Yo aku setuju, ben gak lali karo boso jowo, utomone boso njombangan. opo maneh nduk kene aku nggawe boso hewes-hewes ben dino. Monggo, Faisal Zulkarnaen ~cahangonunto~
hendro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Aku ono usul, reks, Supoyo boso Jowo gak dilalekno/dipinggirno karo boso-2 liyane, yo opo nek setiap dino Rebo nek kirim email gawe boso Jowo, Aku yakin 90% Alumni SMU 2 Jombang iso boso Jowo. Wis gawe boso Njombangan ae, koyok Besutan...Yo opo ?? Matur suwun. Hendro Fis-2 '93 ----- Original Message ----- From: "Permana Ari Prasetya" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, 12 September, 2006 7:21 AM Subject: [smu2jombang] Bahasa Jawa Makin Tak Direken (jawapos.com) > Selasa, 12 Sept 2006, > Bahasa Jawa Makin Tak Direken > > Mendiknas di Kongres Bahasa Jawa di Semarang > SEMARANG - Bahasa Jawa dikhawatirkan makin terpinggirkan oleh kecenderungan > masyarakat yang lebih suka menggunakan bahasa > Indonesia, bahasa asing, atau bahasa Jakarta. Bila tak segera ditangani, > bahasa Jawa dan bahasa daerah lain bisa hilang dari > muka bumi. > > Kekhawatiran itu diungkapkan Mendiknas Bambang Sudibyo ketika menjadi > keynote speaker Kongres Bahasa Jawa (KBJ) IV di Patra > Convention Hotel Semarang kemarin. Kongres yang berlangsung hingga 14 > September itu diikuti 600 peserta. Beberapa di antaranya > dari Australia, Malaysia, dan Suriname. > > Menurut Bambang, gejala perubahan masyarakat dalam bertindak dan berbahasa, > jika tidak ditangani dengan sungguh-sungguh, akan > menimbulkan dampak luar biasa terhadap perikehidupan masyarakat, terutama di > kalangan generasi muda. > > Bambang mengakui, memang bahasa Jawa mulai diabaikan di sekolah-sekolah. > Bahasa Jawa juga kian ditinggalkan dalam pergaulan > keluarga. > > Memang, pemerintah memfasilitasi masyarakat yang ingin mengembangkan > kemampuan berbahasa Inggris atau Mandarin. Hanya, jangan > sampai mengorbankan bahasa Jawa sebagai bahasa daerah. "Bila bahasa Jawa > hilang dari tata penggunaan bahasa komunikasi > masyarakat, sebenarnya kita telah kehilangan dunia kehidupan kita sendiri," > ujarnya. > > Begitu bahasa Jawa hilang, kata Mendiknas, hilang pula ekspresi rasa > pengguna bahasa Jawa. Sebab, sejatinya bahasa Jawa memiliki > olah rasa yang amat kuat dibanding bahasa mana pun di dunia. > > "Satu misal, untuk mengungkapkan ekspresi wajah, bahasa Jawa kaya ungkapan. > Dari kata jembleng, mangar-mangar, jemamblang, > mringis, mrongos, dan banyak lagi. Mana ada bahasa sekaya bahasa Jawa," ujar > guru besar FE UGM ini. > > Karena itu, alangkah sayangnya bila bahasa Jawa dan bahasa daerah lain makin > tidak populer dan bahkan ditinggalkan penggunanya. > Seluruh elemen masyarakat mesti bersama-sama berupaya melakukan konservasi > dengan sungguh-sungguh. Kewibawaan bahasa daerah > harus dikembalikan. > > "Salah satu yang dilakukan adalah percepatan laju pengembangan kosa kata > agar bahasa Jawa mampu memenuhi tuntutan keperluan > masyarakat pendukungnya di bidang apa pun," tandasnya. > > Dengan cara begitu, imbuh Bambang, bahasa Jawa dan bahasa daerah lain -kini > jumlahnya 726 di Indonesia- terus hidup di tengah > perkembangan dunia global. > > "Marilah kita berotak global, tapi tetap berperasaan Jawa. Jangan sampai > anak cucu kita nanti tidak lagi mengenal bahasa orang > tuanya," kata Bambang. > > Hari pertama kongres kemarin sempat diwarnai protes delegasi Suriname kepada > Gubernur Jawa Tengah Mardianto. Rombongan Suriname > beranggota enam orang dipimpin Pamarso Parlemen Suriname Paul Sumoharjo. > Mereka memprotes penggunaan bahasa Indonesia sebagai > pengantar kongres. > > "Iki Kongres Bahasa Jawa kok omonge nganggo bahasa Indonesia. Piye karepe? > (Ini Kongres Bahasa Jawa kok bahasa pengantarnya > bahasa Indonesia. Bagaimana ini, Red)," ujar Paul kepada gubernur. > > Warga Suriname yang bernenek moyang orang Jawa hingga kini masih menggunakan > bahasa Jawa ngoko sebagai bahasa komunikasi, selain > bahasa Inggris. Mereka mengaku sulit menerima berbagai paparan pemakalah > yang menggunakan bahasa Indonesia. > > "Isoku mek bahasa Jawa ngoko. Bahasa Indonesia durung iso. Dadi, aku ora > ngerti opo sing diomongke Pak Menteri mau (Saya hanya > bahasa Jawa kasar. Bahasa Indonesia belum bisa. Jadi, saya tidak tahu apa > yang dibicarakan Pak Menteri tadi, Red)," kata Tatap > Pawirodinomo, salah satu anggota rombongan Suriname. (ari) > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ----Hapus qoute yang tidak relevan jika me-reply!---- > Arsip milis ada di: > http://www.mail-archive.com/[email protected]/ > Situs sekolah ada di: > http://www.smun2-jbg.sch.id > Yahoo! Groups Links > > > > > > Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com --------------------------------- Get your email and more, right on the new Yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ----Hapus qoute yang tidak relevan jika me-reply!---- Arsip milis ada di: http://www.mail-archive.com/[email protected]/ Situs sekolah ada di: http://www.smun2-jbg.sch.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://uk.groups.yahoo.com/group/smu2jombang/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://uk.docs.yahoo.com/info/terms.html
