Bujugbuneng
Ikan Terbang
Minggu, 27 September 2009 05:04
BK/JOKO LUWARSO
PARA orang
tua merasa bangga kalo anaknya pinter, begitu juga Pak dan Bu Jarot,
warga Banguntapan, Yogyakarta, yang punya satu anak lelaki berumur lima
tahun. Namanya Leo. Lebaran kemaren, keluarga Jarot kedatengan
sudaranya dari Jakarta, Rohim.
”Wah, anak lu udah gede Rot?”
tanya Rohim, yang kalo namu selalu jadi “pendekar tangan kosong” (kagak
bawa oleh-oleh apa pun) tapi ngasih tipnya gede buat anak tuan rumah.
”Bukan cuman gede, tapi juga pinter,” kata Jarot, bangga.
”Syukur,
dah, gua ikut senang. Padahal, waktu hamil dia, Bu Jarot susah makan.
Berarti, Leo ini emang anak pilihan dari orang tua terpilih,” kata
Rohim, yang kalo memuji seseorang suka berlebihan, maklum, dah, dia
seorang Humas.
”Ah, Bang Rohim bisa aja. Apanya yang pilihan
Bang? Biasa-biasa aja,” kata Bu Jarot, berlagak merendah padahal
hatinya berbunga-bunga.
Jarot punya banyak binatang
peliharaan, di antaranya ikan mujaer dan ikan emas yang berada di kolam
di pekarangannya. Dia juga miara burung dara dan burun puter. Tau-tau
Jarot inget bahwa binatang piaraannya belon dikasih makan. Dia pun
nyuruh Leo buat ngasih makan tuh hewan.
”Leo, ikannya dikasih makan, Nak,” kata Jarot.
Leo ngambil kaleng bekas biskuit yang berisi makanan burung, dia raup dan dia
lempar ke kolam ikan.
”Waduh, Leo, kamu gimana sih? Itu kan makanan burung? Kenapa kamu kasih makan
ke ikan?” tanya Jarot.
”Bagus, to, Pa? Nanti ikannya ‘kan jadi bisa terbang,” jawab Leo, polos. Karuan
aja Jarot, bininya dan Rohim ketawa.
”Tuh kan? Gua bilang juga apa? Anak gua pinter kan? Imajinasinya jalan?” kata
Jarot, sedangkan Rohim cuman tersenyum. O jebod
http://www.beritakota.co.id/bujug-buneng.html
Toby Fittivaldy
Fis2 '94