Ha..ha..ha..

Sebenarnya ente mwakili 'kemarahan' kita

Lo masih tbatas. Dan, pake asterik sgala. Lha...yg gw takut yg laen jadi 
kterusan aza.

Thanks ya
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Arafat Bayu. Nugroho" <[email protected]>

Date: Tue, 12 May 2009 15:42:51 
To: <[email protected]>
Subject: RE: [sma1bks] Please, Tulislah Yang Sopan...(case's closed)


Maaf bang komar, maaf beribu maaf juga buat semua anggota milis ini
jika tulisan saya mengganggu.

Gw juga udah berusaha agar tdk vulgar dengan memberi tanda asterix dan
kaga nyebut nama atau inisial.....tapi gw belum ketemu kata2 yang tepat
buat nggambarin tingkah laku mereka.....

Gw juga mikir, ngapain gw cape2 mikirin mereka, ngumpat2 mereka, blom
tentu juga mereka mikirin gw....

 

Mohon maaf sekali lagi dan dengan e-mail ini, hapus aja email saya di
inbox saudara2, anggap kaga pernah ada, OK....

 

Maaf, 

 

abn

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of komarudin ibnu mikam
Sent: 12 Mei 2009 14:12
To: [email protected]
Subject: [sma1bks] Please, Tulislah Yang Sopan...

 






sodare-sodare.....

Gue percaya dan yakin masing-masing kita punya keyakinan dan idealisme
terhadap segala seseuatu. Apalagi dinamika politik dan aktualisasi
politik para politisi kita yang punya karakternya sendiri. masing-masing
kita berbeda seiring dengan perkembangan intelektual dan ruhiyah kita.
Di milis ini pun demikian. Siapa pun bisa bicara. Bebas dengan segala
keyakinan politiknya. Ada aktivis politik yang membela partainya sampai
mati. Ada juga yang benci politik setengah hidup. Ada juga yang gak
jelas. Kadang suka. Kadang benci. 

Jujur....sebagai bagian dari almamater. Gue bangga sama lo-lo semua
fren.....

Begitulah kita.

Berbeda. Namun tetap merawat persaudaraan.
Bertolakbelakang. Namun tetap menjalin komunikasi.
Pilihan beda. Namun tetap bercanda.

Begitulah yang saya harapkan. Kita sepakat untuk berbeda pendapat.

Tapi, please....tulislah semua opini dengan bahasa orang sekolaan. Yang
santun gitu lho...
Masa bicara politik kudu nyebut-nyebut alat sekresi manusia. walaupun
pake bintang-bintang. teteup aza, nyambung.  

maaf kalo gak berkenan......



2009/5/12 Arafat Bayu. Nugroho <[email protected]>

 

Wah, iya ya bener juga....gimana mau mimpin negara kalau mimpin keluarga
aja kg bisa....

 

Yang satu plintat-plintut-klemar-klemer-kemayu, sibuk tebar pesona,
cari2 empati dengan memposisikan sbg orang yang selalu di zalimi ...

Yang lain leadershipnya bagus, tapi gerbong dibelakangnya isinya
sebagian pesakitan/calon pesakitan/mantan pesakitan....

Yang lain leadershipnya bagus & bawa angin segar tapi kayanya tangannya
masih kotor ma darah....

Yang lain plintat-plintut juga, tukang ngambek, suka bolos sekolah
(duluuu..), koordinator preman...

Yang lain pagi2 udah deklarasikan mau jilat pant*t siapa....

Yang lain kaga solid mau jilat pant*t siapa...(sampai2 sesepuhnya turun
tangan...)

Yang lain sampai akhir masih bingung mau jilat pant*t siapa....

Terus beberapa ada yang sepakat bersinergi untuk melawan yang punya
pant*t....

Terakhir kedua orang plintat-plintut ceritanya mau gandeng tangan,
sambil jualan kursi, persetan ideologi, persetan koalisi....

 

Makin mantabbbbb deh buat golput (gabung dengan 45 juta orang Indonesia
lainnya....)

Sorry ya buat    )|( 

Thx buat mas arry atas pencerahannya....

 

abn - di cilacap ajah...

"yang sudah berketetapan hati buat contreng semua pant*t yang ada di
Pilpres 2009...."

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of arrysign
Sent: 10 Mei 2009 22:23
To: [email protected]
Subject: [sma1bks] Fenomena Partai Islam Mendukung SBY

 






setelah membaca artikel di media online terkemuka, timbul pemikiran ini.
Untuk memilih / melihat pemimpin ada baiknya melihat keluarganya, 
seperti contoh, apakah istri ber-jilbab, interesting dan akhirnya coba
search di google.image
ternyata istri2 dari pasangan JK-Wiranto semua berjilbab dan untuk SBY ?

konteks ini bukan pada capres2 tersebut, 
tapi dukungan Partai2 islam yg mendukung SBY, boleh jd waktu mereka
mendukung belum ada capres JK-wiranto,
sungguh naif sekali jika partai2 islam menafikan konsep berjilbab ini,
yg sudah sangat hakiki dalam keyakinan semestinya.




-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply.com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)




Kirim email ke