Karl marx tepat..dia melarang ketika Agama menjadi Dogma,itu alasannya kenapa 
beragama tidak boleh berlebihan, berTUHAN dan BerAgamalah yg cukup, karena 
Tuhan punya tidak suka yg berlebihan..ini alasan kenapa tragedi 
pandegelang,temanggung akhir2 ini terjadi, smua karena 'berlebihan dan 
Dogma..smua Agama menjanjikan Surga, kita harus lebih cerdas melihat masalah 
apalagi ada unsur SARA, itu sangat sensitif di Repoblik ini..
Untuk itu 'be smart' guys !

Klo ada JIL , saya JIN jama'ah Islam NeoLIB..hahaha

-Peace-
Penulis sedang kena macet didaerah mampang, jaksel
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Arief Kurniawan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 9 Feb 2011 07:11:21 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter

Sumber :

http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/07/ahmadiyah-fpi-jil-cikeusik-twitter/

Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
Oleh: Aajap | 07 February 2011 | 23:01 WIB

Kawan, izinkan saya bercerita tenang sesuatu yang sebenarnya biasa-biasa saja 
dan mungkin tidak begitu penting. Entah, saya hanya ingin menceritakannya. 
Begini, dari dzuhur tadi timeline di twitter begitu ramai 
dengan tweet-tweetber-hastag #ahmadiyah, #fpi, dan #jil. Beritanya memang 
simpang siur. Tempo merilis bahwa jama’ah ahmadiyah dari luar daerah mendatangi 
rumah Parman, salah satu pimpinan jama’ah ahmadiyah yang rumahnya berada di 
Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik. Jama’ah yang bukan merupakan warga setempat 
itu datang dengan menggunakan dua buah kendaraan beroda empat dan membawa 
berbagai senjata tajam.

Warga desa umbulan merasa tidak nyaman dengan keadaan itu, maka mereka meminta 
jama’ah ahmadiyah untuk membubarkan diri. Namun jama’ah menolak, bahkan 
menantang. Salah satu tantangan mereka adalah, “jama’ah akan bertahan sampai 
titik darah penghabisan”. Mereka juga bilang, “lebih baik mati dari pada harus 
membubarkan diri”. Tantangan ini tentunya memancing warga yang awalnya masih 
mau kompromi, meski merasa tak nyaman.

Akhirnya warga secara massal mendatangi jama’ah. Namun ternyata jama’ah sudah 
siap menghadang dengan berbagai senjata tajam. Awal dari perkelahian ini adalah 
ketika Sarta, salah satu warga desa umbulan dibacok hingga lengan kanannya 
hampir putus. Lalu bentrokan pun tak terhindari lagi hingga memakan korban jiwa.

Selain versi Tempo, ada juga versi timeline orang-orang yang disebut-sebut 
sebagai penganut Jaringan Islam Liberal yang biasa disingkat JIL, seperti 
@syukronamin, @GunturRomli, dan @ulil. Mereka seolah mempropaganda bahwa yang 
melakukan penyerangan adalah Front Pembela Islam atau yang juga dikenal dengan 
singkatan FPI. Padahal menurut Mubarik Ahmad (@mubarik63) yangnotabene-nya 
Humas PB Ahmadiyah, FPI itu tidak ada di daerah Banten, baik itu di Serang, 
Cilegon, Cikeusik, dan sekitarnya. Tentunya argumen bahwa penyerang ahmadiyah 
itu FPI semakin terbantahkan, bahkan keluar dari tweet seorang humas ahmadiyah 
sendiri.

Ya, apapun alasannya dan siapapun pelakunya, setiap tindak kejahatan termasuk 
pembunuhan, pemitnahan, pengancaman tentu harus ditindak tegas. Saya mendukung 
agar setiap pelaku kejahatan khususnya dalam kasus ini diadili dengan fair dan 
seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Apakah itu FPI, warga Cikeusik, jama’ah 
ahmadiyah yang selalu didukung jil itu, atau mungkin JIL dan siapapun itu. 
Siapapun dia harus dihukum bila terbukti bersalah. Semoga hukum dapat dijunjung 
tinggi dan keadilan dapat tegak di negeri ini.

