wow... peraturan... berarti kita harus lebih kritis... bang...!!
biasanya peraturan dibuat untuk dilanggar... ato enggak ngerjaiinnya 
asal-asalan 
yang penting terpenuhi... hehehe...


Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   


--- On Wed, 7/1/09, Irzan Supriyadi <[email protected]> wrote:

From: Irzan Supriyadi <[email protected]>
Subject: RE: [sma1bks] Fwd: Bls:Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara  
buat Pertamina
To: [email protected]
Date: Wednesday, July 1, 2009, 9:11 AM











    
            
            


      
      







CSR ada dasar hukumnya di UU PT  no. 40  thn 2007 (ps
7), UU Penanaman Modal no 15 th 2007 (ps15), peraturan menteri BUMN No. 04 th
2007, lengkap dgn sanksinya. Tlg sampeyan baca2, jadi CSR bukan program tobat
kecil, tapi ini peraturan. 

   

   





From:
sma1...@yahoogroups .com [mailto:sma1bks@ yahoogroups. com] On Behalf Of Dicky
Kurniawan

Sent: Wednesday, July 01, 2009 3:42 PM

To: sma1...@yahoogroups .com

Subject: Re: [sma1bks] Fwd: Bls:Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi
Utara buat Pertamina 





   













 



Eh..tapi ini
juga ada benarnya loh Bang Komar....

Banyak juga kok kasus kayak gitu...temen ane ada yang kerja di salah satu pabrik
di Cikarang. Pabriknya sampe tutup seminggu gak produksi karena di demo orang
kampung situ. Orang kampung sono nutup akses jalan, diportal, di bikin road
block dari tong sama batu...Orang kampung situ nuntut dapet kerjaan...setelah
di tes manajemen, mereka memang tidak punya skill dan kemampuan. Yang parahnya
lagi kate temen ane nih...mereka ngotot kerja di sono karena ngerasa pabrik
tempat temen kerja, berdiri di atas lahan Mbah moyangnya!!!



Dan soal CSR, masing2 perusahaan punya ide berbeda-beda. Menurut ane CSR adalah
bentuk tobat kecil industri karena mendzalimi masyarakat sekitar..hehehe 



 

*ane setuju tu kutipan terakhir: karena biasanya kemiskinan material
selalu bersanding dengan kemiskinan mental-spiritual.* 



   

It's only a
transition.. .



Dicky Kurniawan

News Camera Person

NEWS
DIVISION

PT. Televisi
Transformasi Indonesia (TRANS TV)

Gd. Trans TV 3rd Fl.

Jl. Kapt. Tendean Kav.
12-14A

Jakarta Selatan 12790

+628174964705

marcial_riquelme@ yahoo.com

dicky.kurniawan@ gmail.com

omongkosongku. blogspot. com 

answerlieswithi
n.multiply.com 

   

  



   





   









From: komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com>

To: sma1...@yahoogroups .com

Sent: Wednesday, July 1, 2009 12:10:25 PM

Subject: Re: [sma1bks] Fwd: Bls:Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi
Utara buat Pertamina 





Thanks Mor, 





  





Saya gak percaya kalau yang jawab itu karyawan Pertamina.
Saya mikir orang ini gak sekolah kali ya.... 





Mohon maaf saya melihat gak ada ilmunya. Males ah...... 









  





2009/7/1 Morry Infra <morry.infra@ gmail.com> 









   





Bang Komar, 





  





Di-respond nich.... 





Tapi memang tajeeem..... 





  





Salam, 





Morry Infra 





+966-533214840 





----------
Forwarded message ----------

From: Eko Tjahjo P <>

Date: 2009/6/30

Subject: Bls: Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara buat Pertamina 









   


 
  
  
  Selama ini yang dipikirken cuman "rebutan kue"
  aja. Pertamina diporotin habis2an untuk bangun jalanlah...inilah. ..itulah.  
  
  
  Konsep otonomi daerah sebetulnya sudah jelas dengan adanya
  Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. 
  
  
  Karena rendahnya 'law enforcement Pemda', biasanya
  otonomi daerah selalu diplesetken manjadi "putra daerah". Pekerja
  Rig harus putra daerah walaupun pegang kunci buaya tidak biasa, konsultanpun
  harus putra daerah walaupun SD pun jarang tamat, cadangan minyakpun
  sepertinya milik putra daerah (bukan milik negara seperti UUD pasal
  33).  Dikasih sepeda masih protes. Tinggal nerima aja protes.
  Kalau nggak cocok  kan bisa minta lagi yang lain. Untuk
  pemberdayaan ekonomi setempat juga ada konsep "bapak angkat" 
  atau "kredit bersyarat sangat lunak sekali". walaupun
  konon tidak sedikit yang ngemplang. Kalau menurut saya ini bukan
  semata-mata masalah "pemerataan kue" tapi "state of
  mind" /sikap mental.. Mungkin pemberdayaan material akan lebih
  berhasil jika diiringi dengan pemberdayaan mental spritual agar lebih bisa
  mensikapi pemberian dengan rasa syukur, karena biasanya kemiskinan material
  selalu bersanding dengan kemiskinan mental-spiritual. 
  
  
    
  
  
  salam 
  
  
    
  
  
    
  
  
  etp '85 
  
  
    
  
  
    
  
  
    
  
  
    
  
  
    
  
  
    
  
  
    
  
  
    
  
  
    
  
  
  

  

  --- Pada Sen, 29/6/09, Morry Infra <morry.infra@ gmail..com>
  menulis: 
  
  
  

  Dari: Morry Infra <morry.infra@
  gmail.com>

  Topik: Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara buat Pertamina

  Tanggal: Senin, 29 Juni, 2009, 11:36 PM 
  
  
  
  
  
  ---------- Forwarded message ----------

  From: komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com>

  Date: 2009/6/30

  

  

  Pak Morry, 

   

  Saya bukannya anti terhadap pembangunan. Khususnya Pertamina. Saya pahami ini
  dalam konteks kepentingan nasional. Persoalannya, saya melihat tidak ada
  Grand skenario untuk pembangunan di wilayah pengeboran minyak. Blue print
  untuk pembangunan baik daerah maupun SDM-nya. 

   

  Sebagai contoh, rencana eksploitasi dan eksplorasi kan sudah ada jauh-jauh
  hari. Betul? Lalu, adakah progam pemerintah dan Pertamina untuk menyiapkan
  SDM-nya. Mengapa sampai sekarang gak ada SMK Perminyakan. AKAdemi
  perminyakan. Atau, apalah.... 

   

  Tidak ada program konkrit-integrated- berorientasi masa depan mempersiapkan
  SDM untuk menyongsong perubahan. Lha, sekarang ketika tereak-tereak menuntut
  hak, mereka bilang..."LIhat, apa yang bisa digunakan dalam konteks
  profesional?"

   

  "ini high invest!"

  "Ini high technologi.. ..!"

   

  Lha, jangan salahin rakyat. Mereka dibentuk. Hanya, sedikit orang nekad yang
  membentuk. 

   

  Atau, paling banter mereka bangun jalan. Segini aza udah bikin girang orang
  Bekasi Utara. Pertama, saya cukup salut. Tapi, bukankah kewajiban bikin jalan
  itu pemda?

   

  Nah, gini lho....

   

  Mau saya tuh, sebelon ngebor Pertamina datang ke rakyat.

  "Yat, gue mau ngebor neh di kebon lo....ini untuk kepentingan nasional
  lho...."

  "SIlahkan aza, kalao gue bilang gak boleh ntar gue dianggap subversif..."

  "lHA EMANG...lo sapa? Jadi rakyat mah tahu diri...." 

  "ya udah....bor sonoh. CUman pikirin 1.Lingkungan 2. orangnya 3.
  Infrastruktur  4. Legalitasnya. .."

   

  1. Lingkungan. Perhatiin perubahan lahan. Jangan ampe pembangunnan tongkang
  di Belacan nahan air yang dari Bogor. Ahirnya kampung Tanjung Air banjir.
  Jangan salahin warga kalo rame-rame bongkar jembatan. Sanitasi dan irigasi
  juga perhatiin.

   

  2. Orangnya. Buat survey dengan dana CSR. Pembangunan yang strategis dan
  integrated. Cari konsultan orang asli situ. BUkan orang Bandung. 

   

  3. Infrastruktur. Siapin jalan yang bagus. Lebar. Biar truk yang ngangkut
  mesin berat bisa langsam masuk situ. Termasuk bikin saluran air. Masa bikin
  jalan kagak bikin selokan. Belajar dimana seh?

   

  3. Legalitas. Pertamina hendaknya transparan. Berapa seh hasil produksi.
  Repotnya, sekarang kan semua yang dibor itu disalurin pake pipanisasi. Sapa
  yang tahu? Presiden juga kagak tahu kayaknya...Trus, Bagi hasil ke pemkab
  harus lebih besar.

   

   

  Waduh, maaf Pak Morry kebanyakan ya.........

  maaf kalo gak berkenan

   

   

  Komarudin ibnu mikam

  Babelan City  
  
  
  
  
  
  
  
 


e  







. 





Error! Filename not specified. 





   

















 



-- 

Komarudin Ibnu Mikam

WTS - Writer Trainer Speaker

komarmikam.multiply
.com

0818721014-33113503

karya-karya ;

Novel Intelijen SOA (luxima)

sekuntum cinta untuk istriku (GIP)

prahara buddenovsky (GIP)

dinda izinkan aku melamarmu (KBP)

sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)

nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)

merit yuk! (qultum media)

rahasia dan keutamaan jumat (qultum media) 









   





 









 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke