assalamualaikum
marilah kita melihat diri kita sendiri, apakah sehat ataw sedang sakit?
"if you wanna make the world a better place, take
a look at your self, and make a change"
tq bang taufik atas pepatah englishnya sehingga membangkitkan sedikit banyak
saya punya inspirasi..
Dalam perkembangan mailis mosa ini, sama2 telah kita baca berbagai informasi
baik beasiswa, pekerjaan, artikel dan juga berita. sekian banyak informasi yang
datang telah membuka cakrwala dan juga menambah ilmu tentunya. namun demikian
sangat di sayangkan informasi yang telah dikemas dengan sedemikian rupa hanya
dicerna oleh sebagian kecil dari alumni MOSA. dan menurut pantauan saya orang
itu2 saja yang hadir disini. kalo dibilang alumni mosa GAPTEK gak mungkin kali.
Tapi saya yakin jauhnya mereka itu disebabkan terhadang oleh pekerjaan atau
kesibukan yang gak bisa ditinggalkan. atau bisa juga ketidaktahuan dari
beberapa alumni terhadap keberadaan mailis ini.
nah, beranjak dari pernyataan diatas usul saya seh,..sebaiknya sosialisasi
terhadap mailis ini dilaksanakan sejak dini.maksudnya mailis ini sudah harus
diketahui oleh setiap siswa SMA MODAL BANGSA semenjak kelas 1. selain
menyambung tali silaturahmi antar alumni, mungkin mailis ini bisa jadi ajang
silaturahmi antar alumni dan siwa. selain itu, jangan lupakan bapak/ibu guru
juga. mungkin SOSIALISASI extra diperlukan..dan ini tanggung jawab kita semua
Tujuan di terbitkan mailis ini ada beraneka macam. Ada untuk sarana komunikasi
dan silaturahmi. Ada juga untuk sarana tukar informasi dan laen2nya deh dan tak
bisa dipungkiri mafaat yang sangat besar telah diberikan mailis ini. Ada banyak
realita kehidupan muncul kepermukaan dan ada disini. Tapi apa seh tujuan inti
mailis ini? Klo gak salah tujuan primer mailis MOSA ini menghadirkan kejadian
up to date kehidupan mosa dan Kami mosa. Tanpa mernendahkan informasi2 lainnya,
informasi perkembangan MOSA dari hari ke hari dengan isu2 aktual belum dapat
maksimal didapatkan disini. Sehingga ada indikasi kebosanan ke mailis ini di
sebabkan oleh hal yang demikian. Seperti kami yang berada nun jauh dari ibukota
provinsi, tidak bisa berkumpul dan tak bisa bertukar informasi dengan rekan2
yang berada disana. Tak salahnya apabila sarana ini kami pergunakan untuk
mengetahui sejauh mana mosa dan kami mosa telah men-DUNIA. Padahal dulu menarik
sekali ketika ada seorang riski destriman(maaf
andai salah ejaan) meng-UPLOAD data kebusukan mosa hasil skripsinya. Dan
setelah itu ada beberapa kegiatan dari KAMI mosa yang tersaji rapi pada mailis
ini. Apabila di persenkan, mailis ini hanya menghidangkan 40 % berita mosa
disbandingkan informasi lain n the junk.
Dalam hal ini, usul saya neh..sudah sepantasnyalah KAMI MOSA yang berperan
aktif untuk selalu tampil membawakan informasi dan press release. Sapa tau, ada
beberapa rekan kita yang wartawan atau punya akses kesana bisa menjadikan
berita terkini. Lumayan kan? Jarang kali mosa masok koran. Selain itu, info
tersebut akan bermanfaat sekali bagi kami di kampong ini.
Selanjutnya ne, kebanyakan ya? Hehe..Sesekalikali aja ne..MODAL BANGSA sudah
menetaskan sebanyak 11 angkatan ne dan telah berdiri tegak selama 10 tahun. Hal
ini telah kita peringati sebagai 1 dekade MOSA di ujong batee kemaren. Sampai
saat sekarang ini, alumni mosa sudah berserakan di seluruh Aceh, Indonesia dan
bahkan di dunia. Hamper seluruh lini kehidupan masyarakat telah hadir alumni
yang notabene anak2 terbaik aceh. Apakah masyarakat tau modal bangsa itu ada?
Apakah masyarakat mengerti akan awal mula mosa itu? Kita patut bersyukur
masyarakat belum tau kalo kita ini adalah aneuk naggroe yang dibiayai oleh
“peng acheh”, maksudnya andai mereka tau MOSA pake APBD maka wabah kireueh-lah
kita diterpa badai kritik kehidupan seperti yang telah dirasakan IPDN. hal ini
dikarenakan keberadaan MOSA tentunya tidak jauh berbeda dengan IPDN. Hanya saja
pembiayaan IPDN bersumber pada APBN sedangkan MOSA bersumber pada APBD. Benar
atau salah? Singkat saja, dengan menyimpan jauh2 kata
“munafik” saya bertanya pada seluruh penghuni, berbanding terbalik dengan apa
yang kita peroleh sebelumnya, apa saja yang telah kita berikan untuk aceh? 10
tahun mosa telah ada tapi masih jauh dari “maunya” faundingfather. Selain itu,
kita selalu bisa melihat kesalahan institusi laen, selalu bisa mengkritisi
kebusukan orang lain. Bagaimana dengan MOSA apanya sudah beres? apa saja
kontribusi kita terhadap MOSA?
menurut saya, janganlah kita cet langet (cat langit) dan jak peu thoe laot
(keringin laot).. berbicara dan berbuat yang konkret aja. bek lagee panyot
culot (lempu teplok) yang hanya bisa menerangi orang lain, sedangkan diri
sendiri dalam keremangan. Apa kata dunia?
tanpa mengurangi hormat saya kepada pembaca sekalian. mohon maaf sebesar2nya
apabila ada kata yang tak berkenan dan terlalu metafora serta personifikasi.
trimakasih atas perhatiannya..
saleum ulon,
IQBAL TAWAKKAL
LET 4
NB : CACI MAKI DAN KRITIKNYA DITUNGGU
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/