On 8/27/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
aku terus terang ga terlalu paham dengan yang sang petualang maksud (sorry, ga ingat nama).  mungkin bisa dijelaskan apa yang dimaksud dengan pengembosan dalam interpretasi terhadap karl marx?  siapa atau apa yang digembosi dan siapa yang mengembosi
 


@ aboe
kayaknya membahas masalah KOMUNIS ni emang gak akan ada habisnya, ini kan berhubungan dengan ideologi masing2 personal, untuk lebih jelasnya komunis tu sama seperti isme2 yang lain -sosialisme, kapitalisme,imperialisme etc-, ahmadiyah juga, yang terpentng bagi kita semua adalah bagaimana menerapkan MANAJEMEN PERBEDAAN, karena kayaknya bangsa kita ni kayaknya gak bisa nerima perbedaan, padahal, mau yang namanya komunis, ahmadiyah,ato kalo di Sumatera Utara ada Pemahaman PARMALIM yang katanya menyembah MULAJADI NA BOLON ( Tuhan Yang Esa dan Maha Kuasa) juga gak bisa kita terima, jujur aja kayaknya bangsa kita ni udah kebablasan kali. semuanya disikapi dengan emosian - Memangnya Nabi Muhammad SAW  dulu kalo gak senag ama orang Kafir ato gak sepemahaman ama Dia, Beliau Langsung  Hantam Kromo, Ribak Sude(hancur leburkan) kan nggak- , semua ditanggapi dengan pemahaman nyang aku bisa bilang sedikit (itupun kalo gak mau dibilang gak ada pengetahuan sama sekali) padahal di QS:Al-Isra(17):36 dijelaskan bahwa kita tu gak boleh ngelakuin apa aja yang gak ada pengetahuan di dalamnya, karena kalo kita udah bisa menerapkan manajemen perbedaan kita kan ama yag  lain kita jadi lebih arif menyikapi seluruh perbedaan yang, kita harus OPEN MIND, ni sesuai dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW ama orang2 Kafir  (QS Alkafirun:6 )Lakum Dinukum WaLiyadin ( untuk Kamu Sistem/Pemahaman Kamu,

Abu menyatakan manajemen perbedaan terhadap beberapa paham dan rupanya disitu termasuk Ahmadiyah ,
dan itulah yang saya sebut salah satu paham pengembosan.
 

saya juga ga ngerti apa yang dimaksud dengan pernyataan saya yang terlalu umum, itu sebuah pemahaman akademis yang universal.  implikasinya, baik abu ataupun sang petualang sah-sah saja untuk melakukan argumen atau counter-argument..

pemahaman akademis yang universal juga termasuk umum ya bang?

mari kita masukkan argumen-argumen tersebut dalam konteks pemahaman terhadap Karl Marx yang disampaikan oleh Abu.  di situ abu menyampaikan apa yang dia pahami tentang Marx dan itu sah-sah saja, dan sah juga buat siapa pun untuk melakukan counter-argument.  di sini saya tidak melihat pemahaman terhadap Marx tersebut menggembosi siapa pun atau apa pun (mohon ditunjukkan jika ternyata sebaliknya)...

memang sah2 saja menyampaikan suatu wacana atau argumen, tapi apakah kira2 kita bisa menyampaikannya dengan benar?
kalau memang seseorang sudah mengerti yang disampaikannya dan tahu implikasi yang bisa ditimbulkan oleh argumennya, ya ga' masalah untuk menyampaikan argumennya.

untuk komunis sebagai pengembosan s
udah ditanggapi diatas :D


saya ingin menanggapi satu hal lain,
 
Sang Petualang: Abubakar bahkan langsung menyerang suku yang mengakui masih ada Nabi selain Rasulullah SAW.
 
statement ini sangat berbahaya jika tidak disertai pemahaman yang mendalam terhadap konteks kejadian.  apalagi penggunaan kata 'langsung menyerang' yang bisa bermakna tanpa pertimbangan dan alasan yang jelas selain mengakui ada nabi selain Rasul SAW.  mohon bisa berhati-hati, setidaknya bisa disampaikan dengan konteks yang lebih jelas...kenapa berbahaya? seperti yang sang petualang sebutkan juga, jika masyarakat menerima ini mentah-mentah, kita kemudian bisa menjadi asal hantam ketika mengetahui ada perbedaan di sekitar kita, dan bahkan bisa mengarah kepada budaya kekerasan yang jika tidak dikelola dengan baik akan sangat destruktif bagi masyarakat...
 
dan saya juga tidak mengatakan dan tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa kebebasan itu tidak ada batasnya...salah satu batasnya adalah penghargaan terhadap kebebasan orang lain, jika kita mempraktikkan kebebasan kita yang kemudian melanggar kebebasan orang lain itu tidak pada tempatnya.  tapi saya di sini tidak melihat apa yang disampaikan Abu berada dalam konteks ini.

 


dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar

Perang Ridda

Segera setelah suksesi Abu Bakar, beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Beberapa suku Arab yang berasal dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada. Beberapa diantaranya menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni penyembahan berhala. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad SAW dan dengan kematiannya komitmennya tidak berlaku lagi. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama perang Ridda. Dalam perang Ridda peperangan terbesar adalah memerangi Ibnu Habib al-Hanafi yang lebih dikenal dengan nama Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad SAW. Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid.

Sorry mungkin kecepatan nulisnya karena mau ujian,

Abu Bakar sangat mencintai Rasulullah, dan dengan penghkianatan oleh Ibnu Habib al-Hanafi ini Abu Bakar menjadi marah dan langsung menyatakan perang terhadap mereka.

Jadi maksudnya, Abu Bakar ra dengan pertimbangan pembangkangan suku yang Munafik ini langsung memerangi mereka.

Hanya pada saat ini Abu Bakar yang terkenal sangat lembut bahkan menjadi sangat marah melebihi Sahabat Umar bin Khattab.


untuk sementara itu dulu...
 
wassalam,
a.alhadath

wa'alaikum salam :D

--
kenali pasangan anda di :
http://www.gemintang.com/lovemeter/?o=301321 __._,_.___


SPONSORED LINKS
Secondary school education Graduate school education Home school education
Graduate school education online High school education


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke