pak indra,
semoga sehat smua ya,keluarga dan temen-temen smua.
pak indra, tutuk pengen ikutan gabung,minta tolong 
daftarin ya..
imelnya.....: tu [EMAIL PROTECTED]
thx ya pak indra...sukses....buat temen-temen jg...


salam...


hany






On Tue, 10 Apr 2007 12:54:55 +0700
  "Indra S" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> ----- Original Message ----- 
>From: "Billy N." <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, April 10, 2007 10:30
> Subject: [ika-unpad-milis] Fw: Capofamiglia IPDN
> 
> 
> Capofamiglia IPDN
> 
> Dalam kultur mereka, menyiksa diiringi caci-maki itu 
>identik dengan 
> disiplin.
> Jika berujung pada kematian, maka semua memberlakukan 
>omerta.
> IPDN sudah mirip keluarga mafia.Cliff pasti menderita 
>sekali.
> Nyawanya harus lepas karena tidak kuat lagi memikul 
>beban sakit nan tak 
> terperi.
> Nyawa Cliff juga pasti sangat bersedih.
> Ia harus mati membawa sisa cacian, bentakan atau bahkan 
>mungkin kata-kata 
> penghinaan yang masih terngiang-ngiang...
> Sebuah proses keji yang dilegalkan dengan bungkus 
>"tindakan disiplin."
> Dan tubuh gagah Cliff tidak bisa melindungi dirinya 
>sendiri.
> Ia bukan berduel menghadapi ksatria jantan, pria sejati, 
>melainkan 
> gerombolan lelaki pengecut yang cuma berani keroyokan.
> Para pengecut yang tak punya harga diri ini berlindung 
>di balik atribut 
> praja senior.
> Masih ada satu lagi belenggu yang membuat Cliff semakin 
>tidak berdaya: 
> sebagai bawahan, praja junior, dia harus patuh secara 
>absolut kepada praja 
> senior.
> Cliff bukan korban pertama dan bukan akan menjadi korban 
>yang terakhir, 
> selama rakyat pembayar pajak dan parpol-parpol di DPR 
>tumpul merespons 
> tradisi bengis, tidak memanusiakan manusia, dalam sistem 
>pendidikan untuk 
> mencetak Camat ini.
> 
> Kultur dan sistem dalam IPDN sudah rusak dan tidak 
>sesuai dengan kebutuhan 
> dan norma zaman. Dalam kurun 16 tahun, sejak 1990-an, 
>sudah 35 praja tewas 
> mengenaskan. Itu artinya rata-rata lebih dari 2 nyawa 
>tewas per tahun.
> 
> Hanya bangsa kita saja yang masih memelihara serta 
>membanggakan kultur dan 
> sistem mirip mafia itu.
> Memukul, menendang, menyiksa, membentak-bentak, dan 
>memaki-maki, dalam 
> kultur ini menjadi instrumen untuk menegakkan disiplin.
> 
> Pelajar baru masuk sudah dibentuk dan dikategorikan 
>sebagai level rendahan 
> yang harus patuh pada level di atasnya. Praja baru ini 
>mirip sgarrista, 
> anggota dalam mafia yang disejajarkan dengan prajurit. 
>Mereka ini punya 
> atasan langsung, yakni caporegima, komandan yang 
>membawahi kumpulan 
> sgarrista.
> 
> Di atas mereka ada capodecina, atasan grup dari level 
>sgarrista, yang 
> mempunyai kewenangan dan previlese lebih luas di atas 
>para kroco sgarrista.
> Level ini punya atasan lagi yakni sotto capo, semacam 
>bos kecil. Kemudian di
> atasnya lagi ada level capofamiglia yang punya 
>kekuasaaan besar dan harus
> dipatuhi mutlak oleh level-level di bawahnya.
> Di ujung puncak hirarki masih ada Capo di Tutti Capi, 
>sang mahaketua, bos di 
> atas segala bos dari segala hirarki itu. Siapa dia?
> Jika ada kasus besar yang mereka lakukan, misalnya 
>pembunuhan, dan itu gagal 
> mereka tutupi sehingga tercium polisi, maka mereka 
>kompak menjunjung tinggi 
> omerta, yakni semacam code of silence: tutup mulut 
>rapat-rapat, tidak 
> kooperatif dengan polisi atau menghalang-halangi 
>kepentingan penyelidikan.
> 
> Sikap mirip omerta dalam mafia itu ditunjukkan oleh 
>seorang pengajar 
> berinisial Prof Dr LG yang berusaha menghalang-halangi 
>upaya polisi saat 
> akan mengotopsi jenazah korban.
> Dia bahkan berbohong dengan mengatasnamakan pihak 
>keluarga demi menolak 
> permintaan polisi untuk otopsi jenazah. Bukankah 
>kebobrokan lembaga yang 
> dibiayai pajak ini sudah sempurna?
> 
> Rakyat sudah cukup memberi kesempatan IPDN untuk 
>memperbaiki diri, kini 
> saatnya bersikap untuk mendesak supaya ditutup. Tutup 
>saja sekaligus 
> mengurangi beban anggaran. Para senator dan wakil 
>rakyat, terutama dari 
> daerah Sulawesi Utara, berhutang untuk menyuarakan hal 
>ini, bukan saja pada
> Cliff, tetapi juga pada anak-anak Indonesia lainnya agar 
>tidak menjadi 
> korban empuk berikutnya.
> Untuk sekadar posisi camat bisa diisi oleh sarjana FISIP 
>dan sejenisnya dari 
> perguruan tinggi umum.
> 
> Apa yang bisa diharapkan dari produk lulusan yang 
>menyimpan trauma 
> psikologis dan fisik, di mana bahasa kekerasan, main 
>siksa dan bentak, 
> menjadi bahasa pengantar sehari-hari? (Eddi Santosa - 
>detikcom)
> 
> 
> 



---------------------------------------------------------------------------
Mari bergabung dalam e-community kami di www.manggamuda.com .  Kamu akan 
bertemu teman-teman baru, berbagi cerita, mendapatkan info-info menarik dan 
masih banyak lagi hal-hal menarik lainnya.  Tunggu apa lagi, buruan ke 
ManggaMuda!!! See you there :)
---------------------------------------------------------------------------



=========> http://www.demak.org <========
=====> http://smu1dmk.multiply.com <=====

-----> Arsip Milis di web : 
=====> http://feeds.feedburner.com/smu1dmk

Untuk KELUAR dari group ini, kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Database anggota milis bisa dilihat di :
http://groups.yahoo.com/group/smu1demak/database

Database Alumni terdaftar, bisa dilihat di :
http://ksi.plasa.com/ksi-sekolah.php?kode=2531

Untuk POSTING ke group ini, kirim email ke: [email protected] 


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/smu1demak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/smu1demak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke