halo semua, pa kabar?

hari berganti, matahari sudah bolak-balik timur ke barat, barat ke timur. banyak yang terjadi.

terkadang saya gamang, apa bisa rencana reuni ini berjalan dengan baik sesuai dengan angan-angan kita? ini acara besar, karena sepertinya belum ada acara seperti ini di almamater kita.

suatu ketika saya menuangkan realita kerja kita pada selembar kertas yang ternyata kenyataan itu sungguh "agak" menyedihkan, saya coba menguatkan hati, karena memang inilah kenyataan yang harus dihadapi segelintir orang, padahal yang nantinya menikmati lebih dari perkiraan jumlah orang di otak kita, tapi mungkin ini yang namanya kerja sosial.

berikut pengalaman pribadi saya, tidak saya lihat di dunia nyata tetapi saya yakini kebenarannya. Saya bermimpi yang ketika saya masih didalamnya sangat terasa bukan mimpi, saya merasa berdebar-debar, senang dan ngeri bercampur jadi satu. Saat itu sekolah kita rame sekali, tetapi yang saya lihat beberapa bukan orang-orang yang sekarang masih hidup, dan mereka adalah alumni, ada beberapa orang yang sama sekali tidak saya kenal. mereka tampaknya bahagia bertemu satu sama lain, ada seorang (maaf tidak bisa saya sebut namanya, semoga Tuhan menjaganya di surga) yang harus saya gandeng karena begitu inginnya bertemu dengan teman-teman. yang agak mengerikan saya tidak dapat melepaskan diri dari keramaian itu, saya seolah ditarik untuk terus berkeliling hingga saya merasa lelah, sampai akhirnya saya harus berlari kencang-kencang, saat itu saya mencoba merapal bermacam bacaan al-Quran sambil berharap semoga saya dapat terbangun segera, aneh sekali, saya di dalam mimpi yang saya sadari sendiri ketika itu adalah mimpi, bahawa otak saya saat itu bekerja dan memaksa saya agar tidak terjebak di alamnya.

Allah maha kuasa saya rasa, kita ditunjukkan sesuatu, namun otak bodoh kita yang terbatas memahaminya. saya mulai menyebarkan isu adanya reuni akbar ke beberapa teman sejak tiga tahun lalu, saya mempengaruhi beberapa teman untuk ikut hunting alumni sejak dua tahun lalu, dan pertangahan tahun ini mulai mencoba mencari celah interfensi, saya coba menyibak diantara jarum siapa tahu ada orang yang kuat mental yg bisa ikutan mewujudkan ini. tampaknya pihak sekolah tidak mau bersusah payah membuat acara macam ini, maka saya harus mencari orang-orang yang sudah tidak ada di dalamnya

Toh... kita ingin bertemu dengan teman lama karena rasa sayang yang memunculkan kerinduan, kalau ada waktu tidak terbatas, materi tidak terhitung, dengan sekeranjang rindu sudah cukup untuk menyambangi teman kita satu persatu.

Rasa rindu sudah kita punya bahkan lebih dari satu keranjang, kita tinggal mencabut batasan dalam waktu tertentu, karena batas itu kita sendirilah yang memancangnya. materi itu asalnya dari berkhayal, lalu kenapa kita tidak berkhayal besar-besar?

kata om saya yang dulu ke're': kenapa batu bata harga 150 perak bisa berwujud rumah? karena kita menyusun satu per satu batanya, bukan sepuluh ditumpuk sekaligus, tentu kita juga kita berkhayal membentuk rumah itu.



Post your free ad now! Yahoo! Canada Personals


Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]

Forum Diskusi: http://www.sma2brebes.tk




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke