mbak dyah..

sangat boleh untuk curhat…

namun, sebelumnya aku jelasin dulu. meskipun sama-sama bunyi “tax”, namun sebenarnya airport tax lebih “mendekati” ke “retribus” dari pada pajak. karena memang, airport tax (sesuai yang aku baca Koran dari komentar angkasa pura), akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna airport yang kebetulan diwajibkan untuk membayar airport tax tersebut.

mbak dyah..

andaikan aku boleh bermimpi, aku juga setuju, jika tidak ada lagi beban yang harus ditanggung oleh masyarakat. mungkin, sebagian besar orang tidak suka membayar pajak. karena memang gak ada kontra prestasi (timbale balik) langsung yang diterima oleh pembayar pajak atas pajak yang dibayarkannya.

namun ..

kenyataan menunjukkan bahwa mimpi tersebut sulit menjadi kenyataan. jika kita melihat APBN kita, hampir 80%, APBN berasal dari pajak. Jadi gaji PNS (baik pusat maupun daerah), dana untuk mbuat jalan (sehingga harian suara merdeka bisa terkirim hingga ke Pati dan Rembang), dana untuk membangun sekolah ( hingga anak kita bisa sekolah), jembatan di sepanjang Demak-Semarang (hingga mbak dyah bisa sering pulkam ke Demak) hampir semuanya di biayai oleh dana yang berasal dari pajak.
oleh karena itu mbak..

secara pribadi, saya memohon maaf atas ketidaknyaman yang terjadi akibat pajak tersebut.

kemudian..
berkaitan dengan kejadian yang menimpa ibu jenengan,..

jenengan tidak usah khawatir. sampeyan beri aja surat pernyataan (jika perlu diperkuat dengan “thok” kelurahan) yang menyatakan bahwa WP yang dituju adalah bukan ibu sampeyan dan orangnya dulu mengontrak serta telah pergi dari rumah jenengan. kalo perlu, beritahu orang tersbut untuk membereskan urusan pajaknya, serta beritahu kantor pajak alamat orang tersebut (jika tahu)

mbak dyah juga perlu memahami, ..

tugas kami bukanlah tugas yang ringan. Kami harus mengumpulkan 584 triliun pajak untuk tahun 2009. dan seringkali terjadi WP tidak kooperatif dalam membantu tugas kami.. dan tidak sedikit pula WP yang “sangat lihai” dalam menyembunyikan “pajak” nya. dan kami pun sadar bahwa itu pun bukan semata-mata kesalahan WP. Kami pun sadar, bahwa Kami bukanlah makhluk yang sempurna. masih banyak hal dari kami yang perlu diperbaiki, masih banyak hak yang perlu dibenahi..

namun, hal itu tidak harus membuat kami kecil hati. Kami akan berusaha untuk menjadi petugas yang baik, petugas yang melayani dengan hati dan petugas yang melayani dengan nurani yang kami selalu coba untuk selalu kami miliki..

walaupun iti bukanlah hal yang mudah..doa dan bantuan mbak dyah akan sangat kami hargai..

suwun…



--- On Mon, 23/2/09, dyah anggarini sasmito <[email protected]> wrote:
From: dyah anggarini sasmito <[email protected]>
Subject: [SMUN 1 Demak] pajak & bijak
To: [email protected]
Date: Monday, 23 February, 2009, 12:02 PM

mas dul arif, curhat boleh ya....
weleh, wong numpak motor mabur kan sudah bukan hal eksklusif lagi to? udah kebutuhan to? kalo misalnya saya bisa ke singgapur naik kereta yo aku milih kereta wae kan bisa cuci mata. kalo naik motor mabur udah gak bisa cuci mata, cuma awan aja yg sering kelihatan, trus airport tax naik lagi. padahal SP dari kantor biayanya dipress melulu, wartawan ya gak bisa sugih-sugih to wong sangune mepet tp kena pajak tinggi gara-gara kejar waktu. gimana nih mas dul arif, kok pajak...terus dijadikan pendapatan pemerintah. malah sekarang pajak npwp meden-medeni ibu-ibu rumah tangga. kemarin ada surat pajak npwp buat mantan penghuni yg dulu pernah kontrak di rumah ibuku, udah dipulangin mbalik lagi, suruh ngurus ke kantor pajak lama malah diwedeni kalo gak diurus nanti yg kena yang punya alamat. oalah...mesakke ibuku, sori ya mas dul, ibuku trus tak bilangin "wis buk, jarkan wae, ntar kalo ada petugas pajak datang gak sopan tak tatakane," (premanwati kok dilawan hihi...). 
kapan ya kemandirian usaha bangsa ditingkatkan, sehingga kaum marginal/awam tidak tertekan oleh kebijakan pajak yang kurang sosialisasi kepada mereka?????????
 
