----- Original Message -----
Sent: Thursday, January 27, 2005 9:35
AM
Subject: [sma2brebes] menghela nafas
melegakan hati
halo semua, pa kabar?
hari berganti, matahari sudah bolak-balik timur
ke barat, barat ke timur. banyak yang terjadi.
terkadang saya gamang, apa bisa rencana reuni
ini berjalan dengan baik sesuai dengan angan-angan kita? ini acara besar,
karena sepertinya belum ada acara seperti ini di almamater kita.
suatu ketika saya menuangkan realita kerja kita
pada selembar kertas yang ternyata kenyataan itu sungguh
"agak" menyedihkan, saya coba menguatkan hati, karena memang
inilah kenyataan yang harus dihadapi segelintir orang, padahal yang nantinya
menikmati lebih dari perkiraan jumlah orang di otak kita, tapi mungkin ini
yang namanya kerja sosial.
berikut pengalaman pribadi saya, tidak saya
lihat di dunia nyata tetapi saya yakini kebenarannya. Saya bermimpi yang
ketika saya masih didalamnya sangat terasa bukan mimpi, saya merasa
berdebar-debar, senang dan ngeri bercampur jadi satu. Saat itu sekolah kita
rame sekali, tetapi yang saya lihat beberapa bukan orang-orang yang sekarang
masih hidup, dan mereka adalah alumni, ada beberapa orang yang sama
sekali tidak saya kenal. mereka tampaknya bahagia bertemu satu sama lain, ada
seorang (maaf tidak bisa saya sebut namanya, semoga Tuhan menjaganya di surga)
yang harus saya gandeng karena begitu inginnya bertemu dengan teman-teman.
yang agak mengerikan saya tidak dapat melepaskan diri dari keramaian itu, saya
seolah ditarik untuk terus berkeliling hingga saya merasa lelah, sampai
akhirnya saya harus berlari kencang-kencang, saat itu saya mencoba merapal
bermacam bacaan al-Quran sambil berharap semoga saya dapat terbangun segera,
aneh sekali, saya di dalam mimpi yang saya sadari sendiri ketika itu adalah
mimpi, bahawa otak saya saat itu bekerja dan memaksa saya agar tidak terjebak
di alamnya.
Allah maha kuasa saya rasa, kita ditunjukkan
sesuatu, namun otak bodoh kita yang terbatas memahaminya. saya mulai
menyebarkan isu adanya reuni akbar ke beberapa teman sejak tiga tahun lalu,
saya mempengaruhi beberapa teman untuk ikut hunting alumni sejak dua tahun
lalu, dan pertangahan tahun ini mulai mencoba mencari celah interfensi, saya
coba menyibak diantara jarum siapa tahu ada orang yang kuat mental yg bisa
ikutan mewujudkan ini. tampaknya pihak sekolah tidak mau bersusah payah
membuat acara macam ini, maka saya harus mencari orang-orang yang sudah tidak
ada di dalamnya
Toh... kita ingin bertemu dengan teman lama
karena rasa sayang yang memunculkan kerinduan, kalau ada waktu tidak terbatas,
materi tidak terhitung, dengan sekeranjang rindu sudah cukup untuk menyambangi
teman kita satu persatu.
Rasa rindu sudah kita punya bahkan lebih dari
satu keranjang, kita tinggal mencabut batasan dalam waktu tertentu, karena
batas itu kita sendirilah yang memancangnya. materi itu asalnya dari
berkhayal, lalu kenapa kita tidak berkhayal besar-besar?
kata om saya yang dulu ke're': kenapa batu bata
harga 150 perak bisa berwujud rumah? karena kita menyusun satu per satu
batanya, bukan sepuluh ditumpuk sekaligus, tentu kita juga kita berkhayal
membentuk rumah itu.
Post your free ad now! Yahoo!
Canada Personals
Gabung, Keluar, Mode Pengiriman:
[EMAIL PROTECTED]
Forum Diskusi: http://www.sma2brebes.tk
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG
Anti-Virus.
Version: 7.0.300 / Virus Database: 265.7.5 - Release Date:
1/26/05