ayo, mulai dari keluarga dulu, karib kerabat, tetangga, lalu teman, baru ke yg lainnya. jangan tdk silaturahmi, itu parah sekali, tdk manusiawi. jangan kebalik urutannya...nanti takut otaknya kebalik cara kerjanya. jangan ada yg terlupa....nanti dilupakan. ayo silaturahmi.
itu kata beberapa guru agama dan isi beberapa buku agama serta buku pengembangan diri. Best Regards and Wassalam, Nugon http://groups.yahoo.com/group/tarbawi_community/message/9468 "A. Setiawan" <listant2...@...> listant2000 Silaturahim itu rezeki, sudahkah kita melakukannya hari ini? Tak pernah menyangka kalau kini saya telah hampir tiga tahun menjadi Trainer sungguhan. Tepatnya pada tahun 2007 saya cukup depresi karena bisnis saya hancur total dan meninggalkan hutang di mana-mana. Hal ini membuat saya harus mencari inspirasi baru dengan silaturahim kepada kawan-kawan pengusaha supaya bisa termotivasi kembali untuk bangkit dan semangat kembali walau hutang belum terselesaikan. Malah dari silaturahim itulah perjalanan saya sebagai trainer dimulai. Ketika seorang diantara kawan yang meminta saya untuk menjadi pembicara tentang "Bangkit dari keterpurukan". Saat itu bermodal pengalaman saja saya memberanikan diri berbagi ilmu. Tetapi justru dengan pengalaman alhamdulillah para peserta merasakan manfaat training yang saya berikan. Tidak itu saja. Bahkan membawa saya ke dunia training yang sesungguhnya serta memakmurkan kembali bisnis "Network Instalation" yang saya geluti. Mengenang perjalanan saya tersadarkan bahwa Silaturahim adalah modal yang penting dalam sebuah perjalanan hidup. Betapa tanpa kita sadari, silaturahim menjadi alat untuk mempermudah mendatangkan rizki yang kita rasakan seakarang. Seorang sahabat bernama Pak Agung pernah bercerita kepada saya. Ketika beliau mendapatkan pekerjaan di Astra Honda Motor, pada awalnya berawal dari silaturahim ke seorang sahabat. Ternyata dari silaturahim yang sederhana tersebut sekarang Pak Agung telah menduduki posisi yang strategis di perusahaan tersebut. Demikian juga dengan Ita seorang wanita yang mendapatkan beasiswa untuk kuliah lantaran bertemu dengan kawan yang telah lama tidak dia jumpa. Perjalanan hidupnya yang tadinya penuh kebimbangan kemudian berubah menjadi cerah karena silaturahim atau berkunjung , mempererat tali persaudaraan dengan teman, kawan atau sahabat yang pernah dimiliki. Lantas bagaimana dengan kita sekarang? Seberapa sempat diri kita untuk berkunjung kepada saudara-saudara kita? Mungkin pekerjaan kita banyak, mungkin aktifitas kita padat, namun bukan menjadi alasan buat kita untuk tidak bersilaturahim dengan kawan, sahabat atau bahkan kerabat. Terkadang kita mungkin lebih sering silaturahim ketika kita sedang susah dan membutuhkan pertolongan. Bagaimana dengan kondisi kita yang sudah lebih baik, apakah kita masih menyambung silaturahim dengan mereka? Ketika kita menyadari silaturahim itu begitu penting. Mari kita agendakan silaturahim dengan kawan, sahabat atau kerabat terdekat kita. Dan semoga bias dari silaturahim ini mendatangkan berjuta manfaat atau bahkan memperbesar rizki kita nantinya. Salam berbagi senantiasa A.Setiawan Keep on Smile to Face the World http://TrainingGratis.co.nr ::Training Gratis untuk Indonesia Lebih baik Life Learner,Trainer & Motivator 021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan Hypnoselling with Iwan Ketan 20 Maret 2010 info : Mahmudi 021 3677 8500 http://smiletrainer.co.cc
