Sebenarnya ini buku basi. Bagi angkatan2 sebelum 1999-2000an, buku ini
salah satu simbol, trade mark-nya aktivis kampus. Bahan-bahan spirit,
pencerahan bagi jiwa yang mau berpikir, yang ingin meraih jalan
menjadi manusia dimana ketika tidak sanggup melihat kebengkokan moral,
ia meluruskannya dengan berpikir, menulis dan naik gunung (ingatlah
sang Muhammad yang selalu ke Gua Hira' ketika mendekatkan diri kepada
Tuhan-Nya) Setiap zaman memang punya pahlawan, avantgarde, musuh dan
pengkhianat dan tentu saja oportunis yang selalu untung.
Setiap orang bagi lingkungan yang berbeda-beda adalah pahlawan,
avantgarde, musuh dan pengkhianatnya. Iya kan? Westerling bagi kita
adalah penjahat perang, namun bagi Belanda ia adalah pahlawan,
Diponegoro bagi kita adalah pahlawan, bagi Belanda ia hanyalah sekian
dari anarki pemberontak.
Namun Chairil Anwar, Soe Hok Gie, Ahmad Wahib diselamatkan oleh Tuhan
karena kematian mereka yang masih muda. Jejak suci idealitanya di saat
moment yang tepat (pergolakan yang sangat jelas antara protagonis dan
antagonisnya) termanfaatkan, dimanfaatkan oleh sahabat-sahabatnya
untuk selalu menyalakan idealisme seorang manusia yang sejati. Jejak
mereka diabadikan lewat terbitan catatan harian, catatan pemikiran dan
kini lewat film.
Film adalah genta kebudayaan yang paling menarik menarik dicermati.
Idealisme, proses kreatif, aspek komersialisme sangat berbaur menjadi
satu. Keringat dan api idealisme bisa membakar aspek komersialisme dan
demikian sebaliknya. Entahlah, tapi bagi setiap orang ketika film itu
mewujud, semuanya akan merasa puas. Idealisme, proses kreatif,
komersialisme bisa mendapatkan apa yang dituju.
Namun.....
Ada sedikit perasaan tak tertahankan, rasa tidak rela mengapa harus si
cakep Nicholas Sapoetra yang menjadi covernya (CSD). Siapa dia? Okelah
dia pemeran utama GIE, tapi secara persona dia menyatakan tak sanggup
menjadi pengikut jalan sunyi sang GIE, tidak di jaman ini (jaman MTV,
yang mungkin tidak nyata siapa protagonis dan antagonis)..... Karena
berjuang tidak harus turun ke jalan.... (wow!!!! Mungkin saat itu mas
Niko belum memiliki apinya Gie). Nikolas memang bukan Gie, lebih jauh
apakah Nikolas pengikut jalan sunyi Gie? Atau paling tidak apa dia
memiliki semangat Gie di luar perannya dalam filem itu? Rasanya tidak.
GIE Berkata, seorang pejuang  haruslah siap  sendiri, diasingkan,
ditinggalkan. Sangat ironis bukan pernyataan mas Niko dengan baris
iklan film : 
"LEBIH BAIK DIASINGKAN DARIPADA MENYERAH TERHADAP KEMUNAFIKAN"....
"SAYA TAK MAU JADI POHON BAMBU, SAYA MAU JADI POHON OAK YANG BERANI
MENENTANG ANGIN..."
Oh what a Idol........ Nicholas lah sang angin ribut itu.... Bagaimana
angin ribut dapat mencerahkan pemikiran generasi muda kita, apakah
Nikolas Saputra pernah dikerubuti massa karena hujatan atas
pemikirannya..... Bahkan penggemarnya tidak tahu bagaimana pemikiran
Nikolas Saputra atas segala sesuatu. Pernyataan-pernyataan yang
dbuatnya selama ini adalah lips service, diplomasi bintang yang 
dibalut  kesantunan dan strategi  eksistensinya sebagai  idola.... 
Tetapi bagaimanapun terimakasih untukmu Mira Lesmana, Riri Riza,
LP3ES, A Mild... yang mau menjaga api Gie agar tak terpadamkan. Jalan
sunyi itupun sedikit meriah.....
.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hirgp89/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705136382:TM/Y=YAHOO/EXP=1123340296/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Soe_Hok_Gie/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke