Terima kasih atas klarifikasi-nya 'Ko... Karena Eko tinggal di Norway... dan ngalamin sendiri... kita lebih percaya sama Eko dech... ketimbang media... hee.e.e.
Bisa jadi ada case lain... cuma biar dibikin si India dalam posisi tawar yang baik... tekanannya soal makan disuapin ini.... heee..e.e.e Mirip2 banget sama cara2 pengacara2 di negara kita ataupun di negara2 lain.... sama aja... he.e.e.e. Salam, Morry Infra 2012/1/22 eko yudha <[email protected]> > ** > > > iya nih, aneh juga di sini malah gak ada beritanya. > > Yang jelas anak2 pribumi di sini saya lihat sendiri kalau makan di > sekolahnya ataupun sedang piknik makan di taman2 depan kantor2 > pemerintahan, anak2 tsb makan (ataupun disuapin ortunya) taco/roti/dll > langsung pakai tangan...gak pernah ada yang mempersalahkan. > Teman2 kantor saya yang orang pribumi juga cerita kalau anak2nya belum > berani tidur sendiri ya tidur sama ortunya...gak ada yang mempersalahkan.. > Kalau sedang jalan di mall atau di taman, saya juga sering lihat ortu > menghardik anaknya atau bahkan kakek-nenek kepada cucunya...tapi ya sebatas > hardik dengan ucapan. > > Yang saya dengar dari obrolan ibu-ibu di pengajian adalah, mereka (ibu-ibu > ini) sering lihat kawan2 kita asal India dan Timteng kalau nyuapin anak > seringkali memaksa sampai kepalanya terlenggak ke atas dan nangis2...dan > kalau menghardik anaknya kadang2 tangannya ikut melayang ke pantat, telinga > ataupun pipi anaknya. > > Barangkali ada alasan yang mendasar lah yang mungkin tidak terungkap > media. Setahu saya orang Norway fleksibel sekali dalam mendidik anak. > Mereka banyak menanamkan nilai2 ke anak dengan teladan/contoh. > > -eko ayf- > tm96 > > 2012/1/22 Morry Infra <[email protected]> > >> ** >> >> >> Di Norway, >> Kalau soal cuti karena baru lahiran anak buat Bapaknya memang keren >> banget.... >> Tapi kalau ini... terkesan sadis... he.he..e. >> >> Buat yang pernah dan sedang tinggal di Norway, mungkin bisa share budaya2 >> yang berbeda dengan budaya kita soal rumah tangga dan mengasuh anak ini.... >> >> Ada yang bilang... "Ketahuan membentak anak saja, bisa masuk penjara"... >> Apa iya?? >> >> Salam, >> Morry Infra '93 >> >> >> >> http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/12/01/19/ly144d-teganya-garagara-menyuapi-dengan-tangan-pasangan-ini-terpisah-dari-anak >> >> *Teganya, Gara-gara Menyuapi dengan Tangan, Pasangan Ini Terpisah dari >> Anak * >> Kamis, 19 Januari 2012 12:37 WIB >> >> REPUBLIKA.CO.ID, Hanya gara-gara ketahuan menyuapi anak dengan tangan >> dan >> masih tidur satu kasur dengan sang buah hati, pasangan asal India ini >> harus >> berpisah dengan sang anak. Badan Perlindungan Anak Norwegia mengambil >> anak >> dari pasangan India itu dari rumah mereka pada Mei 2011. >> >> ''Mereka tanya, 'kenapa kamu tidur dengan anak pada satu kasur?' Saya >> bilang, ini murni isu budaya. Kami tidak pernah membiarkan anak di kamar >> tidur yang berbeda dan mengatakan selamat malam pada mereka,'' ujar >> Anurup, >> ayah yang sedih karena berpisah dari anaknya. >> >> Anurup pun menambahkan,''Menyuapi anak dengan tangan juga lazim dalam >> tradisi India dan ketika ibu memberi makan dengan sendok, nanti muncul >> juga >> anggapan bahwa ibu memaksa anaknya makan dengan berlebihan.'' >> >> Anurup mengungkapkan, petugas sosial Norwegia itu menilai menyuapi anak >> dengan tangan berarti ada unsur pemaksaan ketika makan. ''Ini benar-benar >> sudut pandang kultural yang berbeda,'' kata dia.Istri Anurup, >> Bhattacharya, >> mengatakan,''Putra saya tidur dengan ayahnya. Mereka bilang, seharusnya >> anak tidur terpisah dengan orangtua.'' >> Hingga kini, pasangan ini masih tinggal terpisah dengan anak-anaknya. >> Mereka hanya diperintahkan untuk bertemu dengan buah hati tercinta dua >> kali >> dalam setahun. Itu pun hanya satu jam dalam tiap kunjungan hingga si anak >> berusia 18 tahun. >> Kendati pemerintah India sudah ikut campur untuk mengatasi ini, pejabat >> Norwegia tetap bersikukuh pada pendirian itu. >> Teganya... >> >> *Redaktur:* Endah Hapsari >> >> > > > -- > -eko ayf- > tm96 > > Korupsi: > 1. Menghancurkan harga diri/reputasi/integritas > 2. Membuat jurang ketidakadilan sosial > 3. Menghacurkan persaingan sehat > >
