Kemanjuan China dibanding Indonesia
Oleh Anggiet
Rekan-rekan semua,
Baru-baru ini saya mendapatkan beasiswa Asian Fellowship Award yang
diberikan kepada dosen dan karyawan LSM minimal berjenjang S2 dari
negara berkembang di Asia untuk melakukan penelitian di negara Asia
lainnya di bidang seni, budaya dan sosial. Kebetulan S1 dan S2 saya di
bidang sinologi dan saya meneliti tentang masalah-masalah sosial dalam
keluarga Cina. Saya sekarang menjadi peniliti di universitas Xiamen.
Terus terang saya sangat kaget ketika sampai di Xiamen. Xiamen terkenal
sebagai kota industri dan juga pendidikan, mungkin sekelas semarang di
Indonesia. Setelah 10 tahun tinggal di luar Cina saya harus mengakui
Cina bukanlah negeri seperti yang kebanyakan orang Indonesia pikir.
Bandara Xiamen sangat modern dan efisien, lebih baik dari bandara
Sukarno Hatta, jalan-jalannya luas, tidak ada kemacetan, di manapun kita
pergi kita melihat taman yang tertata dengan rapih dan terpelihara. Satu
hal yang paling mencengangkan adalah saya tidak melihat sampah.
Orang-orang yang berjualan di pinggir jalan pun sangat teratur,sangat
berbeda dengan kesan yang kita tahu bahwa orang Cina sangat jorok.
Transportasi sistem pun sangat baik, mereka sudah menerapkan kartu chip
untuk naik bis, jadi kita hanya perlu beli kartu isi ulang yang harus
ditempelkan pada mesin elektronik saat naik bis.Meskipun bis tidak
terikat waktunya, semua orang menunggu bis di halte, naik di pintu
depan, pintu bis selalu tertutup saat di jalan dan tidak pernah bis
terlalu penuh seperti di jakarta.
Kampus Xiamen university pun tidak kalah dengan kampus-kampus di
Australia. Seluruh gedung diperlengkapi dengan AC, bahkan di dalam
asrama-asrama mahasiswa (disini hampir semua mahasiswa tinggal di
asrama).Internet ada di mana-mana, bahkan di asrama untuk orang asing
pun akses internet bebas 24 jam hanya dengan membayar Rp.30 ribu.
Teleponpun sangat murah. Fasilitas kampus pun sangat luar biasa, mulai
dari kelas-kelas berAC yang diilengkapi dengan LCD, danau, stadion
olahraga dan kolam renang berukuran standar internasional, pelayanan
yang sangat efisien dsb. Kartu mahasiswa bersifat multifungsi, bisa
digunakan sebagai kartu untuk membeli makanan, berbelanja, fotokopi dan
akses ke berbagai perpustakaan.
Dalam dua tahun belakangan ini saya berkesempatan beberapa kali
berkunjung ke Thailand dan Cina untuk sekolah. Benar-benar saya merasa
malu dengan negeri kita, karena kita jauh sekali tertinggal dengan
negara-negara yang 10 tahun yang lalu ada di bawah kita. Thailand sudah
beberapa tahun yang lalu memiliki monorail dan tahun lalu membuka
subway, dan Cina sangat mengejutkan saya dengan kebersihan dan
kedisiplinan masyarakatnya memelihara lingkungan dan mempertahankan etos
kerja dan kebersihan lingkungan.
Terus terang saya adalah orang yang anti pemerintah karena saya memang
banyak kecewa dengan pemerintah, sehingga saya sering berkata bahwa
satu-satunya hal yang saya bisa banggakan dari negeri saya adalah
budayanya yang tinggi. Sayangnya memang masyarakat kita terus dikungkung
dan dibiarkan menjadi bodoh dan kita tidak sadar bahwa sekarang
negara-negara asia yang dulunya tidak kita pandang sebelah matapun
sebenarnya sudah jauh berad di depan kita.
Ada tanggapan?
Anggiet
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/smu_mosa/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/