Di butekan bang somad, ada warga baru. Biar kata dia orang daerah yang rada kuper, tapi dia ngebela-belain bergaul akrab sama penduduk asli di butekan entu. Soalnya bang somad udah ngancem, ga gaul... Pindah sonoh ke udik. Nama anaknya Billy, jadi si bapaknya dipanggil pak billy, istri si bapak ya bu billy. Kena tulah anak namanya. (gue lupa yang diceritain enya engkong dari suku apa?)
Penjual sayur keliling tiap pagi, mang usep namanya. Sudah pasti dia menjadi favorit ibu-ibu, selain dagangan lengkap, bisa diutangin dulu lagi. Bininya si Billy kebetulan lewat melihat ibu-ibu tawar menawar sambil bergosip ringan pagi itu. Pandangannya langsung tertuju pada buah eksotik dengan kulit coklat mengkilat. Dia ambil satu sambil bertanya. "ini sayur apaan, mang?" Mang usep ngejawab, "alah si ibu, masa tidak tahu. Ieu teh jengkol." "bisa dimasak apa biasanya?" Pok hindun langsung jawab tanpa disuruh, "bisa dibuat apa aja. Disemur, direndang, digoreng kering. Banyak dah. Demenan laki guah tuh." "bumbu semurnya apa sama dengan bumbu semur daging?" "sama ajah. Tapi entu jengkol direbus dulu ampe empuk, terus digedig pake ulekan. Tinggal dimasukin ke bumbu semur dah." pok hindun nyerocos terus. "ya dah, mang usep. Dibungkusin aja jengkolnya 5 rebu". Mang usep dengan sigap, melayani pesenan ibu billy. Sebab si ibu Billy ga pernah ngutang. Sementara ibu billy melihat sayuran lain. Ada yang masih berkulit keras, berwarna coklat kusam. Ia segera bertanya lagi. "kalo ini apa mang?" "aih... Si ibu... Ini sarua keneh!" Ibu billy melihat mulut pok hindun mulai terbuka, seakan mau memberi nasehat. Ia berfikir cepat dan segera bilang. "mang, bungkusin juga sarua kenehnya lima rebu, ya!" sambil memberikan uang sepuluh rebuan. Mang usep cuma bengong sambil bungkusin si "sarua keneh". Kemudian memberikan dua bungkusan itu ke bu billy. Bu billy pergi sambil menyeringai menang ke pok hindun, sedang pok hindun dan ibu-ibu lainnya mencoba menahan tawa dengan telapak tangannya. Entah apa yang terjadi saat ibu billy membuka si sarua keneh di rumah.
