Dear All,... Sekedar sharing, Nggak usah terlalu jauh melihat kesuksesan negara tetangga, kita mulai dari diri kita. Pertanyaannya; 1. Sudahkah setiap kita memberikan ASI (minimal) Eksklusif 6 bln kepada anak-anak kita? 2. Sudahkah para "Ayah" dalam milis ini mensupport istri-istri nya untuk memberikan ASI ? meskipun asi perah karena isteri bekerja? Insya Allah dengan hal yang kelihatannya kecil tapi membutuhkan kesungguhan ini, banyak hal yang dapat kita ambil manfaatnya dikemudian hari.
* So, para Ibu, Yuk kuatkan tekad menyusui /memberikan ASI untuk amanah terindah yang dititipkan pada kita*. * Pemberian ASI Ekslusif adalah Hak Anak* *Oleh : Ria Permana Sari* 13-Jan-2008, 21:07:00 WIB - [*www.kabarindonesia.com*] *Pemberian ASI (Air Susu Ibu)* *KabarIndonesia* - Pemberian ASI ekslusif, saat ini marak dikampanyekan. Di televisi pun telah ditayangkan iklan layanan masyarakatnya. Demikian pula, pihak susu formula juga gencar mempromosikan produknya, baik terselubung atau tidak. Pemberian ASI ekslusif merupakan bentuk penegakan Hak Asasi Manusia sejak dini, dalam hal ini adalah hak asasi anak. Sebagaimana dalam Konvensi Hak Anak (KHA), ada 4 hak dasar anak yaitu hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang dan berpartisipasi. Pemberian ASI ekslusif dapat dimasukkan dalam hak tumbuh kembang. Ini disebabkan pemberian ASI memberi manfaat dalam proses tumbuh kembang anak, karena: *ASI merupakan nutrisi dengan kualitas terbaik* ASI memiliki kandungan kimia/gizi yang ideal, yaitu air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan kalori. * ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh *Bayi yang baru lahir mendapatkan zat kekebalan tubuh secara alami dari ibunya melalui placenta. Namun kadar zat ini cepat sekali menurun setelah bayi lahir dan badan bayi baru membuat zat kekebalan yang cukup banyak pada usia 6 - 9 bulan. ASI merupakan cairan hidup yang mengandung zat kekebalan. Kolostrum mengandung zat kekbalan 10 - 17 kali lebih banyak dari susu matang. * ASI dapat meningkatkan kecerdasan* ASI dan menyusui secara eksklusif akan menciptakan faktor lingkungan yang optimal untuk meningkatkan kecerdasan bayi. ASI mengandung nutrien yang diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi * ASI dapat meningkatkan jalinan kasih sayang, sehingga bayi berpotensi untuk berperangai baik *Bayi yang sering berada dalam dekapan ibunya karena menyusui, masih dapat merasakan kasih sayang ibu dan mendapatkan rasa aman, tentram dan terlindungi. Perasaan inilah yang kemudian menjadi dasar perkembangan emosi bayi. Dari hal tersebut, jelaslah bahwa pemberian ASI eksklusif sesuai dalam prinsip yang terkandung dalam KHA, yaitu yang terbaik bagi anak. Sumber image: flickr.com Penelitian: ASI Meningkatkan IQ Anak<http://idrusali85.wordpress.com/2008/05/07/penelitian-asi-meningkatkan-iq-anak/> Diarsipkan di bawah: Berita Islam <http://id.wordpress.com/tag/berita-islam/>, Seputar pemikiran islam <http://id.wordpress.com/tag/seputar-pemikiran-islam/> — iaaj @ 4:11 am sumber www.hidayatullah.com Peneliti Universitas McGill menemukan bahwa bayi yang mendapat ASI memiliki hasil lebih baik pada tes IQ. Al-Quran telah memerintahkan Ibu menyusui ASI cukup lama ImageHidayatullah.com–Pemerintah Inggris menyarankan ibu menyusui anaknya sampai enam bulan Bukti baru diungkapkan oleh para ilmuwan bahwa bayi yang mendapat air susu ibu (ASI) ketika besar akan lebih cerdas dari bayi yang diberikan susu formula. Tim peneliti di Universitas McGill, Kanada, menemukan bahwa bayi yang mendapat ASI memiliki hasil lebih baik pada tes IQ pada usia enam tahun. Tetapi para peneliti tidak yakin apakah hal itu disebabkan oleh air susu ibu itu sendiri atau dari kedekatan hubungan ibu dengan bayinya ketika menyusui. Penelitian terhadap hampir 14.000 anak ini adalah yang terbaru dari serangkaian laporan yang menemukan kaitan positif ASI dan kecerdasan. Tetapi, satu masalah yang dihadapi adalah sebagian penelitian kesulitan dalam menemukan apakah hasil itu terkait dengan kebiasaan menyusui di kalangan ibu dari keluarga yang lebih makmur dan apakah keadaan sebuah keluarga menjadi faktor sebenarnya yang menentukan pembentukan kecerdasan anak. Namun studi terbaru ini memasukkan faktor tadi dengan mengikuti perkembangan anak-anak yang lahir sejumlah rumah sakit di Belarus, yang meluncurkan kampanye ASI. Mereka menemukan bayi-bayi yang diberi ASI saja selama tiga bulan pertama - banyak diantaranya juga mendapat ASI sampai 12 bulan - mencapai angka rata-rata 5,9 dalam tes IQ. Para guru juga menilai anak-anak itu memiliki kemampuan akademik lebih tinggi dalam membaca dan menulis, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapat ASI, menurut laporan Archives of General Psychiatry. Kepala penelitian itu Profesor Michael Kramer mengatakan, "Memberi ASI secara eksklusif dalam jangka panjang tampaknya mempertajam pengembangan daya pikir anak." Tetapi dia menambahkan: "Meski perbedaan itu terlihat, masih belum jelas apakah keuntungan yang kami amati dari ASI itu disebabkan oleh zat yang terdapat di dalam air susu ibu atau terkait dengan kedekatan hubungan fisik dan sosial antara ibu dan bayi dalam proses menyusui." Kecerdasan Kandungan asam lemak (fatty acid) di dalam ASI diduga meningkatkan kecerdasan, tetapi laporan itu mengatakan aspek kedekatan fisik dan batin dalam proses menyusui mungkin mendorong perubahan permanen pada otak bayi yang sedang berkembang. Para peneliti juga mengatakan menyusui bayi mungkin meningkatkan interaksi dengan kata-kata dari ibu ke anak, yang bisa membantu pengembangan kemampuan otak bayi. Namun Profesor Kramer mengatakan pemberian ASI harus terus digiatkan. Di Inggris, pemerintah merekomendasikan ibu untuk menyusui bayinya selama enam bulan pertama. Tetapi penelitian itu memperlihatkan meski tiga perempat ibu pada awalnya memberikan ASI kepada bayinya, hanya satu dari empat ibu yang tetapi memberi ASI hingga enam bulan. Rosie Dodds, dari organisasi kesehatan anak dan bayi, National Childbirth Trust, mengatakan, "Penelitian ini sudah jelas menambah bukti positif dari air susu ibu." "Dan menurut saya, yang dibutuhkan sekarang adalah upaya lebih besar untuk mendukungnya." Sebelumnya, Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) tahun 1990 di mana pasal 6 dan pasal 24 pernah menetapkan upaya pemberian makanan yang terbaik terhadap anak, termasuk susu. Sementara WHO, peneliti dan pegiat HAM baru mengusulkan dan mendesak memberikan ASI kepada anak, Islam telah menyatakan ini lebih dari 1400 tahun. Setidaknya ini tertulis dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah: 233 yang berbunyi, "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf…." [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
