Tipikal orang Islam pada umumnya. Kalo ada olok-olok soal agamanya, langsung 
main kasar, bikin huru-hara, mengeluarkan kata-kata kasar yang berlebihan, demo 
ngrusak sana-sini.Gak pernah mau berfikir untuk melawan sebuah pemikiran dengan 
pemikiran juga, thesis dengan anti thesis. Tengoklah Orang nasrani. Ketika 
agamanya diolok-olok oleh Dan Brown lewat bukunya Davinci Code, pada dasarnya 
orang nasrani juga tersinggung. Seperti tersinggungnya orang Islam ketika 
Salman Rusydi menulis buku The Satanic Verses. Sehingga mengundang reaksi 
internasional juga. Tapi mereka membalasnya dengan cara yang elegan pula. Tidak 
dengan kekerasan tapi dengan tulisan pula. Para sejarawan dan teologis menulis 
buku-buku yang berusaha mematahkan teori-teori dan sejarah yang ditulis secara 
keliru dalam buku Davinci Code. Coba tengok berapa banyak buku yang ditulis 
sebagai reaksi terhadap Davinci Code. Ini menunjukkan betapa educated-nya 
mereka.  


hata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          yang namanya Taufik Bil Haqi ini adlah 
contoh sosok mahasiswa yang bodoh dan bermaksud membodohi umat. Tidak pantas 
mulutmu itu berkata, kamu hina sepenuhnya. Sombong, karena salah tapi masih 
membela diri. Semoga Allah SWT segera mengangkat dirimu dan teman2mu dari 
kebodohan.

Faisal Zulkarnaen <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

Sastrawiguna Ajidharma <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: Remas SMUN 2 <[EMAIL 
PROTECTED]>
From: Sastrawiguna Ajidharma <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon, 9 Jul 2007 08:17:33 -0700 (PDT)
Subject: [miftahulabror] Karikatur Nabi Muhammad di Buletin STAIN Samarinda

Karikatur Nabi Muhammad di Buletin STAIN Samarinda 
Samarinda (ANTARA News) - Warga Islam Samarinda terkejut serta memprotes keras 
mengenai pemuatan karikatur Nabi Muhammad, SAW pada Buletin Kampus Sekolah 
Tinggi Agama Islam (STAIN) Samarinda.

Dilaporkan di Samarinda, Senin bahwa gambar itu diduga diambil dari internet 
karena mirip dengan yang pernah dimuat oleh surat khabar Swedia sehingga 
mengundang kemarahan umat islam seluruh dunia, termasuk di Indonesia. 

Pada edisi III/TH I/VI/2007 yang berjudul "Mewaspadai Gerakan Kelompok Islam 
Ekstrim" terdapat dua karikatur. Salah satunya karikatur itu menunjukkan 
seorang pria memakai sorban memegang pedang yang diapit dua wanita dan di 
kepalanya bertuliskan Muhammad.

"Selama dua hari, saya mendapat SMS dari seluruh umat Islam dari seluruh 
Kaltim. Mereka mempertanyakan masalah karikatur itu sehingga hari ini saya 
langsung menemui pihak STAIN dan pengelola buletin itu," kata Ketua MUI 
Samarinda KH. Zaini Naim ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya.

Pihak MUI yang dipimpin KH. Zaini Naim langsung menemui Ketua STAIN Samarinda 
Abdul Hadi dan Pimpinan Redaksi Buletin STAIN Taufik Bil Haqi untuk menanyakan 
tujuan pemuatan karikatur tersebut. 

Ketua MUI Samarinda menilai bahwa karikatur tersebut memang mirip dengan 
karikatur yang pernah dimuat di sejumlah media di Swedia.

"Karikatur itu jelas melecehkan umat Islam. Pihak STAIN sendiri mengaku tidak 
tahu pemuatan karikatur tersebut namun pak Abdul Hadi baik secara institusi 
maupun pribadi meminta maaf kepada umat Islam," imbuh dia. 

Awalnya, pihak pengelola buletin itu sempat bersikeras bahwa karikatur itu 
tidak ada niat untuk melecehkan tetapi setelah pihak MUI memberi penjelasan 
tentang tidak bolehnya memuat gambar Nabi Muhammad, SAW dalam bentuk apapun, 
akhirnya mereka meminta maaf.

Ditanya sikap MUI Samarinda atas karikatur itu, KH. Zaini Naim mengaku tidak 
menempuh jalur hukum karena mereka sudah minta maaf. Namun, katanya menambahkan 
bahwa MUI tidak menjamin apabila ada Ormas Islam yang akan membawa kasus itu ke 
proses hukum.

"Kami sangat menyayangkan pemuatan karikatur itu tetapi karena pihak pengelola 
(buletin kampus) sudah meminta maaf, maka kami sebagai orang tua tentunya 
memberi maaf tetapi kami sudah memberikan warning keras agar hal itu tidak 
diulangi," katanya. 

"Kita menginginkan agar Samarinda tetap kondusif sehingga saya menghimbau agar 
masalah ini tidak terlalu dibesar-besarkan. Semua pihak agar menahan diri, mari 
kita selesaikan ini secara baik-baik," katanya. 

Pihaknya juga mengharapkan agar semua pihak menyelesaikan masalah itu dengan 
kepala dingin, jangan sampai dimanfaatkan pihak lain untuk memperkeruh suasana 
Kaltim yang selama ini aman.

Ketua STAIN Samarinda Abdul Hadi usai pertemuan dengan pihak MUI Samarinda 
mengaku tidak tahu adanya pemuatan karikatur Nabi Muhammad, SAW pada Buletin 
STAIN. 

Namun, Abdul Hadi mengaku pihaknya secara terbuka meminta maaf kepada umat 
Islam serta berharap masalah itu tidak menjadi polemik yang bisa membuat 
kondisi Kaltim tidak aman.

Sementara, Pimpinan Redaksi Buletin STAIN Taufik Bil Haqi tetap membantah 
tentang adanya niat untuk melecehkan umat Islam. 

Dia mengaku bahwa tidak punya maksud tertentu di balik pemuatan karikatur yang 
dianggap mirip dengan karikatur Nabi Muhammad tersebut.

"Karikatur itu kami ambil dari internet dan tidak ada sedikitpun niat 
melecehkan Nabi Muhammad. Mana mungkin saya sebagai orang Islam sendiri mau 
menghina Rasul kita. Apabila hal itu dianggap salah, maka saya mewakili redaksi 
meminta maaf," katanya. 

Mengenai segera kemungkinan ditariknya edisi yang memuat karikatur Nabi 
Muhammad pada buletin 18 halaman itu dari peredaran, Taufik Bil Haqi mengaku 
tidak tahu. (*)



Note : Mana mungkin seorang mahasiswa STAIN nggak tau perihal ketidakbolehan 
penggambaran Rasulullah 


"Demi masa,sesungguhnya manusia dlm kerugian,kecuali orang2 yg beriman&beramal 
saleh&saling berwasiat dg kebenaran&saling menasehati dg kesabaran."


---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 

Salam hangat, 
Faisal Zulkarnaen 
http://faisal-zulkarnaen.blogspot.com 
---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke