http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2011/05/06/ArticleHtmls/06_05_2011_015_003.shtml?Mode=0
Bank Sentral Ramai-Ramai Berburu EmasIRANA SHALINDRA

Perak yang juga tengah mengalami kenaikan harga dapat menjadi incaran 
selanjutnya.SEJUMLAH bank sen tral di berbagai negara mulai agresif menam bah 
stok emas untuk cadangan devisa mereka sebagai pengganti dolar AS yang terus 
melemah dalam beberapa tahun terakhir.Dalam keterangan yang dilansir AP, 
kemarin, Bank Sentral Meksiko (Banco de Mexico) menyatakan telah menambah emas 
batangan mereka hingga sekitar 100 metrik ton dalam beberapa bulan terakhir. 
Diperkirakan, belanja emas oleh Banco de Mexico menelan biaya hingga US$4 
miliar.Pembelian emas termasif ketiga di dunia dalam satu dekade terakhir itu 
membuat cadangan emas Meksiko melonjak dari 6,84 ton menjadi 100,15 ton atau 
sekitar 3,22 juta ounce hanya dalam tiga bulan pertama 2011. Jumlah tersebut 
setara dengan 4% cadangan devisa Meksiko yang bernilai total US$128 miliar per 
April.Pihak bank sentral mengatakan, pembelian emas tersebut merupakan bagian 
dari program investasi jangka panjang dan
 diversifikasi aset bank sentral Meksiko. Ketua Ekonomis HSBC Meksiko Sergio 
Martin berpendapat pemerintah mungkin melihat emas sebagai aset likuiditas 
utama yang dapat mengurangi dampak kejatuhan greenback."Mereka mungkin berpikir 
mengganti dolar dengan emas adalah hal yang masuk akal mengingat, seperti yang 
kita tahu, dolar dalam tren depresiasi dalam jangka pendek.
Saya pikir mereka tidak kehilangan uang mereka karena ini," ujarnya.Ia pun 
menduga, perak, yang juga terus-menerus membukukan rekor kenaikan harga sejak 
awal 2011 dan telah menembus US$45 per ounce, menjadi incaran Meksiko 
selanjutnya."Meksiko telah beranjak dari peringkat dua ke peringkat pertama 
dalam daftar produsen perak dunia, maka mereka mungkin membeli perak untuk 
mendongkrak harga," tandasnya. Tren Direktur Manajer Relasi Pemerintah World 
Gold Council George Milling-Stanley mengatakan Meksiko tengah mengikuti tren 
yang berkembang di antara bank-bank sentral untuk mengembalikan `keseimbangan 
antara emas dan cadangan valuta'. "Ini didukung lebih jauh dengan fakta pada 
Maret lalu, data IMF menunjukkan pembelian berkelanjutan dilakukan Rusia dan 
Thailand masing-masing 18,8 ton dan 9,3 ton," imbuhnya.Negara ekonomi 
berkembang lainnya seperti China dan India juga dilaporkan telah meningkatkan 
cadangan emas batangan mereka dalam beberapa tahun
 terakhir.Sempat menyentuh US$1.577 per ounce, nilai emas naik 11% sepanjang 
tahun ini. Reli kenaikan harga emas dipengaruhi kekhawatiran sejumlah pihak 
terhadap krisis utang zona Eropa dan kekerasan yang terjadi di Timur Tengah.
Juga, terpuruknya dolar AS hingga 7,6% terhadap 6 mata uang utama dunia.Menurut 
World Gold Council, cadangan emas Meksiko tercatat sebagai cadangan tertinggi 
ke-33 di antara negara dan lembaga resmi pemilik logam mulia tersebut. Amerika 
Serikat adalah pemilik cadangan emas terbesar, yakni 8.133 metrik ton yang 
setara 73,8% dari cadangan devisa mereka.Total kepemilikan emas oleh negara 
maupun lembaga resmi di dunia, seperti IMF, mencapai 30.523 metrik ton yang 
tercatat hingga April.Pada kesempatan lain, emas batangan sempat anjlok 1,3% 
kemarin setelah Wall Street Journal melaporkan Soros Fund Management LLC 
menjual sejumlah logam mulia yang mereka miliki untuk mengurangi risiko 
deflasi.Seperti yang dikutip dari US Securities and Exchange Commission, Soros 
Fund tercatat memiliki bagian di SPDR Gold Trust dan iShares Gold Trust senilai 
508 ribu ounce pada 31 Desember. (*/ Reuters/E-5) [email protected]
[email protected]

Powered by pressmart Media Ltd

Kirim email ke