Milis ini sepi banget, daripada melompong...
Kebetulan tempatku tidak jauh dari daerah konflik...
hehehehe...
Mana itu kabar kasus hukumnya SMADA????
Buat ibu Wilda, maaf banyak...
=t=
"hidayat d. amri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
udahlah....
kayak ginian dah ga usah dibahas di milis yang
heterogen kayak gini.
--- Tuturuga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Terlalu sepihak....
> Bagaimana dengan korban kaum Kristiani?
>
>
> Wilda Bachtiar
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ----- Original Message -----
> From: Muhamad Yasin
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, April 20, 2006 4:33 PM
> Subject: [perisai] Kilas Balik Kelelawar Hitam,
> Pembantai "Muslim Poso"
>
>
> Kilas Balik Kelelawar Hitam, Pembantai "Muslim Poso"
> Untold Story / the X files Oleh : Redaksi 15 Apr
> 2006 - 3:00 pm
> Warga Pesantren Walisongo, nama "Pasukan Kelalawar
> Hitam" sudah tak asing lagi. Dialah pelaku pembantai
> santri di pesantren itu ketika tahun 2000. Jumlahnya
> diperkirakan lebih dari 200.
>
> Ratusan Muslim Poso, khususnya warga Pesantren
> Walisongo tentu tak akan pernah lupa nama "Pasukan
> Kelewar Hitam." Sebab dialah sang pelaku pembantaian
> Muslim Poso di tahun 2000. Tulisan ini merupakan
> kilas balik investigasi yang pernah dimuat di
> majalah Hidayatullah.
>
> Puluhan warga Pesantren Walisongo itu dibariskan
> menghadap Sungai Poso. Mereka dihimpun dalam
> beberapa kelompok yang saling terikat. Ada yang tiga
> orang, lima, enam atau delapan orang. Para pemuda
> digabungkan dengan pemuda dalam satu kelompok.
> Tangan mereka semua terikat ke belakang dengan
> kabel, ijuk, atau tali rafiah yang satu dengan
> lainnya saling ditautkan.
>
> Sebuah aba-aba memerintahkan agar mereka membungkuk.
> Secepat kilat pedang yang dipegang para algojo haus
> darah itu memenggal tengkuk mereka. Bersamaan dengan
> itu, terdengar teriakan takbir. Ada yang kepalanya
> langsung terlepas, ada pula yang setengah terlepas.
> Ada yang anggota badannya terpotong, ada pula
> badannya terbelah. Darah segarpun muncrat. Seketika
> itu pula tubuh-tubuh yang tidak berdosa itu
> berjatuhan ke sungai.
>
> Bersamaan dengan terceburnya orang-orang yang
> dibantai itu, air sungai Poso yang sebelumnya bening
> berubah warna menjadi merah darah. Sesaat tubuh
> orang-orang yang dibantai itu menggelepar meregang
> nyawa sambil mengikuti aliran sungai. Tidak semuanya
> meninggal seketika, masih ada yang bertahan hidup
> dan berusaha menyelamatkan diri. Namun regu tembak
> siap menghabisi nyawa korban sebelum mendapatkan
> ranting, dahan, batang pisang, atau apapun untuk
> menyelamatkan diri.
>
> Itulah salah satu babak dalam tragedi pembantaian
> ummat Islam di Poso, Sulawesi Tengah beberapa waktu
> lalu. Warga Pesantren Walisongo merupakan salah satu
> sasaran yang dibantai. Di komplek pesantren yang
> terletak di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Poso
> ini tidak kurang 300-an orang yang tinggal. Mulai
> dari ustadz , santri, pembina, dan istri pengajar
> serta anak-anaknya.
>
> Tidak satupun orang yang tersisa di komplek
> pesantren itu. Sebagian besar dibantai, sebagian
> lainnya lari ke hutan menyelamatkan diri. Bangunan
> yang ada dibakar dan diratakan dengan tanah.
> Pesantren Poso hanya tinggal puing-puing belaka.
>
> Ilham (27) satu-satunya ustadz Pesantren Walisongo
> yang turut dibantai namun selamat setelah mengapung
> beberapa kilometer mengikuti aliran sungai Poso,
> menuturkan kepada majalah Hidayatullah, sebelum
> dibantai mereka mengalami penyiksaan terlebih
> dahulu. Mereka dikumpulkan di dalam masjid Al Hirah.
> Di sanalah warga pesantren Walisongo yang sudah
> menyerah itu dibantai. Ada yang ditebas lehernya,
> dipotong anggota badannya, sebelum akhirnya diangkut
> truk ke pinggir Sungai Poso.
>
> Sungai Poso menjadi saksi bisu pembantaian ummat
> Islam, khususnya warga Pesantren Walisongo.
> Mayat-mayat mereka hanyut di Sungai Poso dan terbawa
> entah sampai ke mana. Belum ada angka yang pasti
> jumlah korban dalam pembantaian itu.
>
> Seorang warga Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso
> Kota, Syahrul Maliki, yang daerahnya dilewati aliran
> sungai Poso dan terletak sembilan kilometer dari
> ladang pembantaian, menuturkan kepada Sahid, Dari
> pagi hingga siang saja, saya menghitung ada 70-an
> mayat yang hanyut terbawa arus, berikutnya saya
> tidak menghitung lagi, katanya. Sementara Pos
> Keadilan Peduli Ummat (PKPU) melaporkan jumlah mayat
> yang ditemukan di Sungai Poso tidak kurang dari 165
> orang.
>
> Tidak hanya lak-laki dewasa, banyak pula yang
> perempuan, orang tua, dan anak-anak. Biasanya mayat
> wanita disatukan dengan anak-anak. Ada yang cukup
> diikat, ada pula yang dimasukkan karung, kata
> Syahrul. Sebagian besar mayat sudah rusak akibat
> siksaan.
>
> Menurut Ilham, sebelum diserang, warga pesantren
> diteror oleh Pasukan Merah ini. Komplek Pesantren
> Walisongo sering dipanah. Hingga saat ini bekas
> panah tersebut masih terlihat jelas.
>
> Pembantainya sudah sangat jelas. Mereka adalah
> orang-orang Kristen yang dikenal sebagai "Pasukan
> Kelalawar Hitam." Dalam aksinya mereka mengenakan
> pakaian serba hitam. Salib di dada dan ikat kepala
> merah. Karena itu pula mereka sering disebut pula
> sebagai Pasukan Merah. Pembataian itu puncak dari
> hubungan ummat Islam dan Kristen yang kurang
> harmonis di kawasan itu. Tercatat sekitar 200 -
> 400-an orang yang tewas terbantai.
>
> Dalam laporannya, pihak gereja melalui 'Crisis
> Center GKST untuk Kerusuhan Poso' mengakui
> dikalangan mereka ada kelompok terlatih yang
> berpakaian ala ninja ini. Mereka menyebutnya sebagai
> 'Pejuang Pemulihan Keamanan Poso'.
>
> Ada ciri-ciri yang sama ketika kelompok merah
> menyerang. Mereka selalu mengenakan pakaian ala
> ninja yang serba hitam, semua tertutup kecuali mata.
> Mereka juga mengenakan atribut salib di dada dan
> ikat kepala merah. Mayat-mayat juga ditemukan selalu
> dalam kondisi rusak akibat siksaan atau sengaja
> dicincang hingga tidak dikenal identitasnya. Dalam
> berbagai penyerangan pasukan merah selalu di atas
> angin. Karena itu sebagian besar korbannya adalah
> orang-orang Muslim.
>
> Selain di Pesantren Walisongo penyerangan dan
> pembantaian juga dilakukan di sejumlah tempat.
> Tercatat 16 desa yang penduduknya mayoritas Muslim
> kampungnya hancur dan terbakar. Dari arah selatan
> Poso, kerusakan hingga mencapai Tentena. Dari arah
> Timur hingga Malei. Dari arah barat hingga
> Tamborana.
>
> Temuan Komite Penanggulangan Krisis (Kompak)
> Ujungpandang yang melakukan investigasi di Poso
> menunjukkan adanya keterlibatan gereja dalam
> beberapa kerusuhan. Buktinya Sebelum mereka
> melakukan penyerangan, mereka menerima pemberkatan
> dari gereja, kata Agus Dwikarna, ketua Kompak
> Ujungpandang.
>
> Misalnya pemberkatan yang dilakukan Pendeta Leniy di
> gereja Silanca (8/6/00) dan Pendeta Rinaldy Damanik
> di halaman Puskesmas depan Gereja Sinode Tentena.
> Selain kepada pasukan Kelelawar Hitam, pemberkatan
> juga diberikan kepada para perusuh. Pemberkatan ini
> memberikan semangat dan kebencian yang tinggi
> masyarakat Kristen kepada ummat Islam.
>
> Yang menarik menurut Agus, meskipun mereka mengakui
> telah membumi hanguskan seluruh perkampungan ummat
> Islam dan membantai masyarakatnya, Pendeta R Damanik
> dan Advent Lateka mengadukan ummat Islam sebagai
> provokator.
>
> Kini kabupaten yang dikenal sebagai penghasil kakau
> terbesar ini nyaris seperti kota mati karena
> ditinggal penduduknya mengungsi, bangunan yang
> ditinggalkan hanya tersisa puing-puing yang
> beserakan.
>
> Penyerangan terhadap ummat Islam yang berlangsung
> sejak tanggal 23 Mei lalu, merupakan pertikaian
> ketiga antara Islam Kristen di Poso. Pertikaian
> pertama berlangsung pada Desember 1998. Enam belas
> bulan kemudian, 15 April 2000 pertikaian meledak
> lagi, yang dipicu perkelaian pemuda Kelurahan
> Kamayanya (muslim) dengan Lambogia (Kristen).
>
> Dalam penyerangan kali ini kelompok merah yang
> bergabung dalam pasukan Kelelawar Hitam dipimpin
> oleh Cornelis Tibo asal Flores menyerang kampung
> Muslim Kayamanya. Mereka memukul-mukul tiang listrik
> hingga memancing kemarahan ummat Islam. Selanjutnya
> mereka mengaiaya ummat Islam di situ dan membunuh
> Serma Komarudin.
>
> Ummat Islam yang marah mengejar Pasukan Kelelawar
> Hitam yang lari ke Gereja Katolik Maengkolama.
> Karena bersembunyi di gereja itu ummat Islam yang
> marah membakar gereja yang dijadikan tempat
> persembunyian itu.
>
> Salah satu yang dianggap menjadi penyebab pertikaian
> adalah
=== message truncated ===
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
----Hapus qoute yang tidak relevan jika me-reply!----
Arsip milis ada di:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Situs sekolah ada di:
http://www.smun2-jbg.sch.id
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://uk.groups.yahoo.com/group/smu2jombang/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
=rosyid a. azhar=
Street Photographer
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.
[Non-text portions of this message have been removed]
----Hapus qoute yang tidak relevan jika me-reply!----
Arsip milis ada di:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Situs sekolah ada di:
http://www.smun2-jbg.sch.id
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://uk.groups.yahoo.com/group/smu2jombang/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
