hi Ndik, betul sekali yg diberitakan TV. tingkat pengangguran di UK meningkat sejak resesi. normalnya angka pengangguran hanya sekitar 1 juta orang saja. sejak resesi sudah meningkat menjadi 1.5jt bahkan info terakhir sudah hampir mencapai 2jt dan akan terus bertambah. angka terbesar katanya tahun 80-an pas resesi dunia juga, mencapai 3jt, yg diperkirakan tahun 2009 jika negara-negara G8 tidak membuat dobrakan baru untuk mengatasi resesi akibatnya runtuhnya sistem ekonomi kapitalis, angka yg sama akan muncul lagi.
bedanya di negara maju, pengangguran digaji negara (termasuk penyediaan perumahan), jadi dampak sosialnya cukup rendah dibanding jika angka pengangguran meningkat di negara berkembang, misal angka kejahatan meningkat, karena orang melanggar hukum demi sesuap nasi. namun sekalipun digaji, orang lebih memilih bekerja karena gaji pengangguran hanya cukup untuk makan saja, dan aturannya sangat ketat untuk bisa menerima uang tunjangan ini. dan perlu diingat juga tunjangan ini hanya diberikan pada warga negara lokal saja, imigran/ex-pat (seperti aku contohnya) tidak mempunyai hak yg sama. ini wajar karena jika tinggal di negara orang dan tidak bekerja, ya harus pulang kampung ke negara asal kalo ga mau mati kelaparan ga bisa makan atau kedinginan karena ga punya rumah :-) sekalipun resesi, pemerintah UK masih cukup "kaya" untuk menghidupi rakyatnya yg nganggur, ini karena pajak di UK yg cukup tinggi dan sistemnya yg cukup akurat dan terkomputerisasi secara nasional (dengan sistem 1 nomor untuk 1 warga, seperti yg dulu dibahas mas Dularif dan diusulkan oleh mbak Ryrin kalo ga salah) sehingga penghasilan pajak bisa diandalkan oleh negara, bahkan uang pajak di sini bisa untuk menolong sektor perbankan yang jebol gara-gara resesi. jadi dg kata lain aku kerja tiap hari di UK itu gajiku dipotong sebesar 20% per bulan (income tax) untuk membantu para pengangguran lokal di sini juga. ikhlas? ya harus, kan sudah diperbolehkan mencari nafkah di sini, jadi harus baik-baik sama orang lokalnya, hehehe :-D hampir semua sektor kena imbas, tidak cuma finansial. karena sektor finansial macet, sektor properti kena, bank tidak bisa lagi memberikan pinjaman ke rakyat untuk nyicil rumah, akibatnya ga ada yg beli rumah, sektor properti macet. imbasnya ke sektor bangunan dan pemborong, macet juga, akibatnya banyak "buruh" bangunan yg ga ada kerjaan dan akhirnya kena PHK (intermezzo: "buruh" di sini bule-bule bermata biru berambut pirang lho, model Beckham gitu deh, jd yg mengagumi Beckham karena mikir dia cakep, di sini tampang gitu standar koq hahaha). akibat lebih jauh, pengangguran nambah, rakyat menjadi lebih miskin, nilai tukar poundsterling anjlok. karena di PHK ga ada lagi uang untuk dibelanjakan, akibatnya sektor retail juga kena, banyak toko toko yg tutup alias bangkrut karena tidak ada pembeli, PHK nambah lagi karena pegawai toko-nya juga kehilangan mata pencaharian. sekarang orang lebih memilih berkebun sendiri daripada belanja ke supermarket, biar lebih irit. ga ada lagi yg beli mobil baru, akibatnya pabrik mobil tumbang, PHK lebih banyak lagi, pokoknya berantai-lah. dari sektor finansial yg runtuh, semua terkena imbasnya. entah perusahaan apalagi yg bakal tutup. hampir tiap hari di TV selalu diberitakan ada saja perusahaan yg gulung tikar dan karyawannya terkena PHK. perusahaan yg masih punya cukup konsumen dan punya uang lebih, bisa saja dengan mudahnya mencaplok perusahaan lain yg sedang sekarat. lagi-lagi ini praktek kapitalisme. tapi untungnya, di UK dengan masih kuatnya uang pajak negara, banyak perusahaan sekarat yg diambil alih oleh pemerintah dan kembali di-sehatkan alias dinegeri-kan. mungkin sudah waktunya konsep swastanisasi runtuh (biarpun di tangan pihak swasta, tadinya kondisi perusahaan diperhitungkan akan lebih baik tapi karena swasta biasanya profit-oriented, jadinya tamak dan rakus keuntungan), karena biar bagaimana ekonomi kerakyatan sudah cukup terbukti lebih kuat. mudah-mudahan Indonesia dengan koperasi dan gotong-royongnya bisa mengatasi resesi dunia melawan kekuatan kapitalis :-) ________________________________ From: "Daryanto, Andy Wahyu" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, March 20, 2009 6:44:51 Subject: [SMUN 1 Demak] Apakah anda orang indonesia? Hi all. Yups saya sangat setuju apa yg di katakan Mbak ryrin dan esti. Pada dasarnya saya sangat cinta Indonesia, khususnya budaya-nya, sangat kaya, dan beragam. Saya pikir, hampir semua orang asing (red. bule), sangat impress sekali ketika mereka datang ke Indo. Mereka tidak mau ketinggalan lho untuk cari souvenir khas Indo (tradisional, red. batik, patung dan etc..). Setiap ada tamu dari regional..tidak henti2nya lho saya promosikan keindahan indo, dan budayanya, dan pulangnya selalu kita beri souvenir khusus Indo misal, batik atau lainnya. Khususnya tamu yg baru sekali datang ke indo, ketika saya promote, dan perlihatkan beberapa gambar & budaya yg ada, hampir sebagian besar mereka sangat tertarik dan akhirnya datang juga ke Bali, Jogja dan juga ke Bandung (Tangkuban Perahu). Walau saya disini sangat direpotkan arrangement dengan orang biro wisata, tapi it’s OK..demi Indo. Dari kesan yg mereka sampaikan, Indo sangat kaya dan negara yg sangat eksotik untuk kunjungan wisata. Tapi ada yang sedikit yg mengganjal pikiran saya ketika seorang teman regional (dari Ausee) datang, dan minta diantar ke Toko yg jual CD/DVD/CD play station bajakan. Weleh2 tahu dari mana ya, atau jangan2 karena banyak orang indo yg belajar disana truss pada gosip menggosip dan kedengeran orang sono ya,,,he3x.. Mudah2an dech tingkat kepercayaan dunia (khususnya negara2 adi kuasa & maju) terhadap indo sudah semakin baik, dan meningkat dimana kalau pergi kesana kita tidak dihinggapi rasa was-was lagi karena hrs (kena) scanning khusus (pemeriksaan) oleh pihak imigrasi, dan saya yakin ini jadi sangat tidak nyaman. Karena saya pernah mengalami, dan emm...mereka sangat detail sekali. Hi esti, kemaren saya lihat di TV, tingkat pengangguran di England sudah menjadi 1.5 jt ya..apakah ini impact dari crisis global...dimana recovery-nya membutuhkan waktu yg sangat panjang. Tapi kalau lihat, mungkin yg kena dampak langsung hanya di financial sector aja ya. Untuk sectors manufacture dan retail yg kena impact hanya perush yang ratio equity/debt- nya tidak berimbang (banyakan debt-nya). Ternyata memang betul, untuk instan growing, maintain portfolio product dan menjaga stock di wallstreet momentum ini banyak digunakan beberapa raksasa pharmaceutical untuk beli perush pharma lainnya. Misal. Merck S&D Co ternyata cukup punya uang dan mampu acquired (beli) Schering Plug Co, truss Roche Co juga, acquired salah satu perush besar pharmaceutical Europe, dan terakhir Pfizer Co acquired (beli) Wyatt Co (produk-nya, biotech, vacsin dan consumer terkenal dengan susu-nya; S-26, Procal, Promil etc). Weleh2 benar2 ekonomi liberal, siapa yg punya duit dia yang akan berkuasa. Thanks Best Regards Andy Wahyu Daryanto Pfizer Indonesia Off. 62-21 8710521 ext. 108 Cell. 62-812 1008325 Disclaimer - This message and any attachments are confidential and may contain privileged information intended only for the use of the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient or the person responsible for delivering this message to the intended recipient, you are hereby notified that any use, dissemination, distribution or reproduction of this message is prohibited. If you have received this message in error, please notify sender immediately by return e-mail and destroy any electronic or paper copy of this message. Sender advises that this email and any attached files should be scanned to detect viruses and accepts no liability for loss or damage resulting from the use of any attached files. New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
