kalau hasil riset ini paten dan final...
ini menjadi salah satu hikmah kenapa harus berpakaian sopan dan tdk terbuka 
atau "menantang".
dan utk Muslimah, itu adalah suatu kewajiban yg harus dijalankan.
yaitu menutup aurat, dilakukan dgn konsep hijab/jilbab.

saya tahu perjuangan muslimah utk berjilbab, khususnya yg muallaf atau 
minoritas muslim berat.
tapi mari kita berdoa, semoga Allah mudahkan utk para muslimah agar mudah 
berjilbab.
sehingga menunaikan kewajiban selaku Hamba Allah...
dan dipandang serta dinilai oleh orang banyak sebagai manusia baik lahir mau 
pun batin. 
bukan sebagai obyek.

Wassalam,



Nugon
 
Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!  
http://nugon19.multiply.com/journal

-=-=-=-=-


http://health.detik.com/read/2012/05/28/182907/1926749/763/otak-pria-dan-wanita-melihat-wanita-seksi-sebagai-objek-bukan-orang 



Senin, 28/05/2012 18:29 WIB 


Otak Pria dan Wanita Melihat Wanita Seksi sebagai Objek, Bukan Orang


Putro Agus Harnowo - detikHealth


Jakarta, Wanita banyak dijadikan sebagai model berbagai produk, mulai gadget, 
kosmetik hingga pakaian dalam. Ketika pria dan wanita melihat iklan yang 
menampilkan wanita seksi mengenakan pakaian dalam, otak memprosesnya sebagai 
obyek, bukan orang. Menariknya, pria dan wanita melihat pria yang mengenakan 
pakaian seksi sebagai manusia.


Reaksi ini disebut obyektifikasi seksual. Penelitian yang dipublikasikan dalam 
jurnal Psychological Science berusaha mencari tahu apa yang dianggap sebagai 
obyek oleh manusia dan menemukan bahwa pria dan wanita melihat gambar tubuh 
wanita seksi sebagai obyek, namun berbeda halnya dengan pria.


"Yang jelas, kita tidak benar-benar tahu apakah orang-orang pada pada dasarnya 
mengenali wanita atau pria sebagai obyek seksual. Apa yang memotivasi 
penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana orang memahami foto, apakah 
sebagai manusia atau tidak?" kata peneliti, Philippe Bernard dari Université 
libre de Bruxelles di Belgia seperti dilansir Live Science, Senin (28/5/2012).


Penelitian telah menemukan bahwa otak melihat orang dan benda secara berbeda. 
Sebagai contoh, manusia bisa mengenali wajah secara keseluruhan, tetapi ada 
sebagian dari wajah yang sedikit membingungkan.


Namun di sisi lain, mengenali suatu bagian dari sebuah kursi sama mudahnya 
dengan mengenali sebuah kursi secara keseluruhan.


Salah satu cara yang digunakan psikolog untuk menguji apakah sesuatu dipandang 
sebagai obyek atau tidak adalah dengan membalikkannya.


Gambar manusia akan sulit dikenali jika dijungkirbalikkan, tetapi gambar obyek 
tidak akan sulit dikenali. Bernard dan rekan-rekannya kemudian memberikan tes 
dengan cara menyajikan foto-foto pria berpakaian minim dan wanita dalam pose 
seksi.


Semua peserta menyaksikan foto satu per satu di layar komputer. Beberapa foto 
ada yang terpampang dengan benar dan dan ada yang terbalik.


Di antara penyajian setiap foto, ditampilkan layar hitam. Peserta kemudian 
diperlihatkan 2 foto dan diminta untuk mencocokkan salah 1 foto dengan foto 
yang baru saja dilihat.


Peserta merasa kesulitan mengenali foto pria yang terbalik dibandingkan saat 
fotonya tidak terbalik. Hal ini menunjukkan bahwa peserta melihat pria seksi 
sebagai manusia. Tapi wanita dalam pakaian seksi mudah dikenali saat fotonya 
terbalik.


Hal ini sesuai dengan gagasan bahwa orang melihat wanita seksi sebagai obyek. 
Dalam penelitian ini, tidak ditemukan perbedaan antara peserta pria dan wanita.


"Kita melihat wanita berpose seksi setiap hari di papan reklame, internet dan 
televisi. Penelitian ini menemukan bahwa kita melihat foto-foto ini seolah-olah 
adalah obyek, bukan orang. Langkah selanjutnya adalah untuk mempelajari 
bagaimana foto-foto ini mempengaruhi cara orang memperlakukan wanita di 
kehidupan nyata," kata Bernard. 

Kirim email ke