erikut ini informasi dari Suara Pembaruan, 19-06-2009. 108.000 Keluarga Miskin di Bekasi
Jumlah keluarga miskin yang tercatat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi masih mencapai 108.000 keluarga. Meski masih banyak, jumlah keluarga miskin di Kabupaten Bekasi ini mengalami penurunan dibandingkan 2008 lalu yang mencapai 115.577 keluarga. Namun, jika dihitung satu kepala keluarga lima orang, maka jumlah keluarga miskin di Kabupaten Bekasi masih di atas 500.000 orang. Padahal, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi tercatat pada 2007 sebanyak 2,7 juta jiwa. Berarti, sekitar 25 persen penduduk Bekasi masih miskin. “Hampir di semua kecamatan tersebar masyarakat yang tergolong masyarakat miskin, namun ada empat kecamatan yang tergolong memiliki banyak keluarga miskin, yaitu Kecamatan Babelan terdapat 16.000 keluarga, Tarumajaya 10.000, Muara Gembong 6.000, dan Cabangbungin 8.000 keluarga,” ujar Wakil Bupati Bekasi Darip Mulyana kepada wartawan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (18/6). Lihat dan saksikan Babelan-Muara Gembong-Cabang Bungin. Ada sejumlah titik pengeboran pertamina di sini. Pondok Makmur A. Pondok Makmur B. Buni Bakti. Belacan. Kedung. Penombo dan lain-lain. Menurut Darip, banyaknya keluarga miskin di Kabupaten Bekasi sangat kontras dengan kondisi industri yang terus tumbuh dan masyarakat mengenal Bekasi merupakan kawasan industri terbesar di Indonesia. Setiap tahunnya Kabupaten Bekasi menyetorkan uang senilai Rp 38 triliun untuk pajak dari sekitar 3.000 perusahaan kepada pemerintah pusat. “Kabupaten Bekasi ini bisa dikatakan lumbung uang, tetapi masyarakatnya banyak miskin. Sangat ironis memang,” ungkap Darip. Nah, kira-kira punya solusi gak ya?
