forward dari milis Jurnalisme.

http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme/message/66349
Kawan-kawan Yb,

Melihat liputan NHK Jepang, tentang bencana tsunami kemarin, NHK berhasil
mendokumentasikan moment penting, bagaimana air laut masuk kedaratan, kemudian 
gambar-gambar yang disajikan begitu tragis, sudut pengambilan gambar terlihat 
memang benar-benar sudah disiapkan. Tidak hanya itu NHK juga berhasil 
menyajikan proses yang dramatis tetapi tidak cengeng. saya membayangkan, berita 
yang tersaji merupakan dokumentasi berharga yang mungkin dimasa depan akan 
sangat berguna bagi dunia ilmu pengetahuan.

NHK berhasil menyuguhkan berita yang benar-benar apik dan menampilkan berita 
yang mampu membangkitkan semangat orang Jepang, tidak ada tangisan yang 
menyayat, tidak ada sedu sedan, tidak ada pembawa acara atau reporter yang 
mengabarkan 'seolah-olah" dalam situasi yang gawat.

Media di Jepang juga berhasil menyuguhkan gambar begitu tegarnya anak-anak di 
Jepang, anak-anak tidak terlihat menangis ketika mereka di evakuasi truk-truk 
yang sudah disiapkan.


Jauh berbeda ketika liputan media di Indonesia mengambil angle pada saat
bencana, contoh konkrit ketika seorang reporter sebuah media TV melaporkan
langsung tentang bencana Merapi, dia melaporkan seolah-olah situasi begitu
gawat. Bahkan dengan "teganya" mewawancarai korban yang wajahnya meringis
kesakitan, yang tengah berada di sebuah rumah sakit.

Sementara di Jepang, wawancara dilakukan dengan menampilkan orang-orang yang 
memberikan semangat, tegar, dan masih dalam kondisi baik-baik.


kemudian, walaupun si pembawa acara rambutnya kusut tetap dengan wajah yang
begitu tegar menyampaikan informasi terkini tentang situasi di Jepang. Tidak 
ada nada kekuatiran, tidak ada seolah-olah situasi gawat, yang ada tenang dan 
tidak provokatif.

Sayang sekali ada beberapa media TV yang menampilkan informasi penting ini
justru lewat infotaiment, artis diminta komentar, bahkan dikaitkan dengan hal 
yang mistis. Mungkin sudah saatnya media juga memberikan informasi yang
mencerdaskan.

Itu salah satu pelajaran berharga dari bencana tsunami Jepang

Salam
Rini


      

Kirim email ke