http://groups.yahoo.com/group/warnaislam/message/10007
Ternyata wartawan dan redaksi juga manusia ... ! :-) rsa

---------- Forwarded message ----------
From: <sa...@...>
Date: 2010/12/16
Subject: [Koran-Digital] wartawan detikcom tdk ngerti bahasa inggris ???
To: "ppiin...@yahoogroups. Com" <[email protected]>, 
"koran-digi...@googlegroups. Com" <[email protected]>
Cc: [email protected]


-----Original Message-----
On Behalf Of John Doe
   Saya rasa Sang Wartawan detikcom itu baca 1 bait lalu bikin berita. Tidak 
membaca lengkap dan memahami dengan benar (atau sebuah kesengajaan?)Mari kita 
baca dokumen wikileaks dari 
atas.(http://wikileaks.de/cable/2007/03/07BEIJING1448.html) berikut saya kutip 
bagian-bagian penting: pada Point 14. ¶14. (S) On regional issues, in his 
meeting ith AFM Cui, DAS John stressed that Washington and Beijing should 
capitalize on their mutual interest in promoting stability and prosperity in 
Southeast Asia to dispel the perception that the two are competing in a 
zero-sum game. Disini John menekankan bahwa Washington dan Beijing seharusnya 
kerjasama (should) untuk kepentingan bersama dalam hal stabilitas dan 
kemakmuran Asia Tenggara. Jadi apakah RRC dan USA sudah kerjasama? Kita semua 
tidak tahu! lalu kita ke 16The United States and China must work together 
to promote democratization, economic growth and counter-terrorism in Indonesia, 
DAS John
 stressed to DG Hu. John Menekankan (Stressed To) kepada Hu, USA dan China 
musti/harus (must) kerjasama untuk memperkenalkan(lebih tepatnya meningkatkan) 
demoktrasisasi, pertumbuhan ekonomi dan kontra terorisme di Indonesia.  Jadi 
apakah RRC dan USA sudah kerjasama? Kita semua tidak tahu! LALU KITA KE 
17  ¶17. (S) Accepting that China can influence "the general direction" of 
development in Indonesia, DG Hu cautioned that Beijing must be sensitive to the 
political reality of a significant ethnic Chinese population in 
Indonesia.  Menerima (kenyataan) bahwa China dapat mempengaruhi "arah 
umum/pokok" dari pembangunan di Indonesia. Direktur Jenderal Hu was-was 
(mengingatkan/menekankan kewaspadaan) bahwa Beijing harus bersikap hati-hati 
(sensitif) pada kenyataan (realita) politik dimana ada jumlah populasi Etnis 
Chinese (Tionghoa) yang banyak di Indonesia. lalu baca lanjutannya yang masih 
satu paragraph  Beijing was "not impressed" with the
 presidents who led Indonesia the aftermath of the Asian Financial Crisis in 
the late 1990s, but has been pleased with President Yudhoyono's progress since 
taking power in 2004, DG Hu said. Dirjen Hu mengatakan, Beijing tidak 
kagum/puas (past/lampau) dengan (kinerja) presiden2 (plural/jamak) yang 
memimpin setelah krisis finansial Asia pada akhir 1990,tetapi sudah senang 
(memuji) dengan kinerja Presiden Yudhoyono sejak jadi Presiden tahun 
2004 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Sepemahaman
 saya,  bukan China ingin menggunakan etnis Tionghoa untuk menyetir Pembangunan 
Indonesia. Perhatikan kata Cautioned dalam past tense. Dan jelas harus 
dipahami, awal dari telegram itu adalah John melaporkan kepada Negaranya. Jadi 
kalimat Accepting that China can influence "the General Direction" adalah 
menggambarkan John telah menyampaikan  peryataan  kepada Hu bahwa RRC
 bisa loh menentukan arah pembangunan Indonesia.  Tetapi Hu memperingatkan John 
(Amerika) bahwa Beijing juga harus bersikap hati-hati terhadap ide tersebut 
karena kenyataan politik seperti jumlah Tionghoa yang besar di Indonesia. Ini 
menjadi jelas kalau kita baca selanjutnya bahwa Beijing tidak kagum pada 
kejadian setelah krisis akhir 1990an. Maksudnya ya, kerusuhan rasial itu. Jadi 
Beijing harus hati-hati karena khawatir dengan sepak terjangnya kalau nanti 
bisa membahayakan Etnis 
Tionghoa.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- JADI
 DARI BAGIAN MANA SI WARTAWAN BISA MENARIK KESIMPULAN SEENAKNYA BAHWA RRC AKAN 
MEMANFAATKAN ETNIS TIONGHOA UNTUK MENYETIR PEMBANGUNAN 
INDONESIA?  Kesimpulan, Kalau kita membaca dan memahami isi telegram wikileaks 
tersebut secara lengkap, maka satu-satunya kesimpulan yang bisa saya tarik 
adalah :semua berita Detik hari ini mengenai
 wikileaks Embassy USA di Beijing, hanyalah berita-berita dengan judul 
BOMBASTIS untuk menarik perhatian pembaca untuk klik. Mulai dari berita tentang 
China dan USA menekan TNI. bisa dibaca di wikileaks   Beijing should join 
Washington in pressing for better governance and accountability in the 
military, the Tentara Nasional Indonesia (TNI). Transparency in the TNI would 
reinforce and encourage transparency in Indonesia's  Beijing haruslah bergabung 
dengan Washington dalam menekan TNI bla bla bla Artinya Beijing tidak 
bergabung/belum bergabung dan Washington mengajaknya untuk bergabung. Menekan 
disini juga bukan untuk masalah negatif. Tetapi mendorong keterbukaan 
TNI. Tetapi berita2 dengan judul wikileaks tersebut tidak fatal karena isinya 
masih menjelaskan dengan benar. Terkecuali berita yang satu ini, China bisa 
menyetir arah pembangunan Indonesia. Jelas didalamnya ada "salah tangkap" 
maksud dari Bahasa Inggris tersebut.
Tidak jelas karena kualitas Bahasa Inggris si-Redaktur nya se-amburadul 
wartawan yang menulisnya. Atau, memang ada agenda khusus dari Detikcom (atau 
minimal oknum redakturnya).     -- 
"One Touch In BOX"
 
To post : [email protected]
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com
 
"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus
 
Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau 
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. 
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
“Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang 
sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.” -- Otto Von 
Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang 
lidahnya" -Ali bin Abi Talib.



-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28



      

Kirim email ke