Urun asal asul,
  Prediksiku, saat kita pensiun, Jombang bukan kota yang tenang seperti sekarang ini.
  Nantinya Jombang menjadi daerah industri, luberan dari daerah timurnya yang sudah padat industrinya.
  Sebagian besar masyarakatnya akan menjadi buruh (sekarang sudah banyak yang menjadi buruh di Sby, Sidoarjo, Gresik, dsk). Lahan-lahan pertanian menyempit, ada kawasan industri menengah hingga besar, jika tidak ada pabrik biasanya ada semacam Gilda seperti di eropa zaman pertengahan.
  Jika ada lahan pertanian maka tidak seperti sekarang ini, nantinya air akan susah, juga daya dukung ekologis pasti menurun.
  Kaum miskin kota meningkat, sebagian kecil dari warga Jombang sendiri dan sisanya adalah pendatang dari daerah lain yang ingin sukses di Jombang tapi tidak mampu bersaing, lainnya lagi adalah pendatang dari kota lebih besar lagi yang semakin sulit mencari kehidupan dan terpaksa turun "tingkat" di kota yang lebih kecil untuk bisa survive.
  Garong, jambret, copet, rampok dan sebangsanya bakal meramaikan kehidupan di Jombang.
  Masyarakat Jombang yang sekarang dalam kehidupan religinya masih bisa membedakan hitam putihnya kehidupan, maka nantinya pandangan ini akan berangsur pudar meski tidak hilang.
  Pondok atau pesantren atau padepokan atau perkumpulan apapun namanya tidak lagi didominasi kehidupan ke-NU-an saja, warna lain keberagaman keagamaan akan muncul. BAhkan kelompok yang berkedok agama akan muncul dengan kepentingan yang jauh dari agama.
  Di tengah belantara perubahan, dan Jombang adalah bagian dari globalisasi, maka akan banyak ditemui "lorong-lorong" makrifat yang beragam. Banyak diantara kita akan menyinggahi lorong ini untuk beristirahat sejenak, atau menetap melarikan diri dari hiruk pikuk kapitalism.
  Oase menyejukkan ditawarkan oleh kelompok2 kecil atas nama lembaga agama atau padepokan, oase lain yang ditawarkan adalah kehidupan malam yang menyajikan kenikmatan bersama wanita dan ikutannya serta klub-klub kenikmatan lain.
  Akibat ter-alienasi, kehidupan pribadi dan prilaku individualis menjadi penting untuk meraih kenikmatan dunia.
  Kemudian, adalah tempat untuk pensiun di Jombang?
  Sebagian diantara kita adalah Kelas Aristokrat, layaknya bangsawan jawa masa lalu, pasti memiliki utopia yang memabukkan, seberapa penting menikmati masa pensiun dengan martabat dan harkat di mata masyarakat? duduk di kursi malas ditemani burung beo dan berharap ada keselarasan dan harmoni dalam lingkungan sekitar.
  ......
  Maka satire nyinyir pasti dilakonkan Besoet
  .....
  Eh, jadi ingat M. Fauzil Adhim, mana Bpk Fauzil Adhim?
  
  =
  
  yanglagingantuktanpakopipanastidakbermaksudserius

           
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates starting at 1¢/min.

[Non-text portions of this message have been removed]



----Hapus qoute yang tidak relevan jika me-reply!----
Arsip milis ada di:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Situs sekolah ada di:
http://www.smun2-jbg.sch.id




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke