http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/35251
http://www.detikhealth.com/read/2010/12/30/163822/1536216/763/tika-gadis-manis-yang-meninggal-karena-jadi-perokok-pasif?881104755 Kamis,
30/12/2010 16:38 WIB
Tika, Gadis Manis yang Meninggal Karena Jadi Perokok Pasif
Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, 'Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh
mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan
terkena flek paru'.
Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam statusnya di Facebook dan Twitter,
tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring
sosial.
Bagaimana teman-temannya tidak kaget, karena 10 jam yang lalu, perempuan
kelahiran 8 November 1982 itu masih sempat membuat status di Twitter dan
Facebook.
Dalam status Facebook dan akun Twitternya @tikuyuz, perempuan yang oleh
teman-temannya disapa Tika ini menulis status terakhirnya, bahwa ia sudah satu
malam berada di RS Sulianti Saroso Sunter dan sedang menunggu hasil infeksinya.
Namun tiba-tiba pada Kamis 30 Desember 2010 pukul 14.00 WIB, dikabarkan
perempuan manis tersebut telah meninggal dunia.
Tika adalah salah satu korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam
status-statusnya Tika menegaskan dia tidak merokok tapi dia adalah korban dari
asap si perokok.
Dia menulis dirinya terkena flek paru dan divonis dokter
menderita Bronchopneumonia Duplex. Meski sudah divonis menderita penyakitparu
parah, dia mengaku tidak menyerah dengan penyakit ini.
"Well, hello Bronchopneumonia Duplex! I'm not afraid of you :))," kata Tika
dalam status Twitternya pada 24 Desember 2010.
Akibat penyakitnya ini Tika mengaku berat badannya melorot hingga 35 Kg padahal
normal berat badannya 42 Kg. Penyakit ini telah membuatnya sering mengalami
sesak napas, batuk keras dan pilek.
Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun
kita bukan perokok. Sudah tak terhitung berapa banyak korban sakit paru-paru
dari orang yang bukan perokok. Terperangkap dalam lingkaran para perokok,
membuat si perokok pasif punya potensi 30 persen terkena penyakit mematikan
mulai dari flek paru hingga kanker paru-paru.
Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan
juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif
sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya
perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum
lainnya seperti bar.
Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji
dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air
liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin
dalam tubuh.
Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok.
Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung
dalam sebatang rokok.
Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia
dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk
baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil
klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.
Dilansir dari National Cancer Institute, badan internasional untuk penelitian
kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai
karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi
sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.
Diperkirakan orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker
paru-paru 20 sampai 30 persen. Tapi jika perokok pasif tersebut tinggal bersama
dengan seorang perokok aktif maka peluangnya menjadi lebih besar. Karena ada
kemungkinan orang tersebut terpapar asap rokok setiap harinya, sehingga
akumulasi dari zat-zat kimia tersebut semakin besar.
Beberapa penelitian lain menunjukkan asap rokok tak hanya menimbulkan kanker
paru-paru saja, tapi juga kanker payudara, kanker rongga sinus hidung,
leukimia, limfoma dan tumor otak pada anak-anak. Tapi masih diperlukan
penelitian lebih lanjut untuk hubungannya dengan kanker-kanker ini.
Paparan dari asap rokok ini bisa mengiritasi saluran udara dan memiliki efek
bahaya langsung terhadap jantung dan pembuluh darah. DiAmerika Serikat sendiri
perokok pasif telah menyebabkan penyakit jantung sebesar 46.000 setiap tahunnya.
Jika Anda seorang perokok pasif dan tidak ingin terkena kanker paru-paru,
sebaiknya hindari tempat-tempat yang memiliki asap rokok serta cobalah untuk
tidak terlalu dekat dengan perokok. Selain itu, perbanyak makanan yang
mengandung antioksidan dan terapkan pola hidup sehat. Dan buat para perokok
menjauhlah agar orang-orang terdekat Anda tidak menjadi korban.
(ir/up)