hehehe...
kalo ngomongin masalah susu di milis ini.. 
gw jadi inget lagu pok ame2 ...
yang di bilang lagu yg tidak pantas di konsumsi anak2 ... 
karena ada kata2... "kalo malam minum susu...." 
 
dan kedua ngingetin gw ke masa SMA dulu 
dimana waktu itu gw beli buku dgn judul secangkir kopi dari jon pakir 
karya Emha Ainun Najib...
buku ini kumpulan dari artikel2 beliau di sebuah koran harian di jawa sana....
salah satu artikel yang menarik adalah secangkir kopi di dunia, secangkir susu 
di surga...
isi kurang lebih begini... tentang pengalaman beliau waktu tinggal di europa 
sana...
dimana beliau selama satu setengah tahun tinggal di sana hampir tiap pagi dan 
malam minum susu dan gemuklah dia... 
karena begitu murahnya harga susu di eropa sana... 
sedangkan di indonesia beliau tidak sanggup untuk tiap pagi dan malam minum 
susu.. karena mahalnya harga susu di sini... terpaksalah beliau minum kopi pagi 
dan malam... 
 
sehingga dengan bahasa sastranya beliau ungkapkan ... secangkir susu di 
Indonesia saking mahalnya ... harus nunggu dulu sampai ke surga...  
karena dalam alqur'an tidak pernah di nash-kan akan ada sungai kopi di surga... 
maka secangkir kopi yang beliau minum pagi dan malam di Indonesia seharga 
dunia... hehehe ...
 
inti dari artikel ini sebenernya mengkritik Pemerintah waktu itu yang tidak 
sanggup menyediakan susu murah buat warganya agar bisa minum susu setiap 
hari.... 
karena susu merupakan salah satu komponen penting dalam pertumbuhan manusia...

Jadi tetaplah minum susu...
terurtama untuk usia anak dalam masa pertumbuhan (1-6 tahun) pagi dan malam....
 
Mari dukung ASI Eksklusif...!!!
Dan tetap minum susu untuk anak di masa pertumbuhan....
serta anak usia seterusnya... tetap minum susu...
 
biarpun bokap nyokapnya kurus.... yang penting anak gue tumbuh gede... 
biar badan ama pinternya bisa nyaingin orang bule.... hihihi...
 
Toby Fittivaldy 
Fis2  '94
 

--- On Thu, 2/5/09, lina sri rosmawan <[email protected]> wrote:

From: lina sri rosmawan <[email protected]>
Subject: [sma1bks] Mau tingkatkan kualitas anak Bangsa? Yuk budayakan 
"menyusui" anak kita.
To: [email protected]
Date: Thursday, February 5, 2009, 4:35 AM






Dear All,...

Sekedar sharing, 
Nggak usah terlalu jauh melihat kesuksesan negara tetangga, kita mulai dari 
diri kita. 
Pertanyaannya;
1. Sudahkah setiap kita memberikan ASI (minimal) Eksklusif 6 bln kepada 
anak-anak kita?
2. Sudahkah para "Ayah" dalam milis ini mensupport istri-istri nya untuk 
memberikan ASI ? meskipun asi perah karena isteri bekerja?
Insya Allah dengan hal yang kelihatannya kecil tapi membutuhkan kesungguhan 
ini, banyak hal yang dapat kita ambil manfaatnya dikemudian hari.


So, para Ibu, Yuk kuatkan tekad menyusui /memberikan ASI untuk amanah terindah 
yang dititipkan pada kita.

Pemberian ASI Ekslusif adalah Hak Anak
Oleh : Ria Permana Sari 

13-Jan-2008, 21:07:00 WIB - [www.kabarindonesia. com]

Pemberian ASI (Air Susu Ibu)

KabarIndonesia - Pemberian ASI ekslusif, saat ini marak dikampanyekan. Di 
televisi pun telah ditayangkan iklan layanan masyarakatnya. Demikian pula, 
pihak susu formula juga gencar mempromosikan produknya, baik terselubung atau 
tidak. 

Pemberian ASI ekslusif merupakan bentuk penegakan Hak Asasi Manusia sejak dini, 
dalam hal ini adalah hak asasi anak. Sebagaimana dalam Konvensi Hak Anak (KHA), 
ada 4 hak dasar anak yaitu hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang dan 
berpartisipasi. Pemberian ASI ekslusif dapat dimasukkan dalam hak tumbuh 
kembang. Ini disebabkan pemberian ASI memberi manfaat dalam proses tumbuh 
kembang anak, karena:

ASI merupakan nutrisi dengan kualitas terbaik
ASI memiliki kandungan kimia/gizi yang ideal, yaitu air, protein, lemak, 
karbohidrat, vitamin, mineral dan kalori.

ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh
Bayi yang baru lahir mendapatkan zat kekebalan tubuh secara alami dari ibunya 
melalui placenta. Namun kadar zat ini cepat sekali menurun setelah bayi lahir 
dan badan bayi baru membuat zat kekebalan yang cukup banyak pada usia 6 - 9 
bulan. ASI merupakan cairan hidup yang mengandung zat kekebalan. Kolostrum 
mengandung zat kekbalan 10 - 17 kali lebih banyak dari susu matang.

ASI dapat meningkatkan kecerdasan
ASI dan menyusui secara eksklusif akan menciptakan faktor lingkungan yang 
optimal untuk meningkatkan kecerdasan bayi. ASI mengandung nutrien yang 
diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi

ASI dapat meningkatkan jalinan kasih sayang, sehingga bayi berpotensi untuk 
berperangai baik
Bayi yang sering berada dalam dekapan ibunya karena menyusui, masih dapat 
merasakan kasih sayang ibu dan mendapatkan rasa aman, tentram dan terlindungi. 
Perasaan inilah yang kemudian menjadi dasar perkembangan emosi bayi.

Dari hal tersebut, jelaslah bahwa pemberian ASI eksklusif sesuai dalam prinsip 
yang terkandung dalam KHA, yaitu yang terbaik bagi anak.

Sumber image: flickr.com


Penelitian: ASI Meningkatkan IQ Anak
Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 4:11 am 


sumber www.hidayatullah. com
Peneliti Universitas McGill menemukan bahwa bayi yang mendapat ASI memiliki 
hasil lebih baik pada tes IQ. Al-Quran telah memerintahkan Ibu menyusui ASI 
cukup lama
ImageHidayatullah. com–Pemerintah Inggris menyarankan ibu menyusui anaknya 
sampai enam bulan Bukti baru diungkapkan oleh para ilmuwan bahwa bayi yang 
mendapat air susu ibu (ASI) ketika besar akan lebih cerdas dari bayi yang 
diberikan susu formula.
Tim peneliti di Universitas McGill, Kanada, menemukan bahwa bayi yang mendapat 
ASI memiliki hasil lebih baik pada tes IQ pada usia enam tahun.
Tetapi para peneliti tidak yakin apakah hal itu disebabkan oleh air susu ibu 
itu sendiri atau dari kedekatan hubungan ibu dengan bayinya ketika menyusui.
Penelitian terhadap hampir 14.000 anak ini adalah yang terbaru dari serangkaian 
laporan yang menemukan kaitan positif ASI dan kecerdasan.
Tetapi, satu masalah yang dihadapi adalah sebagian penelitian kesulitan dalam 
menemukan apakah hasil itu terkait dengan kebiasaan menyusui di kalangan ibu 
dari keluarga yang lebih makmur dan apakah keadaan sebuah keluarga menjadi 
faktor sebenarnya yang menentukan pembentukan kecerdasan anak.
Namun studi terbaru ini memasukkan faktor tadi dengan mengikuti perkembangan 
anak-anak yang lahir sejumlah rumah sakit di Belarus, yang meluncurkan kampanye 
ASI.
Mereka menemukan bayi-bayi yang diberi ASI saja selama tiga bulan pertama - 
banyak diantaranya juga mendapat ASI sampai 12 bulan - mencapai angka rata-rata 
5,9 dalam tes IQ.
Para guru juga menilai anak-anak itu memiliki kemampuan akademik lebih tinggi 
dalam membaca dan menulis, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapat 
ASI, menurut laporan Archives of General Psychiatry.
Kepala penelitian itu Profesor Michael Kramer mengatakan, "Memberi ASI secara 
eksklusif dalam jangka panjang tampaknya mempertajam pengembangan daya pikir 
anak."
Tetapi dia menambahkan: "Meski perbedaan itu terlihat, masih belum jelas apakah 
keuntungan yang kami amati dari ASI itu disebabkan oleh zat yang terdapat di 
dalam air susu ibu atau terkait dengan kedekatan hubungan fisik dan sosial 
antara ibu dan bayi dalam proses menyusui."
Kecerdasan
Kandungan asam lemak (fatty acid) di dalam ASI diduga meningkatkan kecerdasan, 
tetapi laporan itu mengatakan aspek kedekatan fisik dan batin dalam proses 
menyusui mungkin mendorong perubahan permanen pada otak bayi yang sedang 
berkembang.
Para peneliti juga mengatakan menyusui bayi mungkin meningkatkan interaksi 
dengan kata-kata dari ibu ke anak, yang bisa membantu pengembangan kemampuan 
otak bayi.
Namun Profesor Kramer mengatakan pemberian ASI harus terus digiatkan.
Di Inggris, pemerintah merekomendasikan ibu untuk menyusui bayinya selama enam 
bulan pertama.
Tetapi penelitian itu memperlihatkan meski tiga perempat ibu pada awalnya 
memberikan ASI kepada bayinya, hanya satu dari empat ibu yang tetapi memberi 
ASI hingga enam bulan.
Rosie Dodds, dari organisasi kesehatan anak dan bayi, National Childbirth 
Trust, mengatakan, "Penelitian ini sudah jelas menambah bukti positif dari air 
susu ibu."
"Dan menurut saya, yang dibutuhkan sekarang adalah upaya lebih besar untuk 
mendukungnya."
Sebelumnya, Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) tahun 
1990 di mana pasal 6 dan pasal 24 pernah menetapkan upaya pemberian makanan 
yang terbaik terhadap anak, termasuk susu.
Sementara WHO, peneliti dan pegiat HAM baru mengusulkan dan mendesak memberikan 
ASI kepada anak, Islam telah menyatakan ini lebih dari 1400 tahun. Setidaknya 
ini tertulis dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah: 233 yang berbunyi, "Para ibu 
hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin 
menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada 
para ibu dengan cara ma'ruf…." [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah. com]
















      

Kirim email ke