16 Juni 2009 • 02:32
Fakta Mengejutkan Ekonomi Indonesia (Pengakuan Kwik Kian Gie)
Sebuah acara perbincangan tentang perekonomian Indonesia serta pengaruh Asing
dalam Pilpres yang ditayangkan oleh Metro TV dalam acara ECONOMIC CHALENGGES
ternyata menarik perhatian saya karena dari perbincangan tersebut, apa yang
selama ini dikatakan bahwa perekonomian Indonesia dikatakan condong ke arah
Liberalisme ternyata benar adanya dan ini merupakan suatu fakta dilapangan,
apalagi yang berbicara adalah seorang nara sumber yang dipercaya sekaligus
Mantan Menteri Perekonomian di Era Ibu Megawati yaitu Bapak Kwik Kian Gie.
Dari perbincangan tersebut jelas sekali begitu kuatnya pengaruh asing terhadap
Bangsa Indonesia sungguh diluar perkiraan semua orang (orang awam), karena
siapapun Presidennya dinegeri ini maka mau tidak mau harus menuruti kemauan
dari Pihak Asing tersebut. Artinya semua kegiatan ekonomi Indonesia
dikendalikan oleh pihak-pihak yang biasa dikatakan sebagai Pemberi
Pinjaman/Modal.
Ada beberapa ciri dimana kuatnya pengaruh asing dalam kebijakan ekonomi menurut
versi Pak Kwik Kian Gie:
1. Tim Ekonomi Liberalkan Investasi Migas,
2. Tim Ekonomi Lebih Pro kepada Harga Minyak di Nymex daripada ICP
(Indonesia Crude Price),
3. Tim Ekonomi tak penuhi janji Reprofiling Cicilan Pokok Obligasi rekap 8
Tahun,
4. Tim Ekonomi Setujui Suku Bunga SUN 11%.
Dan yang lebih mencengangkan adalah bahwa tujuan utama mereka mencengkeramkan
pengaruhnya dinegeri ini adalah semata-mata mengeruk semua kekakayaan yang ada
dinegeri ini. Salah satu contoh bahwa kita diatur oleh mereka Bank
Dunia/IMF/CGI (dulu red) adalah ketika Menteri Perekonomian Saat itu Pak Kwik
Kian Gie yang harus berpidato di sebuah Forum Perekonomian (maaf kalau salah)
ternyata Naskah untuk Pidato sudah dibuatkan oleh team Asing (Bank Dunia)
padahal isinya sangat bertentangan sekali, dan akhirnya Pak Kwik sendiri tidak
menggunakan naskah tersebut tetapi menggantikannya dengan Naskah sendiri sesuai
fakta dilapangan.
Fakta lainnya yang mencengangkan adalah bahwa kelompok Asing ini bisa melakukan
apa saja agar kebijakan (baca kemauan) mereka bisa dituruti oleh negara negara
yang menjadi jajahan ekonominya yaitu diantaranya :
1. Negara yang menolak kemauan Pihak Asing maka akan diasingkan dari duni
luar yang artinya negara tersebut dikatakan tidak mau bekerjasama mengikuti
kebijakan perekonomia dunia.
2. Dibeberapa negara telah terjadi Pembunuhan terhadap Pimpinan negara yang
menentang kebijakan asing tersebut.
Sungguh benar rasanya bila bangsa ini harus maju maka yang diperlukan bangsa
ini adalah :
1. Sikap tegas dan keberanian untuk menentang kuatnya pengaruh asing
(intervensi) dalam konteks ini adalah Presiden nya, ya kita butuh pemimpin yang
tegas, berani dalam mengambil keputusan dengan tetap berprinsip kepada
kepentingan rakyat.
2. Mengurangi dan kalau bisa menghilangkan faktor ketergantungan terhadap
pinjaman Luar Negeri.
3. Sikap keterbukaan terhadap kebijakan ekonomi yang dilakukan, terutama
dalam hal pengertian Subsidi (arti yang sebenarnya).
4. Kemandirian bangsa dalam memajukan ekonomi Dalam Negeri sudah sepatutnya
dilaksanakan.
Semoga dalam Pilpres nanti rakyat kita benar-benar bisa mengetahui visi dan
misi ekonomi para Capres/Cawares dan tidak semata mata karena ketokohan atau
karena fisik semata tapi saat ini kita butuh PEMIMPIN YANG TEGAS, BERANI DAN
BENAR BENAR BERPIHAK KEPADA EKONOMI RAKYAT.
Sebenernya acara ini gue tonton di MetroTV dari awal sampai khatabahasan yang
menarik selama ini Presiden dan Kabinetnya bak BONEKA untuk kepentingan ASING...
Kita di jajah secara halus... selamat menikmati penjajahan modern....
Toby Fittivaldy
Fis2 '94