Bunga

                Tulisan ini bisa dikomentari dan dilihat di web:
                
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=359
                Dan dapatkan artikel-artikel enerlife lainnya di:
                http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife


                Oleh: NN

                Suami saya adalah seorang insinyur. Saya
                mencintai sifatnya yang alami dan saya
                menyukai perasaan hangat yang muncul di hati
                saya ketika saya bersandar di bahunya yang
                bidang.

                Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua
                tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui,
                bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan
                saya mencintainya dulu telah berubah menjadi
                sesuatu yang menjemukan.

                Saya seorang wanita yang sentimentil dan
                benar-benar sensitif serta berperasaan halus.
                Saya merindukan saat-saat romantis seperti
                seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi
                semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami
                saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.
                Rasa sensitifnya kurang. Dan
                ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana
                yang romantis dalam pernikahan kami telah
                mementahkan semua harapan saya akan cinta
                yang ideal.

                Suatu hari, saya beranikan diri untuk
                mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa
                saya menginginkan perceraian. "Mengapa?", dia
                bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu
                tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya
                inginkan" Dia terdiam dan termenung sepanjang
                malam di depan komputernya, tampak seolah-
                olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal
                tidak.

                Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang
                pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan
                perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan
                darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang
                dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".

                Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab
                dengan pelan, "Saya punya pertanyaan untukmu,
                jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam
                hati saya, saya akan merubah pikiran saya:
                Seandainya, saya menyukai setangkai bunga
                indah yang ada di tebing gunung dan kita
                berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu,
                kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya
                untuk saya?"

                Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya
                akan memberikan jawabannya besok.". Hati saya
                langsung gundah mendengar responnya.

                Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan
                saya menemukan selembar kertas dengan coret-
                coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang
                berisi susu hangat yang bertuliskan....

                "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu
                untukmu, tetapi ijinkan saya untuk
                menjelaskan alasannya". Kalimat pertama ini
                menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan
                untuk membacanya kembali.

                "Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu
                mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya
                menangis di depan monitor, saya harus
                memberikan jari-jari saya supaya bisa
                membantumu dan memperbaiki programnya".

                "Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika
                kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan
                kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan
                membukakan pintu untukmu ketika kamu pulang".

                "Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi
                selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu
                kunjungi, saya harus menunggu dirumah agar
                bisa memberikan mata saya untuk
                mengarahkanmu".

                "Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman
                baikmu' datang setiap bulannya, dan saya
                harus memberikan tangan saya untuk memijat
                kakimu yang pegal".

                "Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu
                kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Dan aku
                harus membelikan sesuatu yang dapat
                menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku
                untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku
                alami hari ini".

                "Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku
                dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu,
                saya harus menjaga mata saya agar ketika kita
                tua nanti, saya masih dapat menolong
                mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.".

                "Tanganku akan memegang tanganmu,
                membimbingmu menelusuri pantai, menikmati
                matahari pagi dan pasir yang indah.
                Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar
                dan indah seperti cantiknya wajahmu".

                "Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil
                bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak
                sanggup melihat air matamu mengalir menangisi
                kematianku". "Sayangku, saya tahu, ada banyak
                orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya
                mencintaimu". "Untuk itu, sayang, jika semua
                yang telah diberikan tanganku, kakiku,
                mataku, tidak cukup bagimu. Sayang, aku tidak
                bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan
                mata lain yang dapat membahagiakanmu.".

                Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan
                membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya
                tetap berusaha untuk membacanya kembali.

                "Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai
                membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan
                semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku
                untuk tinggal dirumah ini, tolong bukakan
                pintu rumah kita, saya sekarang sedang
                berdiri disana menunggu jawabanmu".

                "Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku
                masuk untuk membereskan barang-barangku, dan
                aku tidak akan mempersulit hidupmu.
                Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia".

                Saya segera berlari dan membuka pintu dan
                melihatnya berdiri di depan pintu dengan
                wajah penasaran sambil tangannya memegang
                susu dan roti kesukaanku. Oh, kini saya tahu,
                tidak ada orang yang pernah mencintai saya
                lebih dari dia mencintaiku.

                Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu
                telah berangsur-angsur hilang dari hati kita
                karena kita merasa dia tidak dapat memberikan
                cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka
                cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam
                wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan
                sebelumnya.

                Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami
                wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan
                mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta
                tidak selalu harus berwujud "bunga".


                ~~~

                Sumber: tidak diketahui, dapat dari forward-
                an milis.



   Terima kasih
   MYusuf.or.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Bukanlah orang yang berakal yang dapat membedakan antara yang baik 
dan yang buruk,
   tetapi orang yang berakal ialah yang mampu membedakan antara dua 
kebaikan dan antara dua keburukan.
   - [Arif bijak] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke