Selalunya kamu ragu.... udah jelas....
Mungkin anggota milist ini udah pada tahu kenapa kamu ragu...
Bukan soal track record FPI-nya.... tetapi kamunya.... he.e..e.ee.

Salam,
Morry Infra

2011/2/9 Beto FLP <[email protected]>

>
>
>  Kenapa saya ragu ya? considering FPI's track record and their dispute
> with Ahmadiyah where for several time there was a physical contact between
> them and FPI always "Win" of course :D
>
>  ------------------------------
> *From:* Arief Kurniawan <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wed, February 9, 2011 3:45:08 PM
>
> *Subject:* Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
>
> Woiiii, Lagi nyetir ngga boleh BB an bahaya.
>
> 1. Bisa ditangkep pulisi
> 2. Bisa kecelakaan kayak filmnya Will Smith
> 3. Bisa bikin jari2 kaku
>
>
> Peace juga ;p
>
>
> AriefK
>
> Sent from my NerdBerry® freakz smartphone
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 08:28:28
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
>
> Karl marx tepat..dia melarang ketika Agama menjadi Dogma,itu alasannya
> kenapa beragama tidak boleh berlebihan, berTUHAN dan BerAgamalah yg cukup,
> karena Tuhan punya tidak suka yg berlebihan..ini alasan kenapa tragedi
> pandegelang,temanggung akhir2 ini terjadi, smua karena 'berlebihan dan
> Dogma..smua Agama menjanjikan Surga, kita harus lebih cerdas melihat masalah
> apalagi ada unsur SARA, itu sangat sensitif di Repoblik ini..
> Untuk itu 'be smart' guys !
>
> Klo ada JIL , saya JIN jama'ah Islam NeoLIB..hahaha
>
> -Peace-
> Penulis sedang kena macet didaerah mampang, jaksel
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: "Arief Kurniawan" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 9 Feb 2011 07:11:21
> To: <[email protected]>; <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
>
> Sumber :
>
> http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/07/ahmadiyah-fpi-jil-cikeusik-twitter/
>
> Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter
> Oleh: Aajap | 07 February 2011 | 23:01 WIB
>
> Kawan, izinkan saya bercerita tenang sesuatu yang sebenarnya biasa-biasa
> saja dan mungkin tidak begitu penting. Entah, saya hanya ingin
> menceritakannya. Begini, dari dzuhur tadi timeline di twitter begitu ramai
> dengan tweet-tweetber-hastag #ahmadiyah, #fpi, dan #jil. Beritanya memang
> simpang siur. Tempo merilis bahwa jama’ah ahmadiyah dari luar daerah
> mendatangi rumah Parman, salah satu pimpinan jama’ah ahmadiyah yang rumahnya
> berada di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik. Jama’ah yang bukan merupakan
> warga setempat itu datang dengan menggunakan dua buah kendaraan beroda empat
> dan membawa berbagai senjata tajam.
>
> Warga desa umbulan merasa tidak nyaman dengan keadaan itu, maka mereka
> meminta jama’ah ahmadiyah untuk membubarkan diri. Namun jama’ah menolak,
> bahkan menantang. Salah satu tantangan mereka adalah, “jama’ah akan bertahan
> sampai titik darah penghabisan”. Mereka juga bilang, “lebih baik mati dari
> pada harus membubarkan diri”. Tantangan ini tentunya memancing warga yang
> awalnya masih mau kompromi, meski merasa tak nyaman.
>
> Akhirnya warga secara massal mendatangi jama’ah. Namun ternyata jama’ah
> sudah siap menghadang dengan berbagai senjata tajam. Awal dari perkelahian
> ini adalah ketika Sarta, salah satu warga desa umbulan dibacok hingga lengan
> kanannya hampir putus. Lalu bentrokan pun tak terhindari lagi hingga memakan
> korban jiwa.
>
> Selain versi Tempo, ada juga versi timeline orang-orang yang disebut-sebut
> sebagai penganut Jaringan Islam Liberal yang biasa disingkat JIL, seperti
> @syukronamin, @GunturRomli, dan @ulil. Mereka seolah mempropaganda bahwa
> yang melakukan penyerangan adalah Front Pembela Islam atau yang juga dikenal
> dengan singkatan FPI. Padahal menurut Mubarik Ahmad (@mubarik63)
> yangnotabene-nya Humas PB Ahmadiyah, FPI itu tidak ada di daerah Banten,
> baik itu di Serang, Cilegon, Cikeusik, dan sekitarnya. Tentunya argumen
> bahwa penyerang ahmadiyah itu FPI semakin terbantahkan, bahkan keluar
> dari tweet seorang humas ahmadiyah sendiri.
>
> Ya, apapun alasannya dan siapapun pelakunya, setiap tindak kejahatan
> termasuk pembunuhan, pemitnahan, pengancaman tentu harus ditindak tegas.
> Saya mendukung agar setiap pelaku kejahatan khususnya dalam kasus ini
> diadili dengan fair dan seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Apakah itu FPI,
> warga Cikeusik, jama’ah ahmadiyah yang selalu didukung jil itu, atau mungkin
> JIL dan siapapun itu. Siapapun dia harus dihukum bila terbukti bersalah.
> Semoga hukum dapat dijunjung tinggi dan keadilan dapat tegak di negeri ini.
>
> Di sela-sela hiruk-pikuk timeline twitter tersebut, adzan ashar terdengar.
> Saya pun mengingatkan khalayak tweeps untuk menunaikan shalat ashar. Begini
> bunyitweet saya : “eh, Ashar! ayo sholat :) cc: @syukronamin @sukroanonim
> @ssirah @ulil @gunturromli | Menurut kalian shalat masih wajib, kan?  ;))“.
> Memang agak nyeleneh. Maksud saya hanyalah untuk mengingatkan, karena
> aliran timeline yang begitu deras sangat berpeluang untuk melenakan dan
> membuat kita lupa waktu.
>
> Namun apa yang terjadi? @GunturRomli malah membalas tweet-ku dengan nada
> yang saya tak mau menginterpretasikannya. Saya khawatir penafsiran saya
> nantinya malah menjebak saya dalam statement yang blunder. Begini jawaban
> @GunturRomli tersebut : “Ngajak sholat stlah buruh orang?”. Sepertinya ia
> mengetik dengan begitu cepatnya hingga ada kesalahan. Kalau boleh menebak,
> mungkin teks yang ingin Ia ketik adalah seperti ini : “Ngajak sholat setelah
> bunuh orang?”.
>
> Saya tentu tersentak. Dan karena tak tega menafsirkan balasan tersebut,
> saya (@aajap) hanya bertanya pada @GunturRomli, dengan teks seperti ini
> : “Maaf. Saya yang mengajak shalat. Maksudnya yang mengajak shalat setelah
> membunuh, apa?RT @GunturRomli: Ngaja… (cont) http://deck.ly/~efI8X”
>
> Lama saya menunggu, balasan belum juga tiba. Akhirya sekitar satu jam lebih
> setelah pertanyaan tersebut saya ajukan pada @GunturRomli, saya pancing
> dengan pertanyaan yang harapannya dapat membuat ia segera membalas. Seperti
> ini, pancingan saya : “@gunturromli koq ga mau jawab? Siapa yang ngajak
> shalat setelah bunuh orang? Atau ga bisa tanggung jawab ma tweet sendiri ya?
> ;))“. Tweet seperti ini seharusnya membuat ia malu dan merasa harus
> membuktikan bahwa ia tak asal ucap dan bisa
> mempertanggung-jawabkan tweet-nya. Namun ternyata tidak. Semoga ini bukan
> berarti ia tak tahu malu. :D
>
> Akhirnya saya tutup perbincangan tersebut dengan sebuah pertanyaan retoris
> :“@gunturromli masih ga mau jawab, siapa yang ngajak shalat setelah bunuh
> orang? Bisa tanggung jawab ma isi tweet sendiri ga sih, dia itu? ;))“. Yang
> tentunya tidak juga ia gubris.
>
> Beberapa saat setelah itu, saya coba untuk membuka page-nya @GunturRomli.
> Ternyata  akun saya (@aajap) sudah diblokir oleh beliau. Hmmm… Ternyata
> seperti ini mental orang-orang yang katanya #jil itu. Suka mencela
> pemblokiran, padahal mereka juga doyan nge-block. Suka mengolok-olok ulama
> dengan dalih mengkritik, tapi ketika ditanya tentang statement-nya sendiri,
> seperti itu sikapnya. Hal serupa juga dilakukan @ulil ketika saya
> memprotes statement @ulil yang mengatakan bahwa kitab tradisi Islam itu
> porno. Semoga hal yang dilakukan @GunturRomli dan @ulil tersebut bukan
> dikarenakan pengaruh buruknya masa kecil mereka.
>
> Pelajaran yang paling berharga dari kejadian ini adalah, berpikirlah
> sebelum men-tweet, pastikan apa yang kau tweet dapat kau
> pertanggung-jawabkan. Jangan asal bunyi alias asbun seperti pekicau-pekicau
> di sekitar kita yang tak perlu saya sebutkan lagi identitasnya. Yang pasti
> saya bersyukur karena saya bukan bagian dari FPI, dan jauh lebih bersyukur
> lagi karena saya juga bukan bagian dari JIL ataupun Ahmadiyah.
>
> Sekian, Wallahu’alam.
> AriefK
>
> Sent from my NerdBerry® freakz smartphone
>
> ------------------------------------
>
> --------------------------------------------------
> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
>
> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> kirim email ke [email protected]
>
> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> [email protected]! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> --------------------------------------------------
> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
>
> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> kirim email ke [email protected]
>
> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> [email protected]! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> --------------------------------------------------
> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
>
> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> kirim email ke [email protected]
>
> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> [email protected]! Groups Links
>
>
>
>
> ------------------------------
> Looking for earth-friendly autos?
> Browse Top Cars by "Green 
> Rating"<http://autos.yahoo.com/green_center/;_ylc=X3oDMTE4MGw4Z2hlBF9TAzk3MTA3MDc2BHNlYwNtYWlsdGFncwRzbGsDZ3JlZW5jZW50ZXI->at
>  Yahoo! Autos' Green Center.
>
> 
>

Kirim email ke