Iyeh bang... sebenernya ane tau bekasi punya ladang minyak itu dari bokap ane... tahun 1973 bokap ane ikutan nge-bangun jalan infrastruktur untuk ke ladang itu dibawah bendera salah satu perusahaan kontraktor yang di kelola angkatan darat jaman itu... cuma ga tau kenapa tiba2 proyek itu dihentikan setelah 2 tahun... dan disebarkan isu ... ga ada minyaknya...
kalo diliat kejadiaannya... mungkin kalo yang berhubungan dengan urusan Nasional ... ga bakal nyampe ke Lokalnya... alias orang daerah situ bisanya cuma melongo aja... atau kadang di boongin... "ga ada apa2 kok cuma proyek biasa"... kenapa begitu??? takut orang situ ikut2an dan memerdekaan diri sendiri... hehehe... contoh irian jaya... orang asing udah tau dari tahun 1940-an daerah situ gudangnya Emas... pertanyaan tau ga orang lokal situ kalo itu gudangnya emas??? jawabannya pasti tidak... yang tau belanda... makanya dia lari kesitu... setelah indonesia merdeka... maksudnya mo nguasain tuh pulau... orang asing yang lain tau kalo daerah situ banyak emasnya.. gimana caranya supaya mereka dapat emasnya... maka Indonesia disuruh dan dibiayain untuk nguasain daerah situ... dengan alasan ade belande-nye... indonesia nanya ama tuh orang asing "gimana entar gua dimata internasional ???... ntar dibilang penjajah lagi...!! kate nyeng biayain : "biarin urusan PBB dan lain2 pokoknya gw nyeng ngurusin ... itu bisa kita atur..., pokoknya elo kerjain kerjaan lo aja...!!!" maka disebarkanlah isu... bebaskan irian barat.... kalo orang asing itu langsung yang nyerang dan nguasain irian jaya ...costnya terlalu tinggi men... rumeh die jauh... dan pada jaman itu secara jarak tidak memungkinkan... jadilah indonesia alat bagi mereka... dan sampai sekarang hanya kebagian sedikit dari hasil konfirasi tingkat tinggi (nge-gali emas) tersebut. orang lokal situ.... lebih dikit lagi dapetnya... di keruk terus sampe abis... tarik mang.... hehehe... jadi kalo ngarepin orang daerah situ dikasih tau sebelum proses pendirian suatu kilang / kawasan / atau apalah yang berbau nasional kayanya kagak bakal dech... mustahal... karena memang telah dibuat skenario yang rapi... siapa aja yang boleh tau... dan orang daerah situ yang protes... itu juga sudah mereka perhitungkan... cara nyumplenya... siapa yang mereka bisa pegang... kalo emang... niat ngatur sendiri daerah (mandiri).. ya musti kaya NAD... perang di dunia ini atau seperti kerusuhan di iran yang baru2 ini terjadi itu... adalah sebuah konfirasi tingkat tinggi dari lawannya... yang luar biasa... ingat iran masih merupakan jalur penyaluran minyak mentah dari laut kaspia termurah ke eropa... demikian juga dengan afganistan merupakan jalur termurah suplai minyak mentah ke cina dan amerika.... konon kabarnya ... minyak mentah akan habis di eksplorasi sekitar tahun 2020-an ... sumber energi kedua adalah gas alam lima belas tahun kemudian menyusul habis... energi alternatif masih langka, mahal dan susah di produksi... orang yang mengembangkan air sebagai bahan bakar alternatif, yang gampang dan murah sudah mati.... katanya seh di bunuh ama saudagar-saudagar minyak.... hihihi... semua cerita gw ada dibuku dan internet lo cari aja... Toby Fittivaldy Fis2 '94 --- On Wed, 7/1/09, komarudin ibnu mikam <[email protected]> wrote: From: komarudin ibnu mikam <[email protected]> Subject: Re: [sma1bks] Fwd: Bls:Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara buat Pertamina To: [email protected] Date: Wednesday, July 1, 2009, 10:25 AM Buat Dicky, Gue gak nutup mata buat kasus kayak gitu. Cuman