Kasihan betul. Salah satu contactku lagi SAKIT FARAH. Gak ada obatnya lagi. Coba ditengokin dulu dah mpnya.
Don bi so serius dud. Dia hanya lagi narsis akut. Penyakit yang dideritanya adalah penyakit cantik. Halah semua cewek juga pengen kena penyakit ini. Berkaitan dengan ini, kebetulan aku sedang membaca chicken soup for the soul (life lesson), bab yang membahas isi sendiri cangkirmu: sayangi hidupmu, sayangi dirimu. Di sini diceritakan ada seorang yang sudah bertahuntahun menjalani terapi kanker. Kritis banget. Akhirnya pada suatu hari dia menatap tubuhnya yang tak keruan di cermin. Untuk pertama kalinya, dia merasakan perasaan yang sangat dalam dari hatinya. Dia menangis. Dengan penuh kasih sayang dia mengelap tubuhnya sambil berkata, aku sayang kamu dan terima kasih. Dia mengasihi tubuhnya tanpa syarat dan malam itu dia tidur dengan perasaan nyaman. paginya saat terbangun dengan gembira. Saat dilakukan pengecekan darah, hasilnya berbeda jauh dengan sebelumnya. Luar biasa. Dan dia juga tergerak untuk mempelajari penyembuhan china yang mirip dengan teknik penyembuhan dirinya: chi lel. Dengan sentuhan ringan atau tanpa sentuhan, dia mulai bisa membantu menyembuhkan orang lain. ***** Barang siapa yang tak menyayangi takkan disayangi Allah, demikian nabi bersabda kepada orang yang tak mencium sayang anaknya. Dan untuk bisa menyayangi orang lain, harus dimulai dari menyayangi diri sendiri. Kayaknya aku harus memperhatikan dengan sayang tubuhku yang cuma satu-satunya. Dulu aku pernah baca juga tentang terapi tidur, saat masih suka insomnia. Aku mengatakan selamat tidur kaki, selamat tidur tangan, dst. Lumayan juga membuat tubuh santai dan bisa tertidur lelap. Demikian juga saat anak atau istri sakit, istriku sering berkata.. Doain yah! Walau ibadahku belum beres semua, dengan penuh harap aku juga berdoa sambil mengusap bagian yang nyeri dari istri atau anakku: Allahumma adzhibil ba'sa rabbannaasi, isyfi wa anta syafii, laa syifaa a illa syifauka, syifa a laa yughodiru shikuma. Alhamdulillah kata istriku enakkan. (Ya Allah, belang bentong saja doa kami masih Kau kabulkan. Jadi malu nih. Terima kasih, Tuhan). ***** Yes friend, sayangi dirimu.. Dengan menyentuh dan mendoakan kebaikan untuknya. Dan bantu juga saudara kita dengan terapi sentuhan dan doa. Ay lap may badi, puulll! Wot ebot yu?