Di sela-sela hiruk-pikuk timeline twitter tersebut, adzan ashar terdengar. Saya 
pun mengingatkan khalayak tweeps untuk menunaikan shalat ashar. Begini 
bunyitweet saya : “eh, Ashar! ayo sholat :) cc: @syukronamin @sukroanonim 
@ssirah @ulil @gunturromli | Menurut kalian shalat masih wajib, kan?  ;))“. 
Memang agak nyeleneh. Maksud saya hanyalah untuk mengingatkan, karena 
aliran timeline yang begitu deras sangat berpeluang untuk melenakan dan membuat 
kita lupa waktu.

Namun apa yang terjadi? @GunturRomli malah membalas tweet-ku dengan nada yang 
saya tak mau menginterpretasikannya. Saya khawatir penafsiran saya nantinya 
malah menjebak saya dalam statement yang blunder. Begini jawaban @GunturRomli 
tersebut : “Ngajak sholat stlah buruh orang?”. Sepertinya ia mengetik dengan 
begitu cepatnya hingga ada kesalahan. Kalau boleh menebak, mungkin teks yang 
ingin Ia ketik adalah seperti ini : “Ngajak sholat setelah bunuh orang?”.

Saya tentu tersentak. Dan karena tak tega menafsirkan balasan tersebut, saya 
(@aajap) hanya bertanya pada @GunturRomli, dengan teks seperti ini : “Maaf. 
Saya yang mengajak shalat. Maksudnya yang mengajak shalat setelah membunuh, 
apa?RT @GunturRomli: Ngaja… (cont) http://deck.ly/~efI8X”

Lama saya menunggu, balasan belum juga tiba. Akhirya sekitar satu jam lebih 
setelah pertanyaan tersebut saya ajukan pada @GunturRomli, saya pancing dengan 
pertanyaan yang harapannya dapat membuat ia segera membalas. Seperti ini, 
pancingan saya : “@gunturromli koq ga mau jawab? Siapa yang ngajak shalat 
setelah bunuh orang? Atau ga bisa tanggung jawab ma tweet sendiri ya? ;))“. 
Tweet seperti ini seharusnya membuat ia malu dan merasa harus membuktikan bahwa 
ia tak asal ucap dan bisa mempertanggung-jawabkan tweet-nya. Namun ternyata 
tidak. Semoga ini bukan berarti ia tak tahu malu. :D

Akhirnya saya tutup perbincangan tersebut dengan sebuah pertanyaan retoris 
:“@gunturromli masih ga mau jawab, siapa yang ngajak shalat setelah bunuh 
orang? Bisa tanggung jawab ma isi tweet sendiri ga sih, dia itu? ;))“. Yang 
tentunya tidak juga ia gubris.

Beberapa saat setelah itu, saya coba untuk membuka page-nya @GunturRomli. 
Ternyata  akun saya (@aajap) sudah diblokir oleh beliau. Hmmm… Ternyata seperti 
ini mental orang-orang yang katanya #jil itu. Suka mencela pemblokiran, padahal 
mereka juga doyan nge-block. Suka mengolok-olok ulama dengan dalih mengkritik, 
tapi ketika ditanya tentang statement-nya sendiri, seperti itu sikapnya. Hal 
serupa juga dilakukan @ulil ketika saya memprotes statement @ulil yang 
mengatakan bahwa kitab tradisi Islam itu porno. Semoga hal yang dilakukan 
@GunturRomli dan @ulil tersebut bukan dikarenakan pengaruh buruknya masa kecil 
mereka.

Pelajaran yang paling berharga dari kejadian ini adalah, berpikirlah sebelum 
men-tweet, pastikan apa yang kau tweet dapat kau pertanggung-jawabkan. Jangan 
asal bunyi alias asbun seperti pekicau-pekicau di sekitar kita yang tak perlu 
saya sebutkan lagi identitasnya. Yang pasti saya bersyukur karena saya bukan 
bagian dari FPI, dan jauh lebih bersyukur lagi karena saya juga bukan bagian 
dari JIL ataupun Ahmadiyah.

Sekian, Wallahu’alam. 
AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone

------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links





------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke