--- Pada Sel, 3/3/09, Ratu Eva Suryadi <[email protected]> menulis: Dari: Ratu Eva Suryadi <[email protected]> Topik: FW: (info) Pelajaran Surat Tilang Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Tanggal: Selasa, 3 Maret, 2009, 1:07 AM
From: rini lestari [mailto:[email protected]] Sent: Monday, February 23, 2009 11:39 AM To: Raymon; [email protected]; alfi amalia; airin; anggi; Arie.P; Ayatullah Asfaroni; Kusuma Ayu Kinanti; Pa Anton; erik; etty; Ratu Eva Suryadi; Ihsan W. Prabawa; Herlyn Randra Dewi; Marisa Rosiana; rizki garavan; RRJ Pelupessy; Clarita Ligaya Iskandar; Iswi K; iyOenk; Junanto Herdiawan; s...@rie; Pak Adi; Ka MOrin; [email protected]; hendri; Hery Indratno; Oki Hermansyah; Harvard L Pantouw; Syafira Debora L.; devy; [email protected]; Suhilda; mas brury; Harum Setiawati; Sitti Fajria Novari; Sutadi; s...@hn@z; maya Subject: Fw: (info) Pelajaran Surat Tilang ----- Forwarded Message ---- From: Hendra Suparta <[email protected]> To: Farida A Baard <[email protected]>; Yusuf Dardjat <[email protected]>; Dadang Hasanuddin <[email protected]>; Purwanti Sutrisno <[email protected]>; Dwi Budhi Yanuarini <[email protected]>; Suparti <[email protected]>; Indra Pramayana <[email protected]>; Ike Wiryanti <[email protected]>; Dodi Budiarto <[email protected]>; Roedy Syahrudi <[email protected]>; Sukardi B. Engklik <[email protected]>; Carsipin <[email protected]>; Dudung Aduri <[email protected]>; Restu Sutarko <[email protected]>; Ratu Eva Suryadi <[email protected]>; Naimah Kristiawan <[email protected]>; Nurul Hidayat <[email protected]>; Suratno <[email protected]>; kukuh kusworo <[email protected]>; Syakur Abdul <[email protected]>; [email protected]; [email protected] Sent: Monday, February 23, 2009 7:57:49 AM Subject: FW: (info) Pelajaran Surat Tilang From: Elsye Adiono Sent: 20 Februari 2009 16:43 To: PPDI Subject: FW: (info) Pelajaran Surat Tilang Semoga bermanfaat. Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi. Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK ? Sopir (Sop): Baik Pak. P : Mas tau kesalahannya apa ? Sop: Gak Pak. P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu menulis dengan sigap. Sop: Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kem ana . Kalo ada pasti saya pasang. P : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan nada keras !!) Sop: (Dengan nada keras juga) Kok gitu !Taksi saya kan ada STNKnya Pak. Iini kan bukan mobil curian ! P: Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas). Kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH). Sop: Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU aja. P : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku ! Sop: Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ? P : Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot) Sop: Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi) Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini. P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ? Sop: Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih P : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas ! Sop: Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU udah gak berlaku ? Gini aja Pak, saya foto bapak aja deh. Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku(sambil ngambil HP) Wah ... wah .... hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas dan trendy. Terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada kamera. P : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin(sambil berlalu). Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi) P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu. Sop: Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yang menilangnya) Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi. P 2 : Mas, m ana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta) Sop: Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh(polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang) P : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal) Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu. S: (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak. Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, : Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya . Mau transfer uang tilang . Saya berkata : "Ya, silakan." Sopir taks ipun langsung ke ATM sambil berkata, "Hatiku senang banget Pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam surat tilang. Tambahnya, : "Pak kalo ditilang kita berhak minta form biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI ! Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum. Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut : SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat... Disini pun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.. SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer d ana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di m ana kita ditilang. You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu ! Dan d ana nya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.. Forward email ini, beritahukan teman, saudara & keluarga Anda. Berantas korupsi dari sekarang ! Best Regards, ______________________________________________________________________ "This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet.” Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. http://id.answers.yahoo.com
