***Dear all,...

Maaf saya link, yang benar yang ini:
http://m.myusuf.web.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=463
Link tadi mengarah ke cerita wafatnya emak saya.
Sekali lagi mohon maaf
(terbawa cerita emak).

=================================
                Artikel Enerlife:
                Doa untuk Sekeranjang Tempe


                Seorang ibu penjual tempe merasa Tuhan tidak
                mendengar doanya, karena tempe buatannya
                masih belum jadi. Bukan sekali dua kali dia
                bikin tempe. Padahal dia harus menjual tempe
                untuk menafkahi hidupnya.

                Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa
                Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe.
                Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan
                sebagai penyambung hidup. Meski demikian,
                nyaris tak pernah lahir keluhan dari
                bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika
                tempe ini yang nanti mengantarku ke surga,
                kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian
                dia selalu memaknai hidupnya.

                Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun
                berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat
                tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya
                tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja
                panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.

                Tempe yang akan dia jual, ternyata belum
                jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian
                berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih
                kapas dari peragian. Tempe itu masih harus
                menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya
                lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia
                tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan
                modal membeli kacang kedelai, yang akan dia
                olah kembali menjadi tempe.

                Di tengah putus asa, terbersit harapan di
                dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah,
                pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di
                tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia
                baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku.
                Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu
                yang hina ini. Bantulah aku ya Allah,
                jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya
                kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati,
                dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.

                ~~~

                Apakah Tuhan akan mengabulkan doanya ?
                Jawabannya bisa dibaca di :
                
http://m.myusuf.web.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=463

                Dan anda masih bisa membaca artikel-artikel
                enerlife lainnya di:
                http://m.myusuf.web.id/v20/enerlife





   Terima kasih
   M.Yusuf.web.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Kebesaran suatu bangsa tidak diukur dengan luas daerah (wilayah) 
dan banyak penduduknya,
   tetapi dengan watak, mental dan kepribadian bangsanya.
   - [Arif bijak] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke