---------- Forwarded message ----------
From: Holy Uncle <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jul 19, 2005 8:31 AM
Subject: [t-net] Catatan Soe Hok Gie laku keras
To: [EMAIL PROTECTED] , [email protected], [EMAIL PROTECTED]

Catatan Soe Hok Gie laku keras

JAKARTA (Bisnis): Bersamaan dengan momen peluncuran film Gie arahan Riri
Riza, buku Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie dicetak ulang tiga
kali dalam kurun satu bulan.

Menurut Mochammad Sholeh, Kepala Pemasaran penerbit LP3ES (Lembaga
Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi Sosial), cetak ulang ketiga
kalinya Catatan Seorang Demonstran dalam Juli ini dilakukan karena tingginya
angka pemesanan terhadap buku itu.

"Sejauh ini ada pesanan sebanyak 1.200 eksemplar yang masuk. Tapi stok kami
kosong, karena itu harus cetak ulang," jelasnya.

Cetak ini adalah yang ketiga kalinya terhitung sejak LP3ES sepakat dengan
Miles Production untuk kembali melempar buku ini ke pasaran setelah sempat
berhenti mencetaknya pada 1993.

Sebelum itu, menurut Sholeh, LP3ES mencetak buku ini sebanyak enam kali
dalam kurun 1983-1993, dengan total cetakan sebanyak 30.000 eksemplar.
Ditambah tiga kali cetak di bulan Juli 2005, total buku Catatan Seorang
Demonstran yang dicetak LP3ES melambung menjadi 45.000 eksemplar.

Dengan angka sebanyak itu, buku yang ditulis Soe Hok Gie-yang juga adik
pengamat politik Indonesia, Soe Hok Djien atau Arif Budiman-ini menduduki
peringkat teratas daftar buku best seller di LP3ES dengan jumlah cetak
terbanyak, mengalahkan Pergolakan Pemikiran Islam karya Ahmad Wahib yang
hanya mampu menembus angka cetak sebanyak 30.000.

"Untuk buku yang audiensinya terbatas, itu adalah jumlah yang besar. Ini
buku pemikiran ilmiah, dijual di masyarakat yang minat bacanya kurang. Tak
bisa dibandingkan dengan Harry Potter," jelas Maruto, Direktur Utama Pustaka
LP3ES Indonesia.

Kesuksesan penjualan buku 'berat' ini tak bisa dilepaskan dari faktor film
Gie dan media massa. Banyaknya pemberitaan atas film terbaru Mira Lesmana
yang disebut-sebut terinspirasi dari buku Catatan Seorang Demonstran membuat
orang tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang buku ini.

Selain itu, menurut Sholeh, ada faktor Nicolas Saputra yang wajahnya
terpampang di coer buku itu yang membuat mahasiswa dan-terutama-mahasiswi
tertarik untuk membuka buku itu. Meski demikian, kekuatan pemikiran dan
tulisan Soe Hok Gie lah yang pada akhirnya menjadi kekuatan utama buku ini.

"Nicolas Saputra cuma pengikat," jelas Sholeh.

Buku wajib aktivis

Di samping Pergolakan Pemikiran Islam, buku Catatan Seorang Demonstran
adalah salah satu buku terbitan LP3ES yang paling dicari oleh
aktivis-aktivis kampus. Keduanya berisi pemikiran aktivis mahasiswa yang
kritis dan berani menentang kejumudan pemikiran.

Di UI pada era 1990-an, dua buku ini pernah menjadi 'bacaan wajib' bagi
mahasiswa-mahasiswa yang baru memasuki organisasi-organisasi kampus. Banyak
mahasiswa yang datang ke LP3ES karena itu. Padahal pasca-1993, LP3ES
memutuskan berhenti mencetak keduanya karena turunnya permintaan pasar.

"Saya terpaksa memfotokopikan buku itu untuk mereka. Mereka bilang,
toko-toko di Jakarta sudah kehabisan." kenang Sholeh.

Tidak seperti Pergolakan Pemikiran Islam yang dicetak dengan sponsor Freedom
Institute pada 2003, Catatan Seorang Demonstran baru mendapatkan momen cetak
ulangnya pada 2004, ketika Mira Lesmana tengah menggarap film Gie.

Di cetakan terbaru ini, LP3ES menghilangkan logo rokok A-Mild yang di dua
edisi sebelumnya bertengger di sampul buku ini. Selain karena banyak
diprotes oleh masyarakat, proses cetak ulang ini memang sudah tidak dalam
konteks kerja sama dengan A-Mild.

"Kalo dulu kan kita masih terikat paket perjanjian kerja sama dengan pihak
Miles. Sekarang, ini proyek LP3ES sendiri." jelas Maruto.

Catatan Seorang Demonstran edisi baru cetakan ketiga ini bisa dijumpai
pembaca di toko-toko buku pada awal Agustus 2005. (m05)

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A56&cdate=19-JUL-2005&inw_id=376852




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke