Pasangan Hidup

                Tulisan ini bisa dikomentari dan dilihat di web:
                
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=357
                Dan dapatkan artikel-artikel enerlife lainnya di:
                http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife



                Renungan bagi semua yang masih bujang ataupun
                yang sudah menikah.

                Alkisah seorang raja yang kaya raya dan
                sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas
                dan kuningan. Karena saking banyaknya
                sehingga antara emas dan kuningan bercampur
                menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati
                ini ingin memberikan hadiah emas kepada
                seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu
                mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan
                emas terserah mereka.

                Karena antara emas dan kuningan tercampur
                menjadi satu sehingga sulit sekali di
                bedakan. Mana yang emas dan mana yang
                kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan
                mana yang emasnya hanya 1 karat. Namun ada
                peraturan dari sang raja, yaitu apabila
                mereka sudah memilih dan mengambil satu dari
                emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya
                lagi.

                Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang
                mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang
                mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja
                dikebun raja dan merawat pemberian raja itu
                dengan baik, maka raja akan menambah dan
                memberikan kadar karat itu sedikit demi
                sedikit.

                Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya,
                sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang
                dari penjuru tempat, dan satu persatu dari
                mereka dengan berhati-hati mengamat-amati
                benda-benda itu. Waktu yang diberikan kepada
                mereka semua ialah satu setengah hari, dengan
                perhitungan setengah hari untuk memilih,
                setengah hari untuk merenungkan, dan setengah
                hari lagi untuk memutuskan.

                Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan
                pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang
                terjadi perebutan emas yang sama diantara
                mereka. Selama proses pemilihan berlangsung,
                seorang prajurit mencoba bertanya kepada
                salah seorang rakyatnya, "Apa yang kau amat-
                amati, sehingga satu setengah hari kau
                habiskan waktumu disini?". Jawab orang itu,
                "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus
                mendapatkan emas 24 karat itu". Lalu tanya
                prajurit itu lagi, "Seandainya emas 24 karat
                itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu
                diantara setumpuk emas ini, apakah engkau
                masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu
                sangat terbatas". Jawab orang itu lagi,
                "Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas
                terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku
                habis".

                Lalu prajurit itu berkeliling dan ia
                menjumpai seorang yang tampan, melihat
                perangainya ia adalah seorang kaya,
                bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai
                orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah
                engkau sudah lebih dari cukup?". Jawab orang
                kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau
                aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu
                berarti menambah keuntunganku".

                Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu
                persatu dari mereka, maka tampak olehnya
                seseorang, yang sejak satu hari ia selalu
                menggenggam kepingan emasnya, lalu
                dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam
                disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas
                itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil
                emas itu?". Mendengar pertanyaan prajurit
                itu, orang ini hanya diam saja. Maka prajurit
                itu bertanya lagi, "Atau engkau yakin bahwa
                itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak
                lagi berusaha mencari yang lain?". Orang itu
                masih terdiam, prajurit itu semakin
                penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi,
                "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?".

                Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab,
                "Tuan saya ini orang miskin, saya tidak
                pernah tahu mana yang emas dan mana yang
                kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini,
                sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini,
                atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun
                saya juga tidak tahu". "Lalu mengapa engkau
                tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau
                kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya
                prajutit itu lagi.

                "Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi
                menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang
                emas dan mana yang kuningan, mana yang 1
                karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal
                yang saya percaya janji raja untuk mengubah
                kuningan menjadi emas itu yang lebih penting"
                jawabnya lugu.

                Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa
                begitu?". "Bagi saya berapapun kadar karat
                emas ini cukup buat saya, karena kalau saya
                bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-
                tahun menabung untuk membeli emas itu".
                Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban
                dari orang ini, lalu ia melanjutkan
                perkataannya, "Lagi pula tuan, peraturannya
                saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya
                ambil". "Tidakkah engkau mengambil emas-emas
                yang lain dan menukarkannya
                sekarang, selagi masih ada waktu?", tanya
                prajurit lagi. "Saya sudah menggunakan waktu
                itu, kini waktu setengah hari terakhir saya,
                inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika
                saya gantikan emas ini dengan yang lain,
                belum tentu saya mendapat yang lebih baik
                dari punya saya ini. Saya memutuskan untuk
                mengabdi pada raja dan merawat milik saya
                ini, untuk menjadikannya emas yang murni".

                Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda
                berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja
                keluar dan berdiri ditempat yang tinggi
                sambil berkata, "Wahai rakyatku yang
                kukasihi, semua emas yang kau genggam itu
                adalah hadiah yang telah kuberikan. Sesuai
                dengan perjanjian, tidak seorangpun
                diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan
                hadiah itu, jika didapati hal diatas maka
                orang itu akan mendapat hukuman karena ia
                tidak menghargai raja". Kata-kata raja itu
                disambut hangat oleh rakyatnya.

                Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja
                ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan
                ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas
                24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa
                kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan,
                dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah
                karat itu, karena akulah yang memilikinya.
                Selama satu setengah hari, setengah hari yang
                kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada
                kalian semua untuk merenungkan pilihan,
                kalian kutunggu untuk datang kepadaku
                menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang
                sekali hanya satu orang yang datang kepadaku
                untuk menanyakannya".

                Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana
                itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-
                tahun ia dengan sabar menambah karat satu
                persatu dari emas rakyatnya.

                ~~~
                Dikutip dari :
                Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli : When
                We Have to Choice

                Dari kisah diatas kita dapat merenungkan hal
                dalam mencari pasangan hidup :

                1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias
                cari pacar (setengah hari untuk memilih).
                ---------------------------------------------
               Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada
                yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu
                milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu
                masalah itu, artinya setiap manusia milik
                Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi
                denganNya tentang pasangan Anda.

                2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi
                belum menikah (setengah hari untuk
                merenungkan)
                ---------------------------------------------
                Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia
                nampak emas 24 karat, ternyata setelah
                bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar
                10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan
                dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat
                yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat
                kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu
                kita melepaskannya kita mendapat yang lebih
                baik.

                Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah
                mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan
                ialah menilai secara objektif siapa dia
                (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat
                penting dalam menjalin hubungan), dan
                menyelaraskan hati Anda bersamanya. Begitu
                Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya
                sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan
                demikian Anda tidak merasa shock setelah
                menikah. Tinggal bagaimana Anda menerimanya;
                Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda
                mengusahakan perubahannya atau tidak. Dan
                jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam
                jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini
                Anda tidak pernah mengalami masalah dengan
                pasangan Anda (tidak pernah bertengkar
                mungkin) Anda malah harus berhati-hati,
                karena ini adalah hubungan yang tidak sehat,
                berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan
                dalam hubungan Anda.

                Yang terpenting adalah niat baik diantara
                pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta,
                segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya.
                Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya
                waktu setengah hari lagi untuk memutuskan,
                artinya anda masih dapat berganti pilihan,
                akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal
                ini.

                3. Bagi yang telah menikah (setengah hari
                untuk memutuskan).
                ---------------------------------------------
                Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda
                telah mengambil keputusan untuk memilihnya,
                jangan berfikir untuk mengambil keuntungan
                dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti
                Anda egois, sama halnya dengan orang kaya
                diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah
                puas dengan diri pasangan Anda, maka tidak
                heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda
                tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan
                Anda sendiri, jangan kuatir raja selalu
                memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar
                karat pada emasnya.

                Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan
                memperhatikan Anda, dan Dia yang paling
                berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian
                bukanlah solusi, sampai kapan kita harus
                menikah lalu bercerai, menikah lagi dan
                bercerai lagi ?. Ingatlah si dia adalah
                hadiah, siapapun dia terimalah dia karena
                sekali lagi itulah pilihan Anda. Ingat ini
                adalah setengah hari terakhir yaitu waktu
                untuk memutuskan. Setelah itu Anda tidak
                boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda.
                Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana
                hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan
                apapun yang terjadi dengan pasangan Anda
                komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia
                yang memiliki hati setiap manusia.

   Terima kasih
   MYusuf.or.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Buah pemborosan adalah penyesalan dan buah penghematan adalah keselamatan.
   [Pepatah]
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke