidayatullaah.com]
>
>
> http://www.hidayatullah.com/index.php?
> option=com_content&view=article&id=8511:pejuang-al-qassam-dua-pekan-
> meninggal-darah-masih-mengalir-&catid=123:solidaritas-
> palestina&Itemid=87
>
> Wassalaamu'alaikum wr. wb.
> Yudhie
>
> --- In [email protected], "Ita Ari Lutfiana"
> <italutfi...@...> wrote:
>>
>> Laporan Perjalanan Ust. Hilmi Aminudin dari Palestina
>>
>> Alasan HAMAS Memenangkan Perang Gaza
>>
>> Sadarkah antum bahwa berita yang kita dapatkan dalam siaran berita
> di
>> televisi maupun lembaran koran seluruh dunia seputar perang Gaza
>> rata-rata banyak sekali yang mengekspos penderitaan bangsa
> Palestina.
>> Di sisi lain sering kali kita perhatikan ditampilkannya kabar bahwa
>> seolah-olah Israel telah berhasil menang dalam peperangan yang
> mereka
>> kobarkan di Gaza . Kita berhusnudzan, barangkali apa yang dilakukan
>> media adalah cara mereka dalam memberi dukungan bagi rakyat
> Palestina.
>> Semakin nampak penderitaan bangsa Palestina di hadapan dunia, maka
>> otomatis akan semakin membangkitkan semangat pembelaan bagi rakyat
>> Palestina.
>>
>> Namun nampaknya jarang sekali kita dengar kabar yang menggembirakan
>> atas bangsa Palestina selama perang 22 hari di Gaza . Tahukah antum
>> bahwa ternyata banyak sekali Allah turunkan pertolongan- Nya bagi
>> rakyat Palestina selama perang 22 hari itu. Apa yang akan saya
>> ceritakan berikut tidak banyak diekspos oleh
>> media. Entah kenapa, atau mungkin karena apa yang mereka dapatkan
>> bukan berasal dari sumber utama para tentara pejuang kemerdekaan
>> Palestina (brigade izzudin al-qassam dan HAMAS).
>>
>> Dalam salah satu acara malam penggalangan dana untuk Palestina, Ust.
>> Hilmi Aminudin bercerita tentang pengalaman beliau ketika
> mengantarkan
>> rombongan para penyalur bantuan dari rakyat Indonesia langsung ke
>> pemerintah HAMAS di Palestina. Alhamdulillah saya beruntung dapat
>> mendengarkan cerita
>> beliau secara langsung, dan kemudian saya ceritakan kembali pada
>> teman-teman semua.
>>
>> Selama kunjungannya di Palestina, Ust. Hilmi disambut langsung oleh
>> para petinggi HAMAS. Beliau disambut di perbatasan Raffah-Mesir.
>> Beliau beserta
>> rombongan tidak diizinkan masuk ke Gaza oleh pemerintah Mesir dengan
>> alasan keamanan. Oleh karena itu, para petinggi HAMAS tersebut yang
>> akhirnya
>> menghampiri perbatasan untuk melakukan dialog. Ust. Hilmi beserta
>> rombongan pada waktu itu membawa dana segar hasil pengumpulan dana
>> dalam demonstrasi-
>> demonstrasi yang dilakukan bangsa Indonesia selama agresi Israel
>> berlangsung. Alhamdulillah, total dana yang diberikan adalah
> sebesar 2
>> juta US dollar.
>> Seolah sambil sedikit bercanda, Ust. Hilmi mengatakan bahwa uang
> yang
>> terkumpul tersebut merupakan infaknya 'minal fukhoro wal masakin'
>> (infaknya
>> orang-orang fakir dan miskin). Maksudnya tentu bukan merendahkan
> yang
>> memberikan infak itu. Melainkan memberi gambaran bahwa jika uang
> yang
>> dikumpulkan dari hasil
>> demontrasi jalanan saja bisa sampai terkumpul 2 juta dollar, maka
>> apalagi jika sudah melibatkan para agnia dan pengusaha? InsyaAllah
>> dijamin jumlahnya akan
>> berlipat lebih besar lagi.
>>
>> Dalam dialog yang berlangsung bersama para pemimpin HAMAS tersebut,
>> Ust. Hilmi banyak mendapatkan cerita kondisi yang sebenarnya dialami
>> oleh para
>> tentara al- qassam. Subhanallah. .. ternyata Allah telah banyak
>> menurunkan pertolongan dan lindungan-Nya selama perang berlangsung.
>> Sangat banyak hal yang secara akal tidak lah mungkin terjadi.
> Pertama,
>> secara kesenjataan, sudah sangat jelas bahwa perbandingan kekuatan
>> persenjataan antara HAMAS dan Israel sangatlah jauh berbeda. Dalam
>> sistem pertahanan kesenjataan, Israel menempati urutan keempat di
>> dunia setelah Amerika Serikat , China , dan Inggris. Ini pun masih
>> belum termasuk dengan bantuan militer yang diberikan Amerika Serikat
>> untuk mendukung persenjataan selama perang Gaza .
>>
>> Menurut salah satu sumber, disebutkan bahwa untuk perang Gaza ,
>> Amerika telah menyuplai persenjataan sebanyak lebih dari 60.000 ton.
>> Bantuan itu dikirim dalam ratusan buah kontainer besar. Bantuan
>> senjata ini dipercaya sebagai suplai senjata yang terbesar sepanjang
>> sejarah persekongkolan Amerika-Israel. Maka coba bandingkanlah
> dengan
>> HAMAS hanya mempersenjatai diri mereka dengan roket-roket berdaya
>> jelajah menengah dengan daya rusak yang tidak terlalu besar.
>>
>> Kedua, jika dilihat dari besarnya pasukan, HAMAS hanya memiliki
>> sekitar 15.000 personil. Sedangkan Israel memiliki 130.000 tentara
>> aktif dan lebih dari 400.000 tentara cadangan. Ketiga, dari segi
> medan
>> pertempuran, Gaza adalah kota yang terisolir. Sekelilingnya dibatasi
>> oleh tembok-tembok blokade sepanjang lebih dari 750 KM dengan
> tinggi 8
>> meter, dan di setiap 10 meternya telah siap tentara Israel di atas
> pos
>> blokade yang siap menembak mati siapapun warga Palestina yang
> mencoba
>> mendekati tembok blockade tersebut. Segala hal hampir membuat tidak
>> masuk akal bagi pejuang Palestina untuk memenangkan pertempuran.
>>
>> Beberapa hari ke belakang kita menyaksikan sama-sama berita yang
>> menceritakan aksi perayaan kemenangan yang dilakukan warga Palestina
>> baik yang di
>> jalur Gaza maupun di tepi Barat. Bagi sebagian orang barangkali
> merasa
>> heran, kemenangan macam apakah itu? Bukankah sudah lebih dari 1.200
>> orang menemui syahid, 5.000 lebih orang luka-luka, 13 masjid dibom,
>> ribuan rumah hancur, jalan dan sarana publik hancur total. Apakah
> ini
>> yang disebut dengan kemenangan? hal inilah yang tidak kita ketahui
>> kebenaran yang sesungguhnya.
>>
>> Setidaknya ada beberapa alasan yang membuat Palestina memenangkan
>> pertempuran. Para petinggi HAMAS itu bercerita, sebenarnya serangan
>> yang dilakukan Israel
>> awalnya direncakan hanya dalam 3 hari saja. Pertama kali mereka
>> menyerang melalui serangan udara pada tanggal 27 Desember 2008,
>> seharusnya menurut
>> pemikiran mereka, akan dapat menguasai sepenuhnya Gaza dalam waktu
>> tiga hari saja (29 desember 2008). Mereka berencana hanya akan
>> melakukan serangan udara
>> selama 3 hari, tanpa serangan darat, lalu pada tanggal 30-31
> Desember
>> 2008 mereka akan melakukan persiapan perayaan kemenangan dan
> perayaan
>> tahun baru di
>> Gaza .
>>
>> Dikabarkan juga pada akhir tahun 2008 tersebut, sebagian tamu
> undangan
>> yang rencananya akan menghadiri perayaan kemenangan Israel atas Gaza
>> sudah
>> bersiap di perbatasan untuk selanjutnya dapat memasuki Gaza . Tapi
>> ternyata apa yang mereka dapatkan sangat jauh dari apa yang mereka
>> bayangkan. Justru
>> perlawanan yang sangat sengit dari pejuang HAMAS lah yang mereka
>> dapatkan. Hal ini akhirnya memaksa zionis Israel untuk melakukan
>> serangkaian serangan
>> sporadis ke seluruh target. Pertempuran yang awalnya hanya
>> diperkirakan akan dimenangkan Israel dalam waktu tiga hari, ternyata
>> meleset sangat jauh dari
>> target.
>>
>> Setelah perang melewati 10 hari serangan, tentara Israel mulai
>> kehilangan konsentrasi dan fokus serangan. Sehingga serangan yang
>> awalnya ditargetkan untuk menghancurkan basis-basis perlawanan
> HAMAS,
>> akhirnya mulai berubah menjadi target rakyat sipil. Tentara Israel
>> mulai kehilangan arah sasaran. Mereka tidak tahu lagi target mana
> yang
>> harus mereka hancurkan. Dan ternyata, target-target bangunan yang
>> Israel klaim di media merupakan basis HAMAS, pada kenyataannya itu
>> tidak lain hanyalah bangunan yang kosong tidak berpenghuni, atau
>> bahkan malah target fasilitas publik dan sipil. Jika kita perhatikan
>> berita di media asing, Israel selalu berkilah bahwa target sipil
> yang
>> mereka hancurkan itu karena HAMAS sering menjadikan tempat-tempat
>> macam itu sebagai tempat perlindungan dan gudang persenjataan.
> Padahal
>> yang sebenarnya itu
>> dilakukan Israel tidak lain hanya karena sudah bingung dan tidak
> tahu
>> lagi target serangan.
>>
>> Kemudian salah satu pejabat HAMAS tersebut melanjutkan ceritanya
>> kepada Ust. Hilmi. Beliau menambahkan, bahwa ternyata pihak Israel
>> sebelumnya telah mempersiapkan pasukan elite mereka untuk berlatih
>> sebelum serangan dilakukan. Jadi apa yang mereka lakukan itu
> tentunya
>> bukan dilakukan dengan spontan, melainkan sudah melalui perencanaan
>> yang matang. Para pasukan khusus itu dilatih di sebuah tempat yang
>> kondisinya dibuat persis sama seperti keadaan di kota Gaza . Mulai
>> dari bangunan, jalan-jalan, bahkan sampai gang-gang sempit, semuanya
>> dibuat mirip seperti kota Gaza . Ini diharapkan ketika mereka
>> melakukan serangan darat, maka sudah dapat mengetahui medan
>> pertempuran dengan sebaik- baiknya. Tetapi ternyata apa yang mereka
>> dapatkan setelah terjun langsung ke medan pertempuran yang
> sebenarnya?
>> Ternyata apa yang mereka dapatkan sungguh berbeda menurut pandangan
>> mereka. Target yang awalnya sudah mereka rencanakan dan dicurigai
>> merupakan tempat persembunyian tentara pejuang Palestina ternyata
>> tidak pernah mereka temukan. Ketika mereka masuk ke bangunan atau
>> rumah yang awalnya mereka curigai sebagai markas, ternyata tidak
> lain
>> hanyalah sebuah rumah biasa milik penduduk sipil.
>>
>> Barangkali kita bertanya-bertanya dalam benak kita semua. Bagaimana
>> mungkin HAMAS tetap bisa menggalang kekuatan. Padahal sekeliling
> kota
>> Gaza sudah diblokade dengan tembok-tembok raksasa dan pos penjagaan
> di
>> tiap perbatasan. Dari mana mereka mendapatkan suplai untuk
>> persenjataan mereka? Di luar dugaan, ternyata roket-roket yang
> dibuat
>> HAMAS itu terbuat dari barang-barang bekas. Rangka roketnya terbuat
>> dari bekas tiang listrik, kabel-kabel sambungan detonatornya terbuat
>> dari kabel yang ada di rumah-rumah warga, bahan bakar roketnya
> terbuat
>> dari gula, dan hulu ledaknya terbuat dari kimia sederhana yang
> mereka
>> racik sedemikian rupa. Selain itu, suplai bahan baku senjata juga
>> mereka dapatkan melalui ratusan terowongan yang mereka buat yang
>> melintasi perbatasan.
>>
>>
>> Israel mengklaim bahwa mereka telah berhasil menghancurkan banyak
>> terowongan yang sering dimanfaatkan warga Gaza untuk transfer barang
>> dari dan ke kota Gaza . Tetapi yang perlu kita ketahui adalah
> ternyata
>> apa yang berhasil Israel hancurkan itu hanya 200 terowongan dari
> total
>> terowongan yang berjumlah 800 buah. Jadi setidaknya masih ada 600
>> terowongan yang tersisa dan belum hancur. Adapun terowongan yang
> sudah
>> hancur tersebut, pihak HAMAS menyebutkan bahwa mereka akan selesai
>> memperbaikinya kembali hanya dalam 3 bulan.
>>
>> Secara fisik, mungkin HAMAS lah yang paling banyak menderita
> kerugian.
>> Namun ini sama sekali bukanlah indikasi kekalahan HAMAS. Justru
> Israel
>> lah yang kalah! Betapa tidak, HAMAS telah membuat perlawanan yang
>> sangat sengit sehingga Israel melewati target lama pertempuran yang
>> telah direncanakan, dan akhirnya mundur dari Gaza tanpa syarat apa
>> pun. Ingat... tanpa syarat apapun!!! Justru pihak Israel lah yang
>> pertama kali mengumumkan gencatan senjata sepihak, sementara pada
> saat
>> itu HAMAS sama sekali menolak gencatan senjata dan terus memberi
>> perlawanan. Bahkan menurut kabar, lima menit sebelum Israel
>> mengumumkan gencatan senjata, HAMAS masih meluncurkan roketnya ke
>> wilayah Israel . Secara tersirat, HAMAS seolah ingin memberikan
>> ancaman pada Israel bahwa perlawanan mereka tidak pernah berhenti
>> sedikit pun dan kondisi persenjataan mereka masih dalam kondisi
> prima.
>> Perlu ditambahkan juga bahwa selama perang Gaza , HAMAS telah
>> meluncurkan sekitar 900 roket, dan itu tidak lebih hanya 1 % dari
>> total jumlah roket yang mereka miliki.
>>
>> Lebih jauh lagi, salah satu pejabat HAMAS tersebut menyampaikan
> bahwa
>> mereka sama sekali tidak membutuhkan kiriman pasukan mujahid dari
>> negara mana pun. Beliau mengatakan, "kami hanya kehilangan 48 orang
>> mujahid selama perang berlangsung, dan masih punya belasan ribu
>> pasukan yang lain." Melalui Ust. Hilmi, para pejuang HAMAS ingin
>> mengucapkan rasa terimakasih dan rasa bangga yang sebesar-besarnya
>> atas apa yang telah diupayakan rakyat Indonesia . HAMAS berharap
> bahwa
>> kalaupun ada yang ingin memberikan bantuannya kepada Palestina, maka
>> berikanlah bantuan itu dalam wujud bantuan kemanusiaan berupa
> makanan,
>> minuman, obat-obatan, pakaian, atau uang tunai. Karena sesungguhnya
>> itu yang lebih mereka butuhkan daripada mengirimkan bantuan pasukan
>> jihad.
>>
>> InsyaAllah.. . apa yang telah kita upayakan bersama ini untuk
> membantu
>> rakyat Palestina bukanlah yang terakhir kali. Masih akan datang lagi
>> bantuan-bantuan berikutnya. Pendistribusian bantuan yang dilakukan
>> secara bertahap dan tidak sekaligus memang bukan tanpa alasan. Ini
>> dikarenakan pemerintah Mesir yang berbatasan langsung dengan Gaza
>> tidak mau untuk memberikan izin masuk Gaza jika dilakukan secara
>> besar-besaran. Salah satu pihak pejabat Mesir mengatakan bahwa
> mereka
>> tidak mau ambil risiko dengan pihak Israel . Sehingga hal ini
> membuat
>> kita untuk secara bertahap dan sedikit-sedikit dalam menyalurkan
>> bantuan ke Gaza .
>>
>> Barangkali perlu juga menjadi catatan bagi kita, bahwa ternyata
>> aksi-aksi yang kita lakukan selama ini ternyata adalah aksi terbesar
>> di seluruh dunia. Di saat saudara-saudara kita di belahan dunia lain
>> harus dikejar-kejar polisi dan dijaga ribuan aparat setiap melakukan
>> aksi solidaritas, lain halnya dengan apa yang kita lakukan di
>> Indonesia . Semangat pembelaan terhadap bangsa Palestina harus terus
>> kita gelorakan di bumi manapun kita berada. Jangan pernah berhenti
>> hingga yahudi laknatullah itu pergi dari bumi jajahan mereka, dan
>> Palestina terbebaskan sepenuhnya dari cengkraman yahudi. Allahu
>> akbar!!!
>>
>> Janwar Nurdin
>> www.jnurdin. net
>>
>
> 

------------------------------------

********************************************************************
MEWUJUDKAN GENERASI ROBBANI YANG SEIMBANG IMAN, ILMU, DAN AMAL
Keluaga Remaja Islam Masjid Salman ITB, Periode 21 (2001-2002)
Kompleks Masjid Salman ITB, Jl. Ganesha 7 Bandung 40132, Indonesia
Tlp:+62-22-2503645, Fax:+62-22-2500042, http://www.masjidsalman.org
*********************************************************************Yahoo! 
Groups Links




      

Kirim email ke