http://groups.yahoo.com/group/rumahilmu/message/5248Dec 21, 2010 5:02 am

Inovasi Belajar Geografi dengan SUPERPEDIA dan Open Street Map
Oleh : Reza Ervani *)

Saat tulisan ini dibuat, proses pengunduhan data dari Open Street Map untuk 
ujicoba pengembangan di Rumah Ilmu Indonesia sedang berlangsung. Besar data 
terbaru adalah sekitar 13 GB.

Inilah salah satu lagi kelebihan Open Source. Anda dapat melakukan inovasi 
sendiri dengan bermacam sumber yang sudah tersedia. 

Ide kali ini sederhana saja, yaitu membangun sebuah web geografi yang 
terintegrasi dengan SUPERPEDIA. Yang terbayang misalnya jika anda mengklik 
sebuah point di peta (yang tampilannya seperti GoogleMap) maka anda akan dapat 
langsung melihat kondisi geografis daerah tersebut, termasuk kepadatan 
penduduk, budaya, lokasi-lokasi menarik dan semacamnya.

Banyak yang tentu tidak menduga, bahwa untuk membangun sebuah web peta mandiri 
tidak diperlukan perangkat lunak yang mahal. Yang akan penulis gunakan untuk 
ujicoba adalah 3 buah perangkat lunak utama yang keseluruhannya Open Source dan 
bisa didapatkan secara bebas. 

Sistem Operasi yang digunakan adalah Ubuntu Server 10.04.1, Database yang 
digunakan adalah PostgreSQL, sementara renderer peta menggunakan Mapnik. Sekali 
lagi, semua perangkat lunak itu bersifat Open Source, dengan sedikit usaha, 
bahkan anda bisa mendapatkannya secara gratis dan tetap halal.

Yang mungkin dibutuhkan dengan spesifikasi cukup tinggi adalah sisi perangkat 
kerasnya. Minimum hardware requirement adalah server dengan memori 4 GB dan HDD 
1 TB, tapi jika anda hendak mencoba dengan data yang lebih sedikit tentu saja 
tidak harus sebesar itu. Dalam kesempatan ini penulis akan menguji kekuatan 
RAINER SERVER Dual Processor Xeon Nehalem dengan memori 8 GB dan HDD 500 GB.

Tantangan berikutnya adalah pada integrasi antara web peta dengan SUPERPEDIA 
yang berbasis MediaWiki. Ini pun bukan tidak ada contohnya. MediaWiki punya 
sebuah tool yang disebut geohack, dan hebatnya ini bersifat Open Source, 
sehingga bisa dimodifikasi sedemikian rupa. Wiki juga mengembangkan 
WikiMiniAtlas, selain penggunaan GoogleMap dan OpenStreetMap. Jadi kita bisa 
belajar banyak dari MediaWiki.

Dan tentu saja yang terberat adalah proses pengayaan data di SUPERPEDIA. Para 
siswa yang tertarik dengan geografi dapat mulai dilibatkan disini. Sambil 
jalan-jalan ke suatu tempat, mereka dapat mulai mengamati, membuka web pemetaan 
lalu melakukan pencatatan digital yang secara otomatis masuk ke SUPERPEDIA yang 
bisa diakses online di http://superpedia.rumahilmu.org 

Wah, tampaknya ini akan jadi permainan yang asyik di hari-hari ini ...

Mau ikut bermain ?

Salam,

*) Penulis adalah peneliti di Rumah Ilmu Indonesiadan  dapat dihubungi di email 
reza@... (reza[at]rumahilmuindonesia[dot]net)

versi rich text:
http://groups.yahoo.com/group/rumahilmu/message/5248Dec 21, 2010 5:02 am

Inovasi Belajar Geografi dengan SUPERPEDIA dan Open Street Map
Oleh : Reza Ervani *)

Saat tulisan ini dibuat, proses pengunduhan data dari Open Street Map untuk 
ujicoba pengembangan di Rumah Ilmu Indonesia sedang berlangsung. Besar data 
terbaru adalah sekitar 13 GB.

Inilah salah satu lagi kelebihan Open Source. Anda dapat melakukan inovasi 
sendiri dengan bermacam sumber yang sudah tersedia. 

Ide kali ini sederhana saja, yaitu membangun sebuah web geografi yang 
terintegrasi dengan SUPERPEDIA. Yang terbayang misalnya jika anda mengklik 
sebuah point di peta (yang tampilannya seperti GoogleMap) maka anda akan dapat 
langsung melihat kondisi geografis daerah tersebut, termasuk kepadatan 
penduduk, budaya, lokasi-lokasi menarik dan semacamnya.

Banyak yang tentu tidak menduga, bahwa untuk membangun sebuah web peta mandiri 
tidak diperlukan perangkat lunak yang mahal. Yang akan penulis gunakan untuk 
ujicoba adalah 3 buah perangkat lunak utama yang keseluruhannya Open Source dan 
bisa didapatkan secara bebas. 

Sistem Operasi yang digunakan adalah Ubuntu Server 10.04.1, Database yang 
digunakan adalah PostgreSQL, sementara renderer peta menggunakan Mapnik. Sekali 
lagi, semua perangkat lunak itu bersifat Open Source, dengan sedikit usaha, 
bahkan anda bisa mendapatkannya secara gratis dan tetap halal.

Yang mungkin dibutuhkan dengan spesifikasi cukup tinggi adalah sisi perangkat 
kerasnya. Minimum hardware requirement adalah server dengan memori 4 GB dan HDD 
1 TB, tapi jika anda hendak mencoba dengan data yang lebih sedikit tentu saja 
tidak harus sebesar itu. Dalam kesempatan ini penulis akan menguji kekuatan 
RAINER SERVER Dual Processor Xeon Nehalem dengan memori 8 GB dan HDD 500 GB.

Tantangan berikutnya adalah pada integrasi antara web peta dengan SUPERPEDIA 
yang berbasis MediaWiki. Ini pun bukan tidak ada contohnya. MediaWiki punya 
sebuah tool yang disebut geohack, dan hebatnya ini bersifat Open Source, 
sehingga bisa dimodifikasi sedemikian rupa. Wiki juga mengembangkan 
WikiMiniAtlas, selain penggunaan GoogleMap dan OpenStreetMap. Jadi kita bisa 
belajar banyak dari MediaWiki.

Dan tentu saja yang terberat adalah proses pengayaan data di SUPERPEDIA. Para 
siswa yang tertarik dengan geografi dapat mulai dilibatkan disini. Sambil 
jalan-jalan ke suatu tempat, mereka dapat mulai mengamati, membuka web pemetaan 
lalu melakukan pencatatan digital yang secara otomatis masuk ke SUPERPEDIA yang 
bisa diakses online di http://superpedia.rumahilmu.org 

Wah, tampaknya ini akan jadi permainan yang asyik di hari-hari ini ...

Mau ikut bermain ?

Salam,

*) Penulis adalah peneliti di Rumah Ilmu Indonesiadan  dapat dihubungi di email 
reza@... (reza[at]rumahilmuindonesia[dot]net)


      

Kirim email ke