Assalamu'alaikum
Saya tidak menekankan pada KRATON. Namun kepada
kerawanan budaya kita tergerus oleh jaman.
Bagaimanapun juga dalam khasanah budaya kita tersebut
terdapat sebuah nilai yang positif yang semestinya
kita pertahankan. Buat saya what ever dengan kraton
dengan penguasanya yang bisa merasa sebagai Tuhan bagi
rakyatnya atau yang lain.

Sekali lagi saya tekankan bahwa yang saya angkat
disinai adalah ancaman hilangnya bahasa jawa dari
permukaan bumi (mungkin terlalu ekstrim). Dan bahasa
jawa itu yang memiliki adalah orang jawa bukan orang
Inggris atau bule yang lagi nongkrong sambil
leyeh-leyeh di pantai kuta.

Hari ini saya mengikuti sebuah bedah buku dimana dalam
acara tersebut mengatakan bahwa "bahasa adalah sebuah
bentuk pemaksaan yang kita mau. Misalnya ketika kita
diberi tahu nama benda adalah botol maka kita akan
menurut. Hal itu berarti sebuah pemaksaan yang kita
mau. Dan ketika kita menerima itu maka bisa diartikan
kita mau untuk dijajah dalam hal budaya"

Akankah kita mau dijajah dengan bahasa hewes hewes.
Mengapa kita harus mau???

Wassalam

Permana
Alumni IPA4 2002-2003


--- ichalz alexander <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Tapi, pendapat saya para abdi dalem keraton zaman
> dulu pasti akan kagok jika disuruh untuk ngoko
> kepada Raja atau ratunya. Barangkali bagi para
> abdi/rakyat masa kerajaan merasa bangga jika mereka
> menggunakan kromo inggil ketika bicara pada rajanya.
> 
>    
>   Salam dari Lembah Sungai Nil.
> 
> Tuturuga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Ini pendapat agak ekstrem
> Bagi saya, bahasa itu hanya kesepakatan saja...
> Tetap lestari jika memang ada gunanya
> Akan musnah jika sudah dianggap tidak sesuai lagi
> Setiap zaman pasti ada trend mode-nya, termasuk
> bahasa
> Kita tidak mungkin (menganggap dan memaksa)
> menggunakan bahasa Bagongan (?) atau bahasa keraton
> sebagai bahasa yang lebih baik, lebih sopan, lebih
> beretika, lebih bermartabat, lebih aristokrat.
> Jujur saja, menurutku dalam bahasa kromo inggil itu
> sangat tidak demokratis dan egaliter (dalam konteks
> ketatanegaraan/kerajaan zaman dulu). Bagi atasan, ia
> menerima komunikasi bawahannya dengan kromo inggil,
> tetapi ia dianggap (dan merasa) tidak bermartabat
> jika
> menggunakan kromo inggil kepada bawahannya...
> Apalagi yang saya tahu, dikromo inggil tidak
> terdapat
> kata atau kosakata yang bernada kasar, apalagi
> misuh!
> (adakah misuh yang menggunakan kromo inggil????)
> Singkatnya, dalam struktur pemerintahan (jawa) zaman
> dulu kekuasaan itu tidak saja mengacu pada wilayah
> teritorial, kepangkatan/eselon, tetapi juga sudah
> masuk pada komunikasi (lisan dan tulisan). Proses
> ini
> tidak disadari dan berjalan berabad-abad....
> Aku yakin, yang paling kehilangan jika kromo inggil
> tidak lagi digunakan adalah para pembesar yang
> diuntungkan oleh ketimpangan (atau keharmonisan?)
> komunikasi ini...
> -----------
> Saya juga yakin, raja zaman2 dulu bisa salah,
> presiden
> kita juga bisa salah, para menteri bisa salah,
> apalagi
> saya.... mungkin salah semua....!!!! Hahahaaa...
> 
> Salam dari Gorontalo!
> 
> =t=
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
>  
> 
>               
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls
> to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less.
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


----Hapus qoute yang tidak relevan jika me-reply!----
Arsip milis ada di:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Situs sekolah ada di:
http://www.smun2-jbg.sch.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://uk.groups.yahoo.com/group/smu2jombang/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://uk.docs.yahoo.com/info/terms.html
 



Kirim email ke