temen-temen, mungkin ada yang belum tahu, bahwa daerah yg benar-benar menikmati/mengelola hasil pajak dengan baik adalah Jawa Barat. di bawah kepemimpinan heryawan-dede yusuf, jabar benar-benar gratis-tis dalam pelaksanaan pendidikan dasar 9 tahun. tidak pandang kaya miskin. info ini berasal dari teman saya pemilik hotel panghegar. ironisnya, tidak banyak yang mengekspose fakta tersebut (apa mungkin motif politik dari penguasa pusat/golongan berpengaruh?). padahal banyak calon2 pemimpin yg berkampanye demikian tp faktanya setelah memenangkan pemilu juga tak melaksanakan janji tersebut.
 
ayo temen-temen...sharing dong...sedih nih saya kalo pas lagi kepikiran soal pendidikan, maklum ibu-ibu...jadi mikirin banyak anak yg msh blm bisa mengenyam pendidikan dasar.
 
peace...
dyah-pusdok sm
 
--- On Mon, 23/2/09, muqo Robin <[email protected]> wrote:
From: muqo Robin <[email protected]>
Subject: [SMUN 1 Demak] Fw: Airport Tax
To: [email protected]
Date: Monday, 23 February, 2009, 11:29 AM



--- Pada Sen, 23/2/09, Suksmadi Priasmoro <[email protected]> menulis:
Dari: Suksmadi Priasmoro <[email protected]>
Topik: Fw: Airport Tax
Kepada: "Adie Purwanto" <[email protected]>, "Teguh Aditya" <[email protected]>, "Arafat" <[email protected]>, "Bagus Purnomo" <[email protected]>, "Hendra Binekas" <[email protected]>, "Maya Pruhuman Budiman" <[email protected]>, "Darso" <[email protected]>, "Dethy" <[email protected]>, "Ratu Devi" <[email protected]>, "Arman Donida" <[email protected]>, "Tri Dwito" <[email protected]>, "Ratu Eva" <[email protected]>, "nsigit" <[email protected]>, "Slamet Hariyanto" <[email protected]>, "Diah R Harsanti" <[email protected]>, "Haryadi" <[email protected]>, "Hendri" <[email protected]>, "Herdi Hernadi" <[email protected]>, "iswi" <[email protected]>, "Riswanto Jack" <[email protected]>, "Harvard L Pantouw" <[email protected]>, "Lukman" <[email protected]>, [email protected], "Niariza" <[email protected]>, "Nico" <[email protected]>, "muqo Robin" <[email protected]>, [email protected], "Ari SSR" <[email protected]>, "Tri Subandoro" <[email protected]>, "Teguh Sunaryadi" <[email protected]>, "tata" <[email protected]>, "Yance Tobing" <[email protected]>, "Irna W" <[email protected]>
Tanggal: Senin, 23 Februari, 2009, 3:10 AM



--- On Fri, 2/20/09, kukuh kusworo <[email protected]> wrote:

From: kukuh kusworo <[email protected]>
Subject: Fw: Airport Tax
To: "Abdul Hamid" <[email protected]>, "Aidar Adiputra" <[email protected]>, "agus" <[email protected]>, "Andari BNP Lt.16" <[email protected]>, "Ariawan YKKBI" <[email protected]>, "Arief Budiman YKKBI" <[email protected]>, "Dr. Dani Noor" <[email protected]>, "Eya TOEFL Prep." <[email protected]>, "Firmansyah" <[email protected]>, "Gina Ledyana" <[email protected]>, "saprudin hairun" <[email protected]>, "Harry" <[email protected]>, "Lia Hartanti" <[email protected]>, "Hendra Suparta" <[email protected]>, "Aloysius Herprasetyo" <[email protected]>, "Hilma" <[email protected]>, "Hj. Rohilatun Jamilah" <[email protected]>, "Ibu Tea DPK-YKKBI" <[email protected]>, "Inung" <[email protected]>, "Irma Imron Bank Mega" <[email protected]>, "Iswi" <[email protected]>, "Jaka" <[email protected]>, "hendra juniarta" <[email protected]>, "ester kartika" <[email protected]>, "Syafira Debora L." <[email protected]>, "Lisdiana Ratih" <[email protected]>, "Maya Kartika Sari" <[email protected]>, "Mohamad Reza" <[email protected]>, "Mohammad Sholeh DPK-YKKBI" <[email protected]>, "Nares Mas Aim" <[email protected]>, "Novie" <[email protected]>, "ria watie Ade Tmn Kampus Ika" <[email protected]>, "Rini Lestari" <[email protected]>, "Rizqi" <[email protected]>, "Marisa Rosiana" <[email protected]>, "K. Dewi Soekirman" <[email protected]>, "Sofyan Rahmat" <[email protected]>, "Soraya Aya - DPK YKKBI" <[email protected]>, "Suksmadi Priasmoro SPRC" <[email protected]>, "Tri Dwitowati" <[email protected]>, "Uun Ubaidah" <[email protected]>, "Widhia" <[email protected]>, "Yan Ramerta Putra" <[email protected]>, "Sung Yuri" <[email protected]>
Date: Friday, February 20, 2009, 4:10 AM



--- On Fri, 2/20/09, [email protected] <[email protected]> wrote:
From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Fw: Airport Tax
To:
Date: Friday, February 20, 2009, 4:02 AM


----- Forwarded by Sri Tjahjani/BSFM on 02/20/2009 04:04 PM -----
Sisca Basalama/BSFM
02/20/2009 02:47 PM
To
Dewi Sakuntala/b...@bsfm, Sri Tjahjani/b...@bsfm
cc

Subject
 Airport Tax







----- Forwarded by Sisca Basalama/BSFM on 02/20/2009 02:49 PM -----


 
Bandara Soekarno-Hatta
Airport Tax Baru Berlaku Maret 2009
Airport tax penerbangan domestik jadi Rp 40 ribu, internasional jadi Rp 150 ribu.
Jum'at, 20 Februari 2009, 10:20 WIB
Pipiet Tri Noorastuti

Bandara Soekarno-Hatta (VIVAnews/Maryadi)



VIVAnews - PT Angkasa Pura II akan menaikkan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara atau airport tax Bandara Soekarno Hatta sebesar 33-50 persen. Tarif baru ini berlaku mulai Maret 2009.

"Mulai 1 Maret untuk penerbangan internasional, dan 15 Maret untuk domestik," kata Juru Bicara PT Angkasa Pura II, Trisno Hariadi, kepada VIVAnews, Jumat 20 Februari 2009.

Airport tax untuk penerbangan domestik sekitar 33 persen dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu perpenumpang. Sedangkan airport tax untuk penerbangan internasional naik 50 persen dari Rp 100 ribu menjadi Rp 150 ribu. 

Kenaikan tarif ini merujuk Surat Menteri Perhubungan RI No PR 303/1/2/Phb 2009 tertanggal 15 Januari 2009 tentang Penyesuaian Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara. Kenaikan tarif ini berlaku untuk seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura II kecuali Bandara Polonia Medan untuk airport tax penerbangan internasional.

Bandara yang dikelola AP II adalah Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Supadio (Pontianak), Polonia (Medan), Minangkabau (Padang), Sultan Syarif Kasim II (Pekan Baru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Depati Amir (Pangkal Pinang), dan Sultan Thaha (Jambi). Kenaikan bervariasi 25-50 persen.
• VIVAnews
______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have received it in error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other use of the email is prohibited.




Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!


Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.


New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

Kirim email ke