Bagian ini lho mas : (saya copas saja ) Sebuah pelajaran moral dan etika buat teman-teman pers, agar tidak memandang remeh akan harkat dan martabat "sasaran" berita yang selama ini selalu diperlakukan "tidak manusiawi" ... seolah mereka tidak mempunyai hidup dan hanya berfungsi sebagai etalase subjek siap untuk dipanen sebagai bahan berita. Tidak terbayang untuk kasus lainnya yang jauh lebih tidak manusiawi, spt kasus terorisme. Memang untuk kasus moral lainnya spt korupsi tentu ada perkecualian, tapi untuk kasus lainnya terutama saat yang menjadi "objek penderita" alias victim yang menjadi bahan berita, alangkah baiknya tetap berstatus John Doe atau Jane Doe, Fulan atau Fulanah, sebagai seringnya media menggunakan eufimisme "rumah ibadah" untuk menyamarkan gereja atau masjid atau klenteng dst. Masyarakat memang dewasa dan cerdas, tapi apakah lalu media berhak dan bisa berlaku tidak dewasa dan bodoh ...? rsa
Sebelum diforward ke milis kita, sebaiknya dihapus dulu karena bagian diatas membuat rancu...saya menganggap berita dari kompas.com adalah salah satu contoh dari apa yg dimaksud oleh tulisan di atas......sebaiknya diberi juga keterangan bahwa tulisan di kompas.com adalah contoh yg baik dimana wartawan tsb sudah melindungi subyek dari "eksploitasi" sebuah berita...... Ini bukan masalah saya suka atau tidak suka dgn email anda....saran saya sebaiknya lebih hati2 kalo forward email dari manapun, isi kepala tiap orang berbeda karena itu saya melakukan cross check kepada anda si pengirim email ini.....demikian semoga anda paham Salam, Sent from my blackberry® powered by INDOSAT -----Original Message----- From: "nugon19" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 06 Sep 2010 01:42:48 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [sma1bks] Re: [Koran-Digital] Berbekal Rp 50.000, Paskibra Kabur Bukannya itu kode etik jurnalistik dan amanat serta resiko yg harus ditanggung oleh setiap wartawan???Apa yg mendiskreditkan?ane ndak paham maksudnya. justru wartawan ini bagus, memberikan pesan moral kpd media massa utk mempertimbangkan obyek berita. ane sungguh ndak paham dimana mendiskreditkannya...apa yg mas Bayu pikirkan memangnya pd saat membacanya??? email ini ane dapatkan dari rekan yg memang aktif di dunia jurnalistik juga.Dan tdk ada issue yg aneh terkait email ini. jadi sekali lagi...ane sungguh tdk paham dimana yg dianggap mendiskreditkan???? yah setiap kepala punya pikiran masing-masing. in case tdk sepakat, tdk setuju, ambil yg bagusnya saja.kalau ndak suka, yah di delete saja. Wassalam, Nugon --- In [email protected], "sangbayu" <bayus...@...> wrote: > > Kalo begitu sebaiknya pemberitaan tsb tidak usah dimasukkan ke dalam email krn saya menganggapnya sbg contoh yg mendeskriditkan subyek :) > > Bayangkan kalo semua yg baca email sampiyan berpikirnya sama seperti saya, kasihan wartawannya (nama wartawan jelas2 tertulis tuh...) yg sudah berusaha menulis sesuai kaidah jurnalistik (melindungi identitas sumber) > > Salam, > > Sent from my blackberry® > powered by INDOSAT > > -----Original Message----- > From: "nugon19" nugo...@... > Sender: [email protected] > Date: Sun, 05 Sep 2010 01:36:22 > To: [email protected] > Reply-To: [email protected] > Subject: [sma1bks] Re: [Koran-Digital] Berbekal Rp 50.000, Paskibra Kabur > > memang tdk ada di versia pemberitaan ini. > --- In [email protected], "sangbayu" bayusang@ wrote: > > > > Saya baca kok gak ada nama si subyek pemberitaan mas? Hanya ada > capaska saja? Atau saya kurang teliti? > > > >
