Solusi dan Potensi ..
Arisan BLT...
Pend. Miskin
Nilai BLT
Total
Babelan
16,000
200,000
3,200,000,000
Tarumajaya
10,000
200,000
2,000,000,000
Muaragembong
6,000
200,000
1,200,000,000
Cabangbungin
8,000
200,000
1,600,000,000
Total
8,000,000,000
Kalo dana .. tersebut bisa di kelola dan digilirkan untuk modal bersama untuk
maju... insya alloh bisa ga miskin lagi... cuma perlu kesabaran (untuk
bergiliran dari sisi yang empunya duit=orang miskin) dan pengawasan (dalam
penggunaan utk kepentingan bersama keluar dari kemiskinan=tenaga ahli) serta
pengarahan( diarahkan sesuai potensi daerah masing2=pemerintah+ahli) dari yang
ahli ...
Toby Fittivaldy
Fis2 '94
--- On Sat, 7/25/09, komarudin ibnu mikam <[email protected]> wrote:
From: komarudin ibnu mikam <[email protected]>
Subject: [sma1bks] MIgas Dikerat, Rakyat Tetap Melarat
To: [email protected]
Date: Saturday, July 25, 2009, 2:06 PM
erikut ini informasi dari Suara Pembaruan, 19-06-2009.
108.000 Keluarga Miskin di Bekasi
Jumlah keluarga miskin yang tercatat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi
masih mencapai 108.000 keluarga. Meski masih banyak, jumlah keluarga miskin di
Kabupaten Bekasi ini mengalami penurunan dibandingkan 2008 lalu yang mencapai
115.577 keluarga.
Namun, jika dihitung satu kepala keluarga lima orang, maka jumlah keluarga
miskin di Kabupaten Bekasi masih di atas 500.000 orang. Padahal, jumlah
penduduk Kabupaten Bekasi tercatat pada 2007 sebanyak 2,7 juta jiwa. Berarti,
sekitar 25 persen penduduk Bekasi masih miskin.
“Hampir di semua kecamatan tersebar masyarakat yang tergolong masyarakat
miskin, namun ada empat kecamatan yang tergolong memiliki banyak keluarga
miskin, yaitu Kecamatan Babelan terdapat 16.000 keluarga, Tarumajaya 10.000,
Muara Gembong 6.000, dan Cabangbungin 8.000 keluarga,” ujar Wakil Bupati Bekasi
Darip Mulyana kepada wartawan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (18/6).
Lihat dan saksikan Babelan-Muara Gembong-Cabang Bungin. Ada sejumlah titik
pengeboran pertamina di sini. Pondok Makmur A. Pondok Makmur B. Buni Bakti.
Belacan. Kedung. Penombo dan lain-lain.
Menurut Darip, banyaknya keluarga miskin di Kabupaten Bekasi sangat kontras
dengan kondisi industri yang terus tumbuh dan masyarakat mengenal Bekasi
merupakan kawasan industri terbesar di Indonesia. Setiap tahunnya Kabupaten
Bekasi menyetorkan uang senilai Rp 38 triliun untuk pajak dari sekitar 3.000
perusahaan kepada pemerintah pusat. “Kabupaten Bekasi ini bisa dikatakan
lumbung uang, tetapi masyarakatnya banyak miskin. Sangat ironis memang,” ungkap
Darip.
Nah, kira-kira punya solusi gak ya?