Sekedar sharing... Cerita 1) Kemaren baru belanja bulanan,.... cukup lama memilah dan memilih barang-barang produk non Yahudi yang harus di boikot, sampai sempat mengeluh dalam hati... Ya Allah,... sulit juga ternyata untuk tidak membelanjakan uang sepeserpun ke tangan Yahudi, karena mereka telah menguasai pasar. Tapi Insya Allah, dengan menguatkan azzam, Finally I did it! Belanja bulanan dengan meniadakan produk yahudi dalam keranjang. Mungkin baru itu yang bisa saya lakukan, tapi kalau tidak dimulai dari diri sendiri, siapa lagi yang akan melaksanakan semua ini....:)
Cerita 2) Andai anda tahu, betapa seorang Yahudi sangat berhati-hati dalam membelanjakan hartanya agar jatuh ke sesama Yahudi,..... Sebuah kisah tentang seorang Yahudi yang sudah cukup lama menunggu taxi, Entah kenapa Yahudi ini tak kunjung naik Taxi yang sudah berhenti sebanya 9 kali didepannya. Dan akhirnya naik taxi ke-10. Tahukah anda? ternyata supir Taxi yang ke-10 itu adalah Yahudi. Sementara 9 yang lain tadi Non Yahudi. Begitulah,... mereka lebih baik berlama-lama menunggu taxi asalkan hartanya tetap jatuh ketangan saudaranya. (dari radio dakta) On Thu, Mar 5, 2009 at 8:29 PM, Arief Kurniawan <[email protected]> wrote: > Dari milis sebelah > > Terutama untuk menyikapi pro dan kontra tentang Palestina > > > Sabtu, 21 Februari 2009 'Izzul Islaam wal Muslimiin Oleh : Al-Habib > Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI) Dalam riwayat Ibnu Ishaq > disebutkan bahwa kemenangan Rasulullah saw dan kaum muslimin dalam Perang > Badar pada 17 Ramadhan 2 H, mengundang reaksi sinis Yahudi dari anak suku > Qoinuqo'. Mereka menyatakan kepada Nabi saw : "Hai Muhammad, jangan terlalu > bangga, sesungguhnya engkau bertemu dengan suatu kaum yang tidak punya > pengetahuan apa pun tentang perang, sehingga engkau mendapat kesempatan > menang dari mereka. Sedang kami, demi Tuhan, jika engkau memerangi kami, > niscaya engkau akan tahu bahwa sesungguhnya kami adalah manusia yang > sebenarnya !" Namun, Rasulullah saw tidak mengambil hati dengan tantangan dan > cemoohan tersebut, karena beliau berjiwa besar dan penyabar.Lalu dalam > riwayat Ibnu Hisyam diceritakan bahwa sebulan setelah Perang Badar, yaitu > pada pertengahan bulan Syawwal 2 H, seorang wanita muslimah yang sedang > berdagang di Pasar Qoinuqo' diusili oleh seorang pedagang Yahudi sehingga > tersingkap auratnya, ketika wanita tersebut marah ia justru ditertawakan > orang-orang Yahudi sepasar. Bersamaan dengan itu, seorang pemuda muslim yang > melihat kejadian itu ikut marah, lalu ia menghardik si Yahudi yang usil tadi > bahkan akhirnya ia membunuhnya. Orang-orang Yahudi di pasar tersebut murka > dan ramai-ramai mengeroyok si pemuda serta membantainya. Peristiwa tersebut > menggemparkan Kota Madinah, dan sampai kepada Rasulullah saw. Beliau pun > mengumpulkan para Sahabat untuk meneliti sabab musabbab terbunuhnya seorang > muslim di Pasar Yahudi Qoinuqo'. Setelah melalui penyelidikan yang cermat dan > mendalam, akhirnya Rasulullah saw menyimpulkan bahwa Yahudi Qoinuqo' telah > melanggar perjanjian antara mereka dengan kaum muslimin, dimana telah > disepakati sejak kedatangan Rasulullah saw ke Madinah bahwasanya mereka dan > kaum muslimin tidak boleh saling mengganggu atau membantu pihak lain yang > mengganggu. Selanjutnya, Rasulullah saw memakai baju perangnya memimpin kaum > muslimin untuk memerangi Yahudi Qoinuqo'. Selama 15 malam, wilayah Qoinuqo' > dikepung oleh kaum muslimin, ternyata mereka yang semula sombong dengan > keberanian dan kegagahan, kini ketakutan dan tidak berani untuk melawan, > sehingga akhirnya mereka menyerah dan diusir dari Madinah ke Khaibar tanpa > pertumpahan darah. Sekali lagi Rasulullah saw menunjukkan kebesaran jiwanya > dalam menghadapi Yahudi Qoinuqo'. Namun demikian, hukum tetap ditegakkan > terhadap pengkhianat perjanjian dengan tidak mengizinkan Yahudi Qoinuqo' > tinggal di sekitar Madinah lagi. Inilah ketegasan Rasulullah saw terhadap > pengkhianatan. Dari fakta sejarah di atas, ada satu pelajaran penting tentang > 'Izzul Islam wal Muslimin (Kemuliaan Islam dan Muslimin). Betapa Rasulullah > saw tidak membiarkan gangguan fisik dalam bentuk apa pun terhadap kaum > muslimin. Mengganggu seorang wanita muslimah berarti mengganggu seluruh kaum > muslimin. Melecehkan kehormatan seorang wanita muslimah berarti melecehkan > kehormatan Islam dan kaum muslimin.Tindakan yang diambil Rasulullah saw bukan > hanya untuk membela dan menjaga kehormatan si muslimah tersebut, tapi juga > untuk membela dan menjaga kehormatan seluruh muslimah agar tidak pernah lagi > dilecehkan oleh siapa pun di kemudian hari. Bahkan untuk membela dan menjaga > kehormatan Islam dan kaum muslimin selamanya. Karena itulah, Nabi saw tidak > pernah menyalahkan sang pemuda muslim yang membunuh si pedagang Yahudi yang > usil dan jahat tersebut. Kini, mari kita renungkan, andaikan Rasulullah saw > saat ini hidup di tengah-tengah kita ( - tentu saja ruh beliau selalu hidup > di tengah umatnya - ), lalu melihat apa yang dilakukan Israel kepada umatnya > di Gaza. Apa gerangan kiranya yang akan dilakukan Rasulullah saw ?! Di Gaza, > rumah-rumah kaum muslimin diluluh-lantakkan, masjid-masjid dihancurkan, harta > benda dimusnahkan, jiwa raga dilenyapkan. Bom-bom kimia dijatuhkan, ribuan > umat Islam terluka, bahkan tewas. Orang tua tak berdaya dianiaya, > wanita-wanita lemah dibunuh, anak-anak tak berdosa dibantai.Belum lagi Si > gadis kecil mungil berusia 4 tahun, Syahd namanya, ditembak saat sedang > bermain, lalu dijadikan santapan anjing. Masih ada lagi anak-anak tak berdosa > lainnya yang kehilangan tangan dan kaki atau anggota tubuh lainnya, bahkan > ada yang kehilangan kepala. Ya Rabb ! Sementara Gaza berduka, masih saja ada > umat Islam yang sibuk membela Israel dan menyalahkan Hamas. Bahkan ada yang > menyalahkan bangsa Palestina secara keseluruhan. Ada yang menyebut Palestina > keras kepala tidak mau berdamai dan mengakui Israel, lainnya lagi menyebut > Palestina sebagai sumber petaka dan maksiat. Ada lagi yang menghina bahwa > Palestina adalah bangsa yang kotor dan jorok serta tidak tahu diri. Selain > itu, masih juga ada umat Islam yang menyatakan bahwa pengiriman Mujahidin ke > Palestina sebagai tindakan gegabah dan hanya menambah beban masalah. Ada pula > yang menyindir bahwa demonstrasi untuk solidaritas Palestina sebagai tindakan > tak berarti. Sedang pemboikotan produk Israel atau produk negeri yang > mendukung Israel dikatakan sebagai kurang kerjaan dan hanya bikin susah diri > sendiri. Bahkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza pun dicerca dengan alasan di > dalam negeri masih lebih membutuhkan. Masih ditambah lagi dengan sebagian > umat di dalam mau pun di luar negeri, yang menjadikan Palestina sebagai > komiditas politik untuk kepentingan politik sesaat. Bahkan ada yang cari > keuntungan dan popularitas di tengah duka Gaza. Sementara di antara mereka > yang sudah bagus sikapnya dalam kepedulian terhadap Palestina ada yang tidak > kompak. Hanya mau kerja sendiri, karena merasa besar dan kuat. Bahkan ada > yang merasa caranya adalah yang paling bagus dan paling benar, sedang cara > yang lain salah dan tidak berguna. Laa ilaaha illallaah... ! Astaghfirullaah. > ..! Sampai kapan umat terus berdebat ?! Hanya bicara tanpa berbuat ! Innaa > Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji'uun... ! Padahal, apa saja yang kita lakukan > untuk mendukung Palestina, selama tidak langgar syariat, dari mulai Doa, > Acara Amal, Boikot, Demo, Bantuan Kemanusiaan, sampai kepada Pengiriman > Mujahidin, semuanya bagus, penting dan pasti manfaat. Yang penting, lakukan > saja semampu kita dengan ikhlas karena Allah SWT. Jangan mencela dan jangan > sekali-kali merasa kepeduliannya lebih baik dari yang lain. Bangunlah > kebersamaan dan kerjasama dalam cinta dan kasih persaudaraan Islam. Di tengah > hiruk pikuk perdebatan tak berarti, datang berita dari Asy-Syeikh Muhammad > Al-Hasan Ad-Daduw melalui salah satu stasiun televisi Arab, beliau mengatakan > bahwa seorang Ulama di kota Riyadh - Saudi Arabia mengabarkannya bahwasanya > ia telah mimpi bertemu dan melihat Rasulullah saw dalam keadaan marah, beliau > berkemas dan memakai pakaian perangnya, lalu sang Ulama dalam mimpinya > bertanya : "Hendak kemana gerangan anda wahai Rasulullah ?" Beliau pun > menjawab : "Ke Gaza !" Barangsiapa yang melihat Rasulullah saw dalam mimpi, > maka berarti ia telah melihatnya dengan sesungguhnya, karena syetan tak kuasa > untuk menyerupai Rasulullah saw dalam mimpi sekali pun, sebagaimana > diberitakan Nabi saw dalam suatu haditsnya.Ya Rabb ! Dalam mimpi pun > Rasulullah saw sangat peduli kepada umatnya, bahkan tetap memakai baju > perangnya untuk 'Izzul Islam wal Muslimin. (sumber Tabloid SUARA ISLAM edisi > 60 tgl. 10 - 24 Shafar 1430 H / 6 - 20 Februari 2009 M) > AriefK > > Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL > > ------------------------------------ > > -------------------------------------------------- > Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk > menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. > > Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, > kirim email ke [email protected] > > Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke > [email protected]! Groups Links > > > >
