Yups... yang punya group DJARUM...

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   


--- On Wed, 7/1/09, Arief Kurniawan <[email protected]> wrote:

From: Arief Kurniawan <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] Memihak Petani?
To: [email protected]
Date: Wednesday, July 1, 2009, 9:06 AM











    
            
            


      
      
     Polytron indonesia loh

AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XLFrom:  komarudin ibnu 
mikam 
Date: Wed, 1 Jul 2009 12:16:48 +0700
To: <sma1...@yahoogroups .com>
Subject: Re: [sma1bks] Memihak Petani?
                           Bicara soal Jepun. Di Cikarang ada perusahaan 
Jepang. Epson namanya. Karyawannya hampir 10 ribu orang. Udah bertahun-tahun. 
Tapi, sejauh ini gue gak nemuin printer merk CIKARSON. Asli bikinan insinyur 
lulusan Epson. Perasaan gue dulu ada niat buat TRANSFER TECHNOLOGY.  Gimana 
doong.....

2009/7/1 Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ yahoo.com>


Hehehe...
rame juga...
sebenernya kalo mo ngembangin ke arah pertanian ato agropolitan. . ato 
apalah... yang sesuai potensi daerah masing-masing ...dan se-mau gw... 
yah..kita... harus pake duit sendiri... kalo duitnya minjem kaya sekarang alias 
pake hutang ke luar negeri ... ya.. ga bakalan terjadi yang namanya 
...cita-cita se-mao gw itu....wong orang yang minjemin itu pasti ada maonya... 

contohnya jepang....
berapa milyar YEN dia nanemin modal di Indonesia... tapi 1 YEN pun.... ga 
bakalan jadi pabrik juice semangka babelan, koktail timun suri kalengan yang 
cihuy... kenapa begitu??? karena itu tidak sesuai dengan tujuan mereka... 
tujuan mereka kerja sama dengan indonesia ada dua, 1. Jepang punya kepentingan 
atas Gas Alam di Indonesia sebagai bahan-bakar Nomor 2 di dunia setelah 
Minyak...(indonesia gudangnya gas alam bos..) 2. Mereka  memanfaatkan Tenaga 
kerja kita, untuk menjadi Jepang sebagai pembuat otomotif nomor wahid di dunia. 
Selama kita menuruti keinginan mereka ... mereka pasti akan menggelontorkan 
utang berapa pun... dan walaupun negara kita jago korupsi... ga bakal bisa 
lolos dari sistem audit mereka...

Jadi kita memang musti nekat... kalo mo se-mao gw... puterin uang sendiri.... 
kemplang utang luar negeri... ato kaya Korut ... yang menutup akses dari luar 
untuk mandiri... modal nuklir... ngamcem negara tetangga maksa ngasih pinjeman 
pake nuklirnya hihihi...
 namun imbasnya rakyatnya kelaparan hehehe... pasti ga ada yang mao... pasti 
lebih banyak yang memilih jadi boneka... dan diobok-obok kaya sekarang... 
industri yang tidak mem-bumi, pengembangan properti yang tidak me-rakyat.... 
dll. 

semuanya hanya untuk kpentingan segilintir orang... yang kaya... yang deket 
sama orang yang ngasih pinjeman... ketimbang nekat bilang gw mao mandiri.... 
itulah indonesia...

ga berubah dari jaman soeharto... tetap sama... neo orba... bukan 
neolib...hehehe. ..

sedih... beneeeerrrr. ......... ......... ......... ......... 

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94 


--- On Tue, 6/30/09, komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com> wrote:

From: komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com> 
Subject: Re: Re: [sma1bks] Fwd: Memihak Petani?
To: sma1...@yahoogroups .com
Date: Tuesday, June 30, 2009, 4:47 PM 

Kacau neh si Dicky. Kalo ngomong ceplas ceplos kayak reman babelan. Top 
lah....buat gue Dicky mewakili sisi bandelnya gue. Cuman, gue mau diskusinya 
jangan dilariin ke arah yang begubed begitu. Kan, bisa kita angkat menyangkut 
fenomena pertanian di negeri ini. Yang lama kelamaan kehilangan identitas. 
Kagak ada strategi kompehensif untuk mendorong pertanian menjadi THE BEST.  
Pepaya BangkokApel Amerika Ubi jalar di Thailand jadi makanan kerajaan. Di sana 
didorong orang untuk nanem ubi. Di sini, orang malu makan ubi. Lebih bergengsi 
makan kentutki or, mAk Di. Padahal semuanya itu ayam dipaksa gede. Yang 
digedein selama 12 hari.  sayur pucung gabus di Bekasi itu jadi makanan nomor 
wahid. Wah, jangan ngaku orang kaya kalu belon makan pucung gabus. Tapi, 
lihatlah sendiri....bupati Anda itu. Kagak ada sedikitpun kebijakan mikro yang 
menyentuh. Coba kalo mereka gunakan otak. Mikir gimana caranya budi daya gabus. 
Atau, budi daya belut.    Arrtinya, ada
 kelebihan lah begitu. Makanya Ky,ntar kalo Bekasi Utara terbentuk, gue gedor 
supaya dibangun Kawasan Agropolitan.  Kawasan modern metropoolis berbasi 
pertanian. Gue munculin lagi tuh betok gombang. Udang galah sembilangan. Dan 
lain-lain... .  udah ah......

2009/6/30 Dicky Kurniawan <marcial_riquelme@ yahoo.com>
Tapi ada juga bukan lulusan pertanian malah berdedikasi di bidang 
tanam-menanam. . ...
Tapi ada juga (bahkan) gak lulus sekolah tapi minat tinggi pada bidang 
tanam-menanam. ..

Memangnya kenapa kalo lulusan IPB gak kerja di dunia pertanian sesuai 
jurusannya?? ?
Gua lulusan HI pengennya juga jadi diplomat ato kerja di PBB...tapi nyasar jadi 
kulipanggul televisi.... .

Prabowo yang Jenderal aja gak pernah turun sawah jaman dulu tiba-tiba jadi 
ketua HKTI....kapan maculnya tu orang???
  It's only a transition.. .

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
 Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com
dicky.kurniawan@ gmail.com
omongkosongku. blogspot. com answerlieswithin. multiply. com   

From: "arie_iwpoke17@ yahoo.com" <arie_iwpoke17@ yahoo.com>
To: sma1...@yahoogroups .com
Sent: Monday, June 29, 2009 8:56:41 AM
Subject: Re: Re: [sma1bks] Fwd: Memihak Petani?

Maaf pak Yudi. Saya alumni IPB dan sekarang saya bekerja di perusahaan yang 
100% berhubungan dengan pertanian. Hampir 40% pekerja disini berasal dari IPB. 
Meski saya dan teman2 disini belum bisa berdedikasi penuh pada pertanian 
Indonesia. Tapi harapan itu masih ada, langkah yang di ambil memang tidak 
terlalu prestisius dan wahhh. Tapi kami sedang mencoba.

Paradigma bahwa anak muda tidak mau bekerja di ranah pertanian itu mungkin 
memang benar adanya, tapi yang kenyataan yang sebaliknya pun ada. Hanya saja 
mungkin anda belum menemui secuil aktifitas keberadaan kami.

 Regards,Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss... !From: "Yudi Setiawan" 
Date: Mon, 29 Jun 2009 08:51:38 +0700
To: <sma1...@yahoogroups .com>
Subject: Fw: Re: [sma1bks] Fwd: Memihak Petani?
Hal ini juga dapat dilihat..... .skarang mana Ada lulusan dari IPB yangMau 
bekerja untuk ngurusin masalah pertanian, perikanan atau perkebunan,Yang Ada 
mereka kerja dikantor-kantor yang nggak Ada hubungannyadengan hal tersebut.... 
.contohnya perbankan... .gimana mau maju pertanian Kita??  -------Original 
Message----- -- From: komarudin ibnu mikamDate: 6/27/2009 7:36:23 PMTo: 
sma1...@yahoogroups .comSubject: Re: [sma1bks] Fwd: Memihak Petani? Ini tema 
yang menarik. Mengapa petani miskin?

kalau dari pandangan saya, Pemerintah gagal menanamkan ke benak khalayak kalau 
menjadi petani itu pekerjaan bergengsi, popular dan gaul gitu lho....

Tanya anak2 sekarang, pekerjaan apa yang paling diidamkan. Pasti jawabannya 
MENJADI ARTIS!

Saya punya teman, aluMni sma 1. Anak seorang petani malah jadi guru dan usaha 
cetakan. Ada juga anak pengusaha tahu yang kuliah di ui, malah kerja ama jepun.


Artinya, selain pendektan peraturan dan legal formal, perlu juga pendekatan 
kultural.

Pun tetap, da;am konteks ini pendekatan strutur emang amat bermasalah. Misalnya 
kebijakan pemda kabupaten Bekasi, lebih ke industrialisasi. Bukan ke pertanian.

mana mungkin petani bisa kaya?

2009/6/27 Morry Infra <morry.infra@ gmail.com>


Opini Prof. Widjajono Partowidagdo yang lain lagi.... Tapi masih sejalan...soal 
energi... tapi nendang2 hal2 kelakuan aneh orang Indonesia...

