yang namanya Taufik Bil Haqi ini adlah contoh sosok mahasiswa yang bodoh dan
bermaksud membodohi umat. Tidak pantas mulutmu itu berkata, kamu hina
sepenuhnya. Sombong, karena salah tapi masih membela diri. Semoga Allah SWT
segera mengangkat dirimu dan teman2mu dari kebodohan.
Faisal Zulkarnaen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sastrawiguna Ajidharma <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: Remas SMUN 2 <[EMAIL
PROTECTED]>
From: Sastrawiguna Ajidharma <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon, 9 Jul 2007 08:17:33 -0700 (PDT)
Subject: [miftahulabror] Karikatur Nabi Muhammad di Buletin STAIN Samarinda
Karikatur Nabi Muhammad di Buletin STAIN Samarinda
Samarinda (ANTARA News) - Warga Islam Samarinda terkejut serta memprotes keras
mengenai pemuatan karikatur Nabi Muhammad, SAW pada Buletin Kampus Sekolah
Tinggi Agama Islam (STAIN) Samarinda.
Dilaporkan di Samarinda, Senin bahwa gambar itu diduga diambil dari internet
karena mirip dengan yang pernah dimuat oleh surat khabar Swedia sehingga
mengundang kemarahan umat islam seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Pada edisi III/TH I/VI/2007 yang berjudul "Mewaspadai Gerakan Kelompok Islam
Ekstrim" terdapat dua karikatur. Salah satunya karikatur itu menunjukkan
seorang pria memakai sorban memegang pedang yang diapit dua wanita dan di
kepalanya bertuliskan Muhammad.
"Selama dua hari, saya mendapat SMS dari seluruh umat Islam dari seluruh
Kaltim. Mereka mempertanyakan masalah karikatur itu sehingga hari ini saya
langsung menemui pihak STAIN dan pengelola buletin itu," kata Ketua MUI
Samarinda KH. Zaini Naim ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya.
Pihak MUI yang dipimpin KH. Zaini Naim langsung menemui Ketua STAIN Samarinda
Abdul Hadi dan Pimpinan Redaksi Buletin STAIN Taufik Bil Haqi untuk menanyakan
tujuan pemuatan karikatur tersebut.
Ketua MUI Samarinda menilai bahwa karikatur tersebut memang mirip dengan
karikatur yang pernah dimuat di sejumlah media di Swedia.
"Karikatur itu jelas melecehkan umat Islam. Pihak STAIN sendiri mengaku tidak
tahu pemuatan karikatur tersebut namun pak Abdul Hadi baik secara institusi
maupun pribadi meminta maaf kepada umat Islam," imbuh dia.
Awalnya, pihak pengelola buletin itu sempat bersikeras bahwa karikatur itu
tidak ada niat untuk melecehkan tetapi setelah pihak MUI memberi penjelasan
tentang tidak bolehnya memuat gambar Nabi Muhammad, SAW dalam bentuk apapun,
akhirnya mereka meminta maaf.
Ditanya sikap MUI Samarinda atas karikatur itu, KH. Zaini Naim mengaku tidak
menempuh jalur hukum karena mereka sudah minta maaf. Namun, katanya menambahkan
bahwa MUI tidak menjamin apabila ada Ormas Islam yang akan membawa kasus itu ke
proses hukum.
"Kami sangat menyayangkan pemuatan karikatur itu tetapi karena pihak pengelola
(buletin kampus) sudah meminta maaf, maka kami sebagai orang tua tentunya
memberi maaf tetapi kami sudah memberikan warning keras agar hal itu tidak
diulangi," katanya.
"Kita menginginkan agar Samarinda tetap kondusif sehingga saya menghimbau agar
masalah ini tidak terlalu dibesar-besarkan. Semua pihak agar menahan diri, mari
kita selesaikan ini secara baik-baik," katanya.
Pihaknya juga mengharapkan agar semua pihak menyelesaikan masalah itu dengan
kepala dingin, jangan sampai dimanfaatkan pihak lain untuk memperkeruh suasana
Kaltim yang selama ini aman.
Ketua STAIN Samarinda Abdul Hadi usai pertemuan dengan pihak MUI Samarinda
mengaku tidak tahu adanya pemuatan karikatur Nabi Muhammad, SAW pada Buletin
STAIN.
Namun, Abdul Hadi mengaku pihaknya secara terbuka meminta maaf kepada umat
Islam serta berharap masalah itu tidak menjadi polemik yang bisa membuat
kondisi Kaltim tidak aman.
Sementara, Pimpinan Redaksi Buletin STAIN Taufik Bil Haqi tetap membantah
tentang adanya niat untuk melecehkan umat Islam.
Dia mengaku bahwa tidak punya maksud tertentu di balik pemuatan karikatur yang
dianggap mirip dengan karikatur Nabi Muhammad tersebut.
"Karikatur itu kami ambil dari internet dan tidak ada sedikitpun niat
melecehkan Nabi Muhammad. Mana mungkin saya sebagai orang Islam sendiri mau
menghina Rasul kita. Apabila hal itu dianggap salah, maka saya mewakili redaksi
meminta maaf," katanya.
Mengenai segera kemungkinan ditariknya edisi yang memuat karikatur Nabi
Muhammad pada buletin 18 halaman itu dari peredaran, Taufik Bil Haqi mengaku
tidak tahu. (*)
Note : Mana mungkin seorang mahasiswa STAIN nggak tau perihal ketidakbolehan
penggambaran Rasulullah
"Demi masa,sesungguhnya manusia dlm kerugian,kecuali orang2 yg
beriman&beramal saleh&saling berwasiat dg kebenaran&saling menasehati dg
kesabaran."
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on,
when.
Salam hangat,
Faisal Zulkarnaen
http://faisal-zulkarnaen.blogspot.com
---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]