mari kita melihat dengan kacamata yang lebih komprehensif. Lo dan temen lo boleh salahin orang kampung situ. Cuman, kalo kita tarik ke belakang kan masalahnya jadi kompleks. Gue bilang, berkali-kali gue bilang, Pemda dan Dunia Usaha mempersiapkan secara matang pendirian kawasan industri. Atau, rencana pembangunnan yang lain sperti pengeboran migas, pelabuhan, perumahan dll. Alangkah indahnya kalau 3-5 tahun sebelum daerah itu dibangun, Pemda udah tereak ke masyarakat situ. Woooi...orang cikarang. Di sini 3 tahun lagi akan berdiri kawasan industri. Maka, siap-siap ya.....di sini bakal dibangun perusahaan anu/ Yang dibutuhkan kualifikasinya begini...begini. .. Sehingga, masyarakat udah niapin anaknya. atau mereka sendiri. Lha, ini kan kagak. Semua serba tiba-tiba. Tiba2 ada pabrik. Tiba2 ada kawasan industri. Maka terjadilah gegar budaya. Shock ! Wajarlah kemudian terjadi kayak gitu....... wah, panjang ieeuuuy..... 2009/7/1 Dicky Kurniawan <marcial_riquelme@ yahoo.com> Eh..tapi ini juga ada benarnya loh Bang Komar.... Banyak juga kok kasus kayak gitu...temen ane ada yang kerja di salah satu pabrik di Cikarang. Pabriknya sampe tutup seminggu gak produksi karena di demo orang kampung situ. Orang kampung sono nutup akses jalan, diportal, di bikin road block dari tong sama batu...Orang kampung situ nuntut dapet kerjaan...setelah di tes manajemen, mereka memang tidak punya skill dan kemampuan. Yang parahnya lagi kate temen ane nih...mereka ngotot kerja di sono karena ngerasa pabrik tempat temen kerja, berdiri di atas lahan Mbah moyangnya!!! Dan soal CSR, masing2 perusahaan punya ide berbeda-beda. Menurut ane CSR adalah bentuk tobat kecil industri karena mendzalimi masyarakat sekitar..hehehe *ane setuju tu kutipan terakhir: karena biasanya kemiskinan material selalu bersanding dengan kemiskinan mental-spiritual.* It's only a transition.. . Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 marcial_riquelme@ yahoo.com dicky.kurniawan@ gmail.com omongkosongku. blogspot. com answerlieswithin. multiply. com From: komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com> To: sma1...@yahoogroups .com Sent: Wednesday, July 1, 2009 12:10:25 PM Subject: Re: [sma1bks] Fwd: Bls:Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara buat Pertamina Thanks Mor, Saya gak percaya kalau yang jawab itu karyawan Pertamina. Saya mikir orang ini gak sekolah kali ya.... Mohon maaf saya melihat gak ada ilmunya. Males ah...... 2009/7/1 Morry Infra <morry.infra@ gmail.com> Bang Komar, Di-respond nich.... Tapi memang tajeeem..... Salam, Morry Infra +966-533214840 ---------- Forwarded message ---------- From: Eko Tjahjo P <> Date: 2009/6/30 Subject: Bls: Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara buat Pertamina Selama ini yang dipikirken cuman "rebutan kue" aja. Pertamina diporotin habis2an untuk bangun jalanlah...inilah. ..itulah. Konsep otonomi daerah sebetulnya sudah jelas dengan adanya Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Karena rendahnya 'law enforcement Pemda', biasanya otonomi daerah selalu diplesetken manjadi "putra daerah". Pekerja Rig harus putra daerah walaupun pegang kunci buaya tidak biasa, konsultanpun harus putra daerah walaupun SD pun jarang tamat, cadangan minyakpun sepertinya milik putra daerah (bukan milik negara seperti UUD pasal 33). Dikasih sepeda masih protes. Tinggal nerima aja protes. Kalau nggak cocok kan bisa minta lagi yang lain. Untuk pemberdayaan ekonomi setempat juga ada konsep "bapak angkat" atau "kredit bersyarat sangat lunak sekali". walaupun konon tidak sedikit yang ngemplang. Kalau menurut saya ini bukan semata-mata masalah "pemerataan kue" tapi "state of mind" /sikap mental.. Mungkin pemberdayaan material akan lebih berhasil jika diiringi dengan pemberdayaan mental spritual agar lebih bisa mensikapi pemberian dengan rasa syukur, karena biasanya kemiskinan material selalu bersanding dengan kemiskinan mental-spiritual. salam etp '85 --- Pada Sen, 29/6/09, Morry Infra <morry.infra@ gmail..com> menulis: Dari: Morry Infra <morry.infra@ gmail.com> Topik: Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara buat Pertamina Tanggal: Senin, 29 Juni, 2009, 11:36 PM ---------- Forwarded message ---------- From: komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com> Date: 2009/6/30 Pak Morry, Saya bukannya anti terhadap pembangunan. Khususnya Pertamina. Saya pahami ini dalam konteks kepentingan nasional. Persoalannya, saya melihat tidak ada Grand skenario untuk pembangunan di wilayah pengeboran minyak. Blue print untuk pembangunan baik daerah maupun SDM-nya. Sebagai contoh, rencana eksploitasi dan eksplorasi kan sudah ada jauh-jauh hari. Betul? Lalu, adakah progam pemerintah dan Pertamina untuk menyiapkan SDM-nya. Mengapa sampai sekarang gak ada SMK Perminyakan. AKAdemi perminyakan. Atau, apalah.... Tidak ada program konkrit-integrated- berorientasi masa depan mempersiapkan SDM untuk menyongsong perubahan. Lha, sekarang ketika tereak-tereak menuntut hak, mereka bilang..."LIhat, apa yang bisa digunakan dalam konteks profesional?" "ini high invest!" "Ini high technologi.. ..!" Lha, jangan salahin rakyat. Mereka dibentuk. Hanya, sedikit orang nekad yang membentuk. Atau, paling banter mereka bangun jalan. Segini aza udah bikin girang orang Bekasi Utara. Pertama, saya cukup salut. Tapi, bukankah kewajiban bikin jalan itu pemda? Nah, gini lho.... Mau saya tuh, sebelon ngebor Pertamina datang ke rakyat. "Yat, gue mau ngebor neh di kebon lo....ini untuk kepentingan nasional lho....." "SIlahkan aza, kalao gue bilang gak boleh ntar gue dianggap subversif..." "lHA EMANG...lo sapa? Jadi rakyat mah tahu diri...." "ya udah....bor sonoh. CUman pikirin 1.Lingkungan 2. orangnya 3. Infrastruktur 4. Legalitasnya. .." 1. Lingkungan. Perhatiin perubahan lahan. Jangan ampe pembangunnan tongkang di Belacan nahan air yang dari Bogor. Ahirnya kampung Tanjung Air banjir. Jangan salahin warga kalo rame-rame bongkar jembatan. Sanitasi dan irigasi juga perhatiin. 2. Orangnya. Buat survey dengan dana CSR. Pembangunan yang strategis dan integrated. Cari konsultan orang asli situ. BUkan orang Bandung. 3. Infrastruktur. Siapin jalan yang bagus. Lebar. Biar truk yang ngangkut mesin berat bisa langsam masuk situ. Termasuk bikin saluran air. Masa bikin jalan kagak bikin selokan. Belajar dimana seh? 3. Legalitas. Pertamina hendaknya transparan. Berapa seh hasil produksi. Repotnya, sekarang kan semua yang dibor itu disalurin pake pipanisasi. Sapa yang tahu? Presiden juga kagak tahu kayaknya...Trus, Bagi hasil ke pemkab harus lebih besar. Waduh, maaf Pak Morry kebanyakan ya......... maaf kalo gak berkenan Komarudin ibnu mikam Babelan City e . -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply .com 0818721014-33113503 karya-karya ; Novel Intelijen SOA (luxima) sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media) -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply .com 0818721014-33113503 karya-karya ; Novel Intelijen SOA (luxima) sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