---------- Forwarded message ----------
From: Widjajono Partowidagdo <>
Date: 2009/6/27
Subject:  Memihak Petani?
Memihak Petani?Dari jaman dulu juga Petani tidak keluar dari garis kemiskinan 
karena harga pupuk disubsidi (apalagi sebagian pupuk diekspor). Kalau mau 
mensejahterakan Petani berlakukan saja Pajak untuk Lahan Menganggur seperti di 
Jepang... Akibatnya Orang2 Kaya yang mempunyai lahan di Pedesaan mau tidak mau 
harus memberdayakan lahannya. Kalau yang mengusahakan Orang Kaya maka dia 
mempunyai akses ke Modal, Teknologi, Pasar dan informasi lainnya (paling tidak 
dia bisa mengakses internet). Orang Kaya bisa Kontrak Bagi Hasil dengan Petani, 
sehingga Petani tambah Pintar dan Sejahtera. Di Jepang tidak ada lahan 
menganggur. Kalau tidak untuk bangunan dan industri, ya untuk pertanian, taman 
dan hutan.  Kenapa produktivitas pertanian kita rendah?.. Kenapa Petani kita 
miskin?. Jawabnya adalah karena yang mengelola lahan kita adalah Petani yang 
kurang berpendidikan dan tidak mempunyai akses ke Modal, Teknologi, Pasar dan 
Informasi lainnya. Di Amerika Petani
 Kacang, Jimmy Carter, bisa jadi Presiden.   Kenapa kebanyakan Alumni IPB tidak 
jadi Petani? Mereka banyak yang kerja di Bank, jadi Wakil Rakyat, di Pemerintah 
dan sebagainya. Kenapa kursi di Fakultas Pertanian Unpad kabarnya hanya 
sepertiga terisi?. Kenapa orang Desa lebih suka jadi Pembantu, Kuli Bangunan 
dan Sopir (Baik di Kota Besar di Indonesia maupun di Malaysia dan di Negara2 
lain) daripada jadi Petani. Jawabnya karena jadi Petani untungnya kecil, bahkan 
sering rugi. Kenapa? Karena harga Produk Pertanian rendah.. Di Jepang harga 
beras 500 Yen per kilo (40 ribu). Di Niko, jagung godok 500 Yen. Di Jepang 
harga produk pertanian domestik lebih mahal dari produk impor dan Orang 
Menengah dan Kaya Jepang tetap beli produk domestik. Hanya orang miskin dan 
orang asing yang beli produk impor. Akibatnya Petani senang dan Jepang bisa Swa 
Sembada beras.  Harga produk yang rendah selalu merugikan Produsen dan 
Investor. Sebaiknya harga produk dibuat wajar saja.
 Bukankah $6,5/MMBTU hanya setara $39/barel minyak?. Akibatnya kita bisa 
mengembangkan gas secara optimal, disamping mempunyai dana dari Bagian 
Pemerintah untuk membangun Infrastruktur, meningkatkan Kualitas Informasi Migas 
untuk daerah2 yang ditawarkan, meningkatkan Kemampuan Nasinal, membangun Pabrik 
Petrokimia dan mengembangkan Energi Non Migas termasuk Energi Pedesaan.   
Dijamin, kalau harga gas $6,5/MMBTU maka CBM akan berkembang dimana mana. Kalau 
dihargai Rp. 5..500/ liter maka biodiesel dan bioetanol bisa masuk pasar 
sehingga diusahakan orang. Kalau tarif listrik 8c/KWH (bukan $6,5c/KWH) maka 
Panasbumi berkembang dimana mana. Untuk orang miskin tarif listrik tetap 
$6c/KWH, dengan syarat hanya 900 watt dan pemakaiannya hemat. Kalau boros maka 
kelebihannya $8c/KWH (Salahnya, sudah miskin boros lagi...). Bukankah listrik 
ada meternya?. Seorang teman di Singapura bilang: " Orang Kaya di Indonesia 
enak. Harga Energi dan Pangan murah. Bayar Pajak bisa
 Nego. Urusan dengan Pemerintah bisa Cincay."  Perlu disadari bahwa "Ekonomi 
Kerakyatan (Kesejahteraan) " tidak bisa jalan begitu saja. Perlu dukungan 
Peraturan2 serta Moral dan Keseriusan Stakeholders (Pemerintah, Pengusaha, 
Akademisi/ Ulama dan Rakyat). Kalau tidak, maka dia hanya merupakan "Dagangan" 
waktu Pemilu dan "Lebih Mensejahterakan" yang dagang sesudahnya.    Salam,
Widjajono


-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply .com
 0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
 nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)

 





-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply .com
0818721014-33113503
karya-karya ;
 Novel Intelijen SOA (luxima)
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
 merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)





-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply .com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)
 sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
 rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)

                                           
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke