---------- Forwarded message ---------- From: Widjajono Partowidagdo <> Date: 2009/6/28 Subject: Saya hanya pengamat
Kang Tatang, Saya tidak mempunyai prasangka yang tidak baik ........ Hanya kalau melihat permasalahan perlu dipikirkan dampak2nya. Tugas saya sebagai pengamat hanya mengingatkan dampak2 apabila suatu keputusan diambil. Keputusan ada di Pengambil Keputusan. Saya teman dekat Effendi Siradjuddin dan Pak Tadjuddin Noer Said, teman dekat JK. Pak Tadjuddin meminta nasihat saya masalah Tangguh dan meminta buku baru saya untuk JK. Saya pernah diajak ke rumah Pak JK bersama Aspermigas. Pak Tajuddin senang meminta pendapat saya karena tidak ABS ( Asal Bapak Senang). Effendi dan Pak Tadjuddin dulu sering bawa2 buku saya "Mengenal Pembangunan dan Analisis Kebijakan." Saya juga memberikan buku tersebut ke Dik Hatta yang katanya diberikan ke Pak SBY. Saya juga beberapa kali dimintai pendapat oleh Partai2 lain dan mereka bisa menerima saya. Kalau tidak saya tidak mungkin dapat suara 44 dari 48 Anggota DPR waktu fit and proper test DEN (Dewan Energi Nasional). Istri saya tahun lalu diajak ikut Pak SBY ke APEC (Asia Pacific Economic Conference) di Washington. Istri saya, Ninasapti Triaswati (Tissa), dianggap penganjur Ekonomi Kerakyatan disamping Mas Edi (Prof.Dr. Sri Edi Swasono). Dia juga pernah diajak ngobrol oleh Pak Prabowo dan Pak Hasjim. Tissa mewawancarai Pak Budiono dan Bu Mega serta jadi Pembahas pada waktu Wawancara Ekonomi Para Capres yang lalu. Saya sendiri dekat dengan Mbak Meutia dan Halida Hatta (Gerindra). Saya pengagum Bung Karno, Bung Hatta dan Pak Soedjatmoko. Ayah saya teman Pak Sarwo Edhie. Tetapi terus terang kami tidak memihak. Siapapun Presidennya akan kami hormati dan kami akan menyuarakan hal yang sama. Bukankah kita bersaudara?. Salam, Widjajono Siapapun Presidennya, saya anggota DEN ( bukan minumnya teh botol lho...). Saya tidak merokok, tetapi tidak anti yang merokok.
