***Dear all,...
Ternyata sebulan kurang sehari saya tidak mengirim artikel enerlife.
Bukan... bukan... karena GBS saya kumat.
Insya Allah jangan, naudzubillah min dalik.
Tapi karena pekerjaan kantor.
Saya diset (lagi) membuat divisi baru.
(Rasanya saya memang ditakdirkan untuk menset divisi baru.
Mengembangkannya dan setelah mulai sukses, saya ditarik lagi).
Rasanya asyik sih, karena selalu ada tantangan.
Hal lain karena jatuh sakitnya emak,
dan akhirnya meninggal.
Karena itu saya kirim cerita ibu penjual tempe ini,
karena memang mirip seperti emak.
Beliau pedagang kecil yang tangguh dan harus menghidupi seluruh keluarga.
Semoga beliau chusnul chatimah.
=================================
Artikel Enerlife:
Doa untuk Sekeranjang Tempe
Seorang ibu penjual tempe merasa Tuhan tidak
mendengar doanya, karena tempe buatannya
masih belum jadi. Bukan sekali dua kali dia
bikin tempe. Padahal dia harus menjual tempe
untuk menafkahi hidupnya.
Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa
Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe.
Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan
sebagai penyambung hidup. Meski demikian,
nyaris tak pernah lahir keluhan dari
bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika
tempe ini yang nanti mengantarku ke surga,
kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian
dia selalu memaknai hidupnya.
Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun
berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat
tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya
tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja
panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.
Tempe yang akan dia jual, ternyata belum
jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian
berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih
kapas dari peragian. Tempe itu masih harus
menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya
lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia
tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan
modal membeli kacang kedelai, yang akan dia
olah kembali menjadi tempe.
Di tengah putus asa, terbersit harapan di
dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah,
pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di
tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia
baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku.
Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu
yang hina ini. Bantulah aku ya Allah,
jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya
kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati,
dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.
~~~
Apakah Tuhan akan mengabulkan doanya ?
Jawabannya bisa dibaca di :
http://m.myusuf.web.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=465
Dan anda masih bisa membaca artikel-artikel
enerlife lainnya di:
http://m.myusuf.web.id/v20/enerlife
Terima kasih
M.Yusuf.web.id
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah
untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya
(sama dengan orang yang hatinya membatu)?
Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah.
Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
- [QS: Az-Zumar: 22] -
